Happy Reading...
"Sebentar lagi kita lulus, kita harus merayakan kebebasan kita dari ujian kemarin yang sempat membuat kepala pusing," usul Saeron ketika mereka berada diluar gerbang sekolah tepatnya didepan mobil milik pacar-pacar mereka yang berjejeran rapi disana kecuali Yerim yang telah ditinggal Jaehyun pulang karena ada urusan penting yang tak bisa ditinggalkan.
"Benar, bagaimana kalau kita liburan ke villa ku yang ada dipuncak selama weekend,?" usul Yukhei, merangkul mesra Sohyun.
"Kamu punya Villa, Sayang, kenapa aku tidak tau?" tanya Sohyun tidak menyembunyikan keterkejutannya.
Yukhei mengangguk, "punya lah, aku dan keluargaku jarang berlibur disana tapi Villa itu dijaga oleh orang suruhan kami disana," balas Yukhei, "terus nanti juga kalau sudah menikah kau bakalan tau apa saja yang dimiliki suamimu," lanjut Yukhei mengedipkan matanya.
"Ih, gembel," cetus Sohyun pura-pura cemberut padahal dalan hati ia sangat senang mendengar hal itu dari kekasihnya.
"Ya sudah, kita kesana saja besok, bagaimana,?" sahut Saeron langsung saja diangguki oleh yang lainnya kecuali Yerim yang masih terlihat menimbang-nimbang ajakan tersebut.
"Yer, kau ikut, kan?"
Yerim mendengus, "sepertinya sulit mendapat ijin dari ayah dan kakakku," lesuh Yerim.
"Yaa, Yerim, masa tidak ikut lagi sih," balas Saeron, "ikut saja lah, asik tau liburan di Villa. Jangan lupa ajak Jaehyun," lanjutnya.
"Akan ku coba," jawab Yerim melirik Sohyun, "hyun, aku bisa pinjam mobilmu, nomor Jaehyun tidak bisa dihubungi dari tadi, aku ingin menyusulnya di apartement,"
Sohyun mengangguk, "tentu, Dear, aku bisa pulang dengan Yukhei, nih." Sohyun membalas sambil memberikan kunci mobilnya pada Yerim.
"Thanks yaa, aku pergi sekarang tidak apa kan?" pamit Yerim dibalas anggukan kedua temannya.
"Jangan lupa bersiap untuk bersiap besok, jangan pacaran terus," teriak Saeron diselingi tawa kecil sebelum Yerim masuk kedalam mobil.
"Sipp," balas Yerim mengangkat jempolnya lalu menyalakan mesin dan pergi dari sana.
Entah mengapa perasaan Yerim tidak enak. Ia merasakan sesuatu memaksa dirinya untuk pergi menyusul Jaehyun diapartement pribadinya. Jaehyun berubah akhir-akhir ini, pria itu lebih banyak mengingkari janjinya secara tiba-tiba dan membuat Yerim kecewa.
Mobil milik Sohyun yang dipinjam oleh Yerim masuk kedalam basement. Tidak sampai tiga puluh menit Yerim telah tiba di apartement milik kekasih hatinya karena memang letaknya tidak jauh dari sekolah mereka. Yerim melangkah turun lalu masuk kedalam dengan langkah terburu-buru.
----
Jungkook menghembuskan nafas lelah seusai menyelesaikan tugas mengisi jadwal Jimin yang meminta cuti lebih cepat karena proses bersalin istrinya yang bisa dikatakan mendadak dan jauh dari waktu yang sudah ditentukan oleh dokter.
Kini, pria yang sudah melepas lajang dua tahun itu telah resmi menjadi seorang ayah dari anak lelaki yang diberi nama Park Jiseul. Sebuah nama yang diambil dari nama panggilan kedua orangtuanya. Park Jimin dan Kang Seulgi.
Jungkook sebetulnya keberatan dengan jadwal yang ia terima secara mendadak hingga membuat dirinya tidak dapat menemui Yerim selama hampir dua minggu karena pekerjaan yang tidak bisa ditinggalkan. Ia bahkan hanya punya waktu kurang dari dua puluh menit dirumah sakit saat menjenguk istri Jimin dan melihat bayi mungil yang sangat mirip sekali dengan ayahnya itu. Jungkook pada dasarnya menyukai anak kecil sangat tidak rela harus pergi secepat mungkin dari rumah sakit tersebut.
KAMU SEDANG MEMBACA
My Perfect Husband (Sudah Dibukukan)
Fanfiction(Tersedia dalam bentuk cetak) Order Book/E-book bisa langsung chat Whatsapp.. Apa jadinya jika seorang gadis pemberontak, gemar melanggar perintah dijodohkan dengan seorang pria dewasa, tampan, mapan dan sukses diusia muda yang selama ini selalu m...
