Kejadian Tak Terlupakan

17.7K 629 4
                                        

Gue gak tau jelas apa yang akan dilakukan Felix tapi yang jelas gue tau satu hal, apa yang sekarang akan dilakukan Felix, dia sedang berada di bawah pengaruh alkohol.

Sesaat gue belum mengerti apa yang akan diperbuat Felix, tapi seketika gue akan tau apa yang akan terjadi kemudian setelah Felix mencoba melucuti pakaian gue.

"Bro, lo pegangin tangannya, gue mau bugilin dia nih!"

"Fel, lo mau apa sih? Please, Fel, becanda lo gak lucu, lepasin gue Fel!" gue sebenernya yakin Felix tidak sedang dalam usaha dia untuk becanda sama gue.

"Gila lo, punya adek mulus kayak gini gak pernah bilang sama gue!" tutur Andre membuka suara dan ada unsur mesum dalam nada bicaranya.

Gue berusaha sekuat tenaga melepaskan diri dari dua orang yang sedang setengah sadar ini. Tapi badan Felix dan temannya yang sedikit lebih bulky dari gue bikin gue susah untuk ngelawan.

Gak lama, Felix dengan sukses melucuti pakaian gue hingga sekarang gue sedang bugil di depan dua orang pria. Gue yang kini sudah telanjang bulat dinaikkan ke atas ranjang dalam keadaan telentang. Sementara Andre menelanjangi dirinya, Felix mempersiapkan posisi tubuh gue.

Beberapa bantal ditaruh di pinggang gue sehingga posisi tubuh bawah gue kini dalam keadaan di atas, mempersembahkan pantat perjaka gue. Tak lupa Felix mengambil borgol dari laci meja dan memborgol kedua tangan gue ke sisi ujung ranjangnya.

Gue melihat Felix dengan cepat melucuti pakaiannya sendiri. Gue mulai parno ketakutan atas apa yang akan terjadi selanjutnya. Felix kemudian memasang kondom ke kontolnya yang sudah ngaceng maksimal. Felix lalu berdiri di tepi ranjangnya seraya sibuk mengocok kontolnya sendiri.

"Aahh...," erangnya saat dia mengocok kontolnya, melumuri kepala kontolnya dengan precum. Agar lebih terangsang, Felix membelai wajah dan dada gue.

"Mau apa lo, Fel?" tanya gue ketakutan.

"Udah, lo nikmatin aja!" jawab Felix sekenanya.

"Fel, jangan Fel. Please, gue mohon sama lo jangan apa-apain gue!"

"Kamu diam aja ya, Sayang. Abis Felix giliran nanti aku yang beraksi!" jawab Andre.

Gue sudah ketakutan setengah mampus. Gak kebayang sama gue kejadian apa yang bakal terjadi sebentar lagi.

"Aahh... lo milik gue sekarang," celoteh Felix penuh kemenangan.

Dia kemudian mensejajarkan kepala kontolnya dengan lobang pantat gue. Lalu lobang itu ditekannya kuat-kuat dengan kontolnya sampai amblas.

"Aarrgghh!!" jerit gue, kesakitan.

Selama beberapa menit, Felix berjuang untuk mendorong kontolnya masuk sedikit demi sedikit. Dan akhirnya PLOP! Masuk juga batang kontol Felix ke lobang gue. Dengan tubuh yang mulai bersimbah keringat, Felix menggenjot badan gue.

"Aarrgghh... aarrgghh... enak banget... oohh... sempit banget lobangnya... aargghh... aahh.." Felix menggenjot gue dengan penuh nafsu.

Ritme ngentotnya sangat cepat dan bertenaga sehingga tubuh gue terguncang-guncang. Andre yang hanya bisa menonton saja ingin berperan lebih aktif. Maka dia pun ikut naik ke atas ranjang dan menggerayangi badan gue yang bugil dan telentang itu.

"Aahh...," desah Andre saat dia menjilat perut dan dada gue yang keras berotot itu.
Gak lupa dia bermain dengan kontol gue yang setengah ngaceng akibat sodokan kontol Felix.

Tanpa malu, Andre menjilati, menghisap, dan menggigit puting gue. Akibat sikap liar Andre, tanda-tanda kemerahan bermunculan di badan gue.

"Fel, please tolong lepasin gue. Lo gak bisa giniin gue!" teriak gue putus asa. Sekuat tenaga, gue meronta tapi percuma.

Step-BrotherTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang