Bukan Menantu Idaman

15.5K 1K 35
                                        

Tidak ada penolakan lagi dari Yerim setelah bentakkan Wendy. Hal yang paling menakutkan bagi Yerim ialah kemarahan Wendy. Jika disuruh memilih, maka Yerim lebih baik meredam emosi ayahnya ketimbang Wendy karena kalau wanita yang sedang hamil itu sedang marah. Yerim yakin ia tidak akan bisa mendengar suara kakaknya itu berbicara dengan dirinya dalam kurun waktu yang sangat lllllllll

"Ya ampun, cantiknya," puji seorang wanita begitu melihat Yerim datang bersama Wendy disampingnya.

Yerim memaksakan senyum manisnya didepan seorang wanita yang ia yakini adalah ibu dari lelaki yang sedang duduk sambil terus menatapi dirinya dengan senyum. Satu-satunya lelaki yang bisa mengalahkan dirinya kurang dari lima menit tadi siang. Yerim memejamkan kedua matanya, merasa kesal sendiri mengingat kekalahannya yang menyebabkan dirinya harus mengalah pada apapun yang menjadi keinginan pria itu.

"Semua sudah disini, ayo kita makan malam," ajak tuan Kim mengajak Jungkook dan keluarga makan malam bersama diruang makan.

Jungkook mengangguk. Ibu dan ayahnya sudah lebih dulu pergi bersama paman Kim kemudian disusul Wendy bersama suaminya. Jungkook berjalan mendekati Yerim sambil terus menatap penuh kekaguman akan kecantikan Yerim malam ini.

"Cantik, Yer, cocok sekali dengan warna kulitmu," Jungkook tersenyum, "terima kasih sudah mengenakan dress pemberianku, ternyata itu benar-benar pas ditubuhmu," lanjutnya berhasil membuat kedua mata Yerim melebar sempurna,

Sial, kakaknya membodohi dirinya lagi..

"Ayo ke dapur, tidak baik melamun sendirian disini nanti diculik setan, kalau diculik terus aku nikah dengan siapa," goda Jungkook tertawa kecil. Senang sekali rasanya bisa menggoda Yerim apalagi sampai membuat wajah cantik itu merenggut karenanya. Sungguh sebuah hiburan yang Indah bagi Jungkook.

"Iya, kau setannya, Kak, " decak Yerim menjulurkan lidahnya Jungkook yang masih tertawa.

.

Yerim benar-benar tidak menyukai suasana disekitarnya saat ini yang terlalu banyak basa basi membicarakan hal yang sama sekali tidak ia mengerti dimulai dari politik, perkembangan dunia hingga yang terakhir membuatnya harus menahan diri agar tidak berteriak..

Pernikahan...

Demi Tuhan!! Dirinya mash duduk dibangku sekolah dan orang-orang disini sudah mulai membicarakan mengenai pernikahan. Astaga, Yerim bahkan telah memimpikan masa kuliah bersama kedua temannya tapi kini semua impian itu sirna hanya karena satu orang pria..

Jika saja Jungkook menolak, jika saja pria itu memutuskan pergi dan menyerah dengan semua perlakuannya pasti hal ini tidak akan terjadi. Yerim harus melakukan sesuatu, sesuatu yang akan membuat pernikahan tersebut batal.

"Errhh..." suara sendawa Yerim berhasil menarik perhatian semua orang yang ada dimeja makan tak terkecuali.

"Astaga, tidak sopan sekali kau, Nak," komentar Ny. Jeon pada Yerim yang dianggap tidak sopan karena bersendawa saat makan malam sedang berlangsung.

Bukannya meminta maaf atas kesalahannya tersebut. Yerim justru bersikap acuh dan kembali melahap makanannya. Ia bahkan dengan sengaja menggerakkan bibirnya seperti mencibir perkataan Ny. Jeon.

"Yer," desis Wendy meremas lutut Yerim, "sudah kakak bilang kan untuk menjaga sikapmu selama makan malam ini berlangsung,"

My Perfect Husband (Sudah Dibukukan)Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang