"Bodoh, kenapa sih kau tidak pernah mengerti kalau aku itu tidak mau yang rasa jeruk,"
Yerim membuka kedua matanya yang terpejam ketika mendengar suara melengking seorang wanita yang duduk di seberang tempat duduk diruang VIP didalam pesawat yang mengantar mereka menuju hawaii. Suara berisik wanita itu sangat menganggu dirinya tapi tidak dengan Jungkook, suaminya itu memasang earphone dikedua telinganya dan tertidur pulas hingga tidak dapat mendengar kekacauan yang berusaha dilakukan oleh pasangan diseberang tempat duduk keduanya.
Yerim mendengus kesal lalu kembali menyandarkan kepala dibahu suaminya mencoba untuk tidur lagi tapi suara cempreng wanita itu sama sekali tidak mau berhenti bahkan semakin menjadi-jadi membuat Yerim mau tidak mau kembali membuka mata memperhatikan drama yang sedang terjadi dihadapannya.
"Maaf, Sayang," ucap lelaki disamping wanita yang terus memarahinya. Jika diperhatikan oleh Yerim keduanya juga sepasang pasangan pengantin baru yang juga akan berlibur menikmati bulan madu sama seperti dirinya.
Wanita itu berdecih, "kau selalu meminta maaf untuk kesalahan yang kau lakukan berulang-ulang, aku benci itu," hardiknya memukul lengan suaminya membuat Yerim merasa iba melihat kepasrahan lelaki itu ketika dipukul oleh istrinya.
"Kau itu jadi suami tidak becus,"
"Aku lelah menjadi istrimu, Mingyu,"
Yerim mendesis ngeri memperhatikan semua itu. Ia benar-benar kasihan melihat pria Malang yang terus dipersalahkan istrinya. Yerim mendongak memandang Jungkook. Dulunya ia selalu saja bersikap kasar terhadap pria yang kini menjadi suaminya tapi karena keteguhan yang dimiliki oleh Jungkook yang tidak pernah mau menyerah atas dirinya berhasil meruntuhkan segala pertahanan yang ia bangun. Yerim masih belum tau apakah ia sudah mulai mencintai pria itu tapi Yerim bisa memastikan bahwa ia selalu merasa nyaman berada didekat Jungkook.
"Sampai kapan kau akan menatap suamimu seperti itu, Yer?" celetuk Jungkook tiba-tiba membuka kedua matanya membuat Yerim kegalapan dengan mata yang membulat lucu.
"Kenapa belum tidur, Yer? Perjalanan masih jauh, tidurlah!" tangan Jungkook yang semula merangkul pinggang Yerim mulai naik mengusap puncak kepala gadis itu.
Yerim mengulum senyumnya, ia merasa hangat dan dilindungi saat bersama Jungkook dan Yerim menyukai hal itu..
"Kak, Yerim boleh tanya sesuatu tidak?" Yerim mendongak menatap Jungkook.
"Tanya apa,?" balas Jungkook mengulurkan tangannya merapikan anak rambut yang menutupi wajah cantik wanitanya.
"Tadi bicara apa saja dengan bunda?"
Jungkook tersenyum, "kasih tau tidak yaa," balasnya pura-pura berpikir.
Yerim mengerucut lucu, "sok misterius banget sih, kak, yaa kasih tau lah,"
Jungkook yang gemas mencubit pipi Yerim, "banyak hal," jawab Jungkook singkat.
"Iyaa, salah satunya apa," tanya Yerim penasaran.
Jungkook terlihat menimbang-nimbang, "Hmm.. Salah satunya kakak berterima kasih karena sudah melahirkan seorang gadis manis untuk ditakdirkan hidup bersamaku,"
"Apaan sih, Kak," cibir Yerim menyembunyikan wajahnya yang sudah merona didada Jungkook.
Jungkook tertawa. Tawanya berhasil menarik perhatian pasangan baru disampingnya yang kini mengalihkan tatapan mereka kearah Yerim dan Jungkook.
"Kamu tuh yaa bukannya senang digombalin suami malah protes aja," keluh Jungkook menarik dagu Yerim mendongak kearahnya lalu mencubit kecil hidung gadis itu.
KAMU SEDANG MEMBACA
My Perfect Husband (Sudah Dibukukan)
Fanfiction(Tersedia dalam bentuk cetak) Order Book/E-book bisa langsung chat Whatsapp.. Apa jadinya jika seorang gadis pemberontak, gemar melanggar perintah dijodohkan dengan seorang pria dewasa, tampan, mapan dan sukses diusia muda yang selama ini selalu m...
