Khawatir

27.4K 1K 47
                                        


Tolong bijaklah dalam memilih bacaan!!!

Warning!!

----

Beberapa saat yang lalu....

Langkah kaki Yerim tak tentu arahnya. Hatinya begitu sakit. Ia kecewa karena suaminya sendiri tidak membelanya didepan wanita sialan itu padahal sudah jelas sekali bahwa keinginan wanita bernama Eunha itu adalah mengacaukan hubungannya dengan Jungkook.

Yerim menghela nafas panjang, menghentikan langkahnya. Kedua telapak tangannya terulur mengusap kasar air mata yang terus saja keluar, tidak mau berhenti. Bodoh, Kim Yerim, wanita itu sudah berhasil dengan rencananya sementara kau malah menangisi kemalanganmu sendiri.

"Yeri..." panggil Mingyu berlari dari kejauhan menyusul Yerim membuat gadis itu berbalik dan menatap sengit suami Eunha tersebut.

"Mau apa kau,?" ketus Yerim.

"Maafkan aku, Yer, karena aku kau dan suamimu jadi bertengkar," sesal Mingyu membungkukkan badannya.

"Baru sadar? Kau itu jadi laki-laki kenapa lemah sekali sih! Dimana-mana suami itu kepala rumah tangga, seorang istri harus menghormati suaminya tapi yang kulihat kau diam saja saat ditindas oleh istri sendiri," nasihat Yerim panjang lebar. Ia menarik nafasnya kembali, "sesekali kau harus tegas, istrimu harus tau kalau kau kepala rumah tangganya. Istrimu itu bukan gozila hingga kau harus takut padanya," lanjut Yerim terdiam,

"Tapi dia dedemit!" batin Yerim melengkungkan bibirnya kebawah.

"Iya, Yer, aku tau, aku memang lemah karena terlalu mencintai istriku,"

"Disitulah letak kesalahanmu, cobalah mulai sekarang bersikap lebih tegas lagi. Aku tidak memintamu berlaku kasar pada istrimu, hanya saja sebagai suami kau harus bisa mengambil keputusan,"

Mingyu mengangguk. Senyum tipis terukir dibibirnya mendengar segala perkataan Yerim. Gadis itu bahkan lebih muda dari dirinya tapi pemikirannya sudah sangat dewasa. Betapa malunya Mingyu saat ini.

"Jungkook benar-benar beruntung memiliki istri sepertimu, Yer," puji Mingyu.

"Yeaa, tapi dia tidak menyadari itu," balas Yerim cepat, "kembalilah sekarang dan buktikan pada istrimu kalau itu suaminya yang bisa bersikap tegas terhadap dirinya," suruh Yerim.

"Lalu kau mau kemana,?"

"Mancing dibulan," canda Yerim, "ya kekamarku, lah, yaa kali aku jalan sendiri, bisa tersesat nanti," sambung Yerim tertawa.

"Kau ini, masih sempat-sempatnya bercanda dengan mata sembab gitu," kekeh Mingyu.

Wajah cantik Yerim kembali murung membuat Mingyu tidak enak hati karena merasa sudah salah bicara.

"Sekali lagi maafkan aku, Yer," sesal Mingyu, "aku akan kembali sekarang," pamit Mingyu dibalas anggukan kepala Yerim. Mingyu lalu berbalik, melangkah pergi meninggalkan Yerim sambil melambaikan tangan.

"Jangan lupakan apa yang ku katakan!!" teriak Yerim sebelum Mingyu hilang dari pandangannya dan setelah itu melanjutkan langkah menuju kamarnya. Untuk saat ini Yerim hanya ingin tidur agar ia bisa melupakan sederetan kekesalannya hari ini.

----

Jungkook benar-benar kelimpungan mencari keberadaan Yerim. Ia sudah berkeliling disegala tempat yang pernah mereka datangi. Jungkook juga bertanya pada beberapa petugas hotel dan orang yang berlalu lalang dengan menjelaskan ciri-ciri yang dimiliki Yerim tapi tidak ada satu pun dari mereka yang melihat istrinya itu.

My Perfect Husband (Sudah Dibukukan)Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang