Cemburu

16.2K 973 46
                                        

Pembicaraan diantara Yerim dan Dokyeom terus berlangsung. Yerim yang memang terkenal friendly dan mudah bergaul bisa dengan cepat mengakrabkan diri dengan Dokyeom hingga tak menyadari dirinya sedang diawasi oleh Jungkook dari kejauhan.

"Kita sudah bicara cukup lama tapi aku belum tau namamu," sindir pria bernama Dokyeom membuat Yerim tersadar jikalau dia memang belum memperkenalkan dirinya sama sekali sejak beberapa waktu lalu.

"Ah ya, Aku sampai lupa," kekeh Yerim mengulurkan tangan, "aku Kim Yerim, senang mengenalmu, Dokyeom-ssi,"

"Tidak perlu formal begitu, kulihat kau lebih muda dariku. Panggil aku Kak Yeom,"

Yerim mengernyit sebentar. Menganggukkan kepala menanggapinya, "selain banyak bicara, kau type pemaksa juga yaa, Kak," kekeh Yerim dibalas senyum oleh Dokyeom.

"Oh ya, kuliah dimana sekarang, Yer,"

"Aku belum memikirkan untuk kuliah,"

"Kalau kerja,? Kau bisa mencoba melamar kerja ditempatku, kebetulan kami sedang mencari seorang penyiar, itu pun kalau misalnya kau mau atau belum punya pekerjaan. Aku hanya menawarkan saja,"

"Istriku tidak akan bekerja dimanapun karena suaminya masih mampu membiayai hidupnya kedepan," sahut Jungkook yang entah sejak kapan sudah berdiri disamping Yerim sambil merangkul pinggang istrinya, menarik tubuh Yerim merapat kearahnya dengan posesif.

"Eh, Kak," kaget Yerim memalingkan wajah menatap suaminya, "bukannya tadi ada disana yaa, cepat sekali ada disini,"

Jungkook tidak menjawab. Dilihat dari wajah pria itu yang terlihat tidak bersahabat saat menatap Dokyeom membuat Yerim cukup panik namun ia pun tidak dapat melakukan apapun.

"Suami," ulang Dokyeom masih belum memahami, "tunggu!! Yer, kau sudah menikah?" lanjutnya terkejut memandang Yerim yang langsung dibalas anggukan kecil oleh Yerim,

"Astaga, aku tidak dapat mempercayai ini," gumam Dokyeom pelan. Ia sempat melihat Jungkook bersama Yerim tapi tak pernah terpikirkan oleh dirinya bahwa keduanya adalah sepasang suami-istri.

"Kenapa, apa ada masalah,?" tanya Jungkook.

Dokyeom menggeleng. Mengaruk kepalanya yang tidak gatal lalu Pura-pura melirik jam tangannya, "hmm aku harus pergi sekarang," pamitnya bergegas pergi tanpa menunggu jawaban dari Jungkook maupun Yerim.

Sepeninggalan Dokyeom. Jungkook tetap tidak mau membuka suara. Pria itu mengedarkan pandangan ke sekeliling mengabaikan Yerim yang menatapnya penuh tanya.

"Kak," panggil Yerim mengayunkan tangan Jungkook yang diamit olehnya.

"Hmm.." balas Jungkook singkat tidak seperti biasanya. Yerim mengernyit, merasa sesuatu yang tidak beres pada suaminya.

"Kenapa sih, Kak, jutek banget wajahnya," goda Yerim mendongakkan kepala menatap Jungkook.

"Tidak apa perasaanmu saja, Yer," kilah Jungkook.

"Tidak perlu berbohong padaku, Kak, semua jelas sekali diwajahmu," kekeh Yerim.

"Kakak tidak suka yaa lihat kamu bicara berdua bersama pria lain, nanti apa kata orang," ungkap Jungkook.

"Bilang saja cemburu," sergah Yerim cepat, "ciee cemburu," lanjutnya tertawa mencolek dagu suaminya, "ayo mengaku? Cemburu kan, gimana rasanya, Kak? Enak, haha..."

"Awas kamu yaa.," kesal Jungkook mengunyel pipi tembem istrinya lagi seakan sudah menjadi sebuah kebiasaan bagi Jungkook melakukan hal itu.

Yerim masih saja tertawa saat pipinya menjadi objek keusilan suaminya, membuat beberapa pasang mata disana tidak lagi memusatkan perhatian mereka pada sang pengantin melainkan kearah Jungkook dan Yerim. Pasangan yang menurut mereka sangat romantis malam ini.

My Perfect Husband (Sudah Dibukukan)Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang