Delete Scene

16.5K 772 126
                                        

Bagi seorang ibu melihat anaknya sakit adalah mimpi terburuk  dalam hidup. Apalagi saat harus menyaksikan tubuh kecil yang biasanya selalu bergerak aktif kini lebih sering menghabiskan waktu untuk tidur dan menangis karena merasa terganggu akan sesuatu yang belum bisa ia adukan pada ayah atau ibunya. Itulah yang kini dialami oleh Yerim ketika putri bungsunya sakit. Chaerim yang memang memiliki daya tahan tubuh lemah cepat sekali tertular virus yang sedang merembat anak-anak kompleks perumahan mereka.

Langkah kaki lemah Yerim melenggang menuju box bayi dimana putrinya tidur saat Suara tangisan Chaerim menggema memenuhi seluruh penjuru kamar hinga mau tak mau sang ibu harus beranjak dari kasur dan mengendong putri kecilnya dan membawanya ke tempat tidur.

"Bentar yaa, Dek," gumam Yerim pada anaknya sambil membuka beberapa kancing kemeja sutra hitam milik Jungkook yang melekat ditubuhnya. Usai memenuhi kebutuhan suami Yerim yang terlalu lelah memungut baju tidurnya yang entah dibuang dimana oleh Jungkook memilih menarik kemeja kerja milik suaminya dan memakainya saat itu juga sebelum terlelap. Dan sekarang, dalam kondisi tubuh yang lelah karena baru ada dua jam ia terlelap. Chaerim yang sedang dalam kondisi tidak enak badannya malah terbangun meminta susu.

Yerim mengulurkan tangan mengusap kepala Chaerim yang ditumbuhi rambut lebat seperti kakak lelakinya sewaktu keciil dulu. Yerim tersenyum memandang putri kecilnya yang begitu lahap menyedot susunya. Sesekali matanya terpejam menahan kantuk dengan telapak tangan mungil yang terulur ingin menyentuh pipi bundanya.

"Adek cepat sembuh yaa, sayang biar bisa bermain bareng Kakak Jeongsan," ucap Yerim pada putrinya.

"hue...hiks...," tangis Chaerim melepas puting susu bundanya secara tiba-tiba.

"Adek kenapa, jangan bikin bunda takut, sayang," ucap Yerim pada putri bungsunya yang terus saja menangis tanpa bisa memberitahu apa yang sebenarnya ia rasakan.

Chaerim, bayi mungil yang baru berusia beberapa bulan mengucek kasar hidungnya yang memerah lalu membuka mulutnya, meraup udara sebanyak mungkin hingga menimbulkan suara denguran halus kembali membuat Yerim tidak enak.

"Adek sulit bernafas yaa," suara Yerim tercekat. Sungguh ia tidak tega melihat keadaan putrinya seperti ini. Jika bisa, Yerim ingin mengantikan posisi anaknya saja saat ini.

Mendengar suara tangisan Yerim membuat Jungkook terbangun dari tidurnya lalu dengan cepat memposisikan dirinya duduk disamping Yerim, menatap istrinya yang sedang menimang putri kecilnya yang terus menerus menangis.

"Adek kenapa, Sayang," tanya Jungkook pada istrinya.

Yerim menggeleng dengan air mata yang sudah mengalir membasahi pipinya, "Adek rewel karena tidak bisa tidur," cerita Yerim tersedu-sedu.

"Terus kenapa kamu ikutan nangis, Sayang, Adek kan cuma sakit flu biasa,"

"Tapi adek sulit bernafas, aku tidak tega lihatnya,"

"Ya sudah, besok pagi pagi kita ke klinik dokter Lee yaa,"

Yerim mengangguk menjawabnya. Ia lalu teringat akan metode kakak perempuannya ketika mengurus Seungyoon yang sedang sakit flu. Naluri seorang ibu menuntut Yerim melakukan sesuatu yang mungkin menjijikkan bagi orang lain tapi tidak bagi Yerim yang langsung saja memposisikan bibirnya dilubang hidung Chaerim kemudian menyedot cairan yang menganggu pernafasan putrinya. Hal yang dilakukan olehnya barusan sukses membuat Jungkook terkejut bukan main dan setelah selesai, Yerim memberikan Chaerim kedalam gendongan ayahnya lalu berjalan masuk kedalam kamar mandi untuk membuang cairan yang ada didalam mulutnya.

Usai disedot cairannya. Chaerim berangsur tenang dalam dekapan ayahnya. Yerim kembali dari dalam kamar mandi ikut bergabung diatas tempat tidur lalu. Ibu dua anak itu lega melihat putrinya mulai terpejam karena ditimang oleh ayahnya.

My Perfect Husband (Sudah Dibukukan)Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang