Sepulangnya dari rumah Sohyun. Jungkook tidak berbicara pada Yerim, lelaki itu sepenuhnya mendiami Yerim dalam perjalanan pulang mereka padahal Yerim sudah bertanya, berbicara sampai mulutnya dirasa berbusa untuk menarik perhatian suaminya tetapi hasilnya nihil. Jungkook sama sekali tidak mau berbicara padanya.
"Kak.." panggil Yerim untuk kesian kalinya. Bibirnya melengkung, merasa sakit hati karena diabaikan secara langsung oleh suaminya sendiri padahal Yerim ingin mengutarakan keinginan dari sang cabang bayi yang menginginkan jajanan dipinggir jalan.
"hn,?" gumam Jungkook singkat, tak menatap Yerim sedikitpun. Jungkook lebih memilih fokus pada jalanan dan menyetir mobilnya dengan kecepatan teratur.
Hanya itu saja? Oke, Yerim semakin sedih dibuatnya. Memang Jungkook kira cuma dia yang bisa mogok bicara, Yerim juga bisa, sekarang mari kita lihat siapa yang akan menyerah duluan.
Yerim diam, ia mengalihkan pandangan menatap keluar kaca mobil. Wajah cerianya berubah masam tanpa senyum sedikitpun. Kali ini ia benar-benar marah sekaligus sakit hati. Persetan dengan ngidamnya. Yerim tidak akan mau bicara lagi dengan Jungkook.
Beberapa saat kemudian mobil Jungkook akhirnya memasuki pekarangan kediaman keluarga Kim. Jungkook turun lebih dulu berniat membukakkan pintu mobil untuk Yerim namun belum sempat ia membukakan pintu penumpang. Yerim sudah lebih dulu keluar dan berjalan melewati Jungkook, mendahului pria itu masuk ke dalam rumah.
Jungkook mengernyit, merasa aneh dengan perilaku istrinya yang tiba-tiba saja berubah drastis dan terlihat seperti orang yang sedang marah. Tunggu, marah? sebenarnya siapa yang seharusnya marah disini..
Sejujurnya Jungkook cemburu, ia begitu marah melihat Jaehyun ada dirumah Sohyun. Itu berarti pria itu seatap bersama istrinya. Sudah cukup waktu lalu Jungkook mendengar pertemuan Yerim dan Jaehyun dan sekarang ia melihat kemunculan pria itu dirumah teman istrinya yang bernama Sohyun. Suami mana yang tidak akan cemburu,? jadi jangan sekali-kali mengatainya berlebihan. Ia type pria yang sangat mencintai istrinya dan rasa cemburu yang ia rasakan itu tentu wajar.
Jungkook mendesah, melangkahkan kaki menyusul istrinya tapi saat melewati ruang tamu niatnya untuk ke kamar diurungkan ketika mendengar suara tawa Seungyoon yang sedang menonton acara kartun kesukaannya ditemani Yoongi. Melihat Ayah dan anak itu duduk dan tertawa bersama membuat Jungkook terkesima melihat betapa miripnya mereka berdua dari jarak ia berdiri. Seungyoon dan Papanya terlihat seperti fotocopy an sangat mirip paras dan senyum mereka. Benar-benar cetakan mulus.
"Mmam...maaann...," celetuk Seungyoon mengangkat kedua tangannya kala menangkap sosok pamannya berdiri tidak jauh darinya.
Yoongi mengalihkan pandangan mengikuti arah pandang putranya. Menatap Jungkook yang kini tengah berjalan menghampiri keduanya dan duduk disamping Yoongi.
"Bbbbrrmm...," Seungyoon secara mendadak merangkak dari rengkuhan ayahnya, melompat pindah pada Jungkook membuat pamannya itu dengan sigap langsung menangkap tubuh kecil Seungyoon yang begitu aktif dalam pelukannya.
"Aigooo, Seungyoon," gemas Jungkook mengecup pipi Seungyoon yang disambut tawa oleh bocah lelaki itu.
"Kook, libur yaa kamu?" tanya Yoongi basa basi sembari menganti channel TV flat didepannya.
"Iya, Kak, baru pulang tadi pagi,"
Yoongi mengangguk menanggapinya, "hmm tadi ku perhatikan wajah Yerim kusut saat masuk, apa kalian sedang bertengkar?" tanya Yoongi. Pasalnya tidak hanya wajah masam saja yang menjadi pemandangan Yoongi tadi. Bunyi bantingan pintu yang luar biasa kerasnya hingga Seungyoon terlonjak sangat menganggu. Baby Min bahkan tidak berani menyapa bibinya yang bawel itu seperti tadi ia menyapa Jungkook karena terlalu takut melihat wajah cantik yang berubah menyeramkan seperti seorang penyihir dimata Seungyoon kecil.
KAMU SEDANG MEMBACA
My Perfect Husband (Sudah Dibukukan)
Fanfiction(Tersedia dalam bentuk cetak) Order Book/E-book bisa langsung chat Whatsapp.. Apa jadinya jika seorang gadis pemberontak, gemar melanggar perintah dijodohkan dengan seorang pria dewasa, tampan, mapan dan sukses diusia muda yang selama ini selalu m...
