Kami telah memperbarui Pedoman Konten kami.
Tinjau pedoman terbaru untuk terus berbagi cerita dengan aman.

BAB 2 : RUANGAN PETUNJUK

751 43 1
                                        

Aku membelalakkan mataku atas kejadian aneh ini. Alih alih aku melihat Dinasaurus hidup lagi, aku kena teleport paksa ketempat aneh. Ruangan serba putih tanpa pintu dengan sebuah komputer ditengah tengahnya. "Busetdah, bagaimana caranya aku bisa kesini?"

"Astaga! Aku tak mau terkurung disini!!"

Satu satunya yang memungkinkan untuk keluar darisini adalah.. Komputer itu! Aku merasa ragu sebelumnya tapi insting gameku berkata ini akan baik baik saja. Yah, aku hanya mengikuti instingku karena instingku selalu tepat.

Ketika aku mendekat, sebuah meja dan kursi muncul daribawah ruangan dekat komputer itu. Keterkejutan ini begitu tiba tiba sampai otakku sudah tidak mampu menyandang kegilaan ini "Oke! Akan kuturuti apa maumu kampret!!". Aku lantas duduk menghadapi komputer itu karena feelingku mengatakan ia akan melakukan sesuatu?

Layarnya kemudian menyala sendiri, dan menampilkan video tentang alam yang membuat hatiku bergemetar.

"Berhati hatilah aku! Semoga tidak ada Jump scare di video ini."
Sampai video itu berhenti diputar aku menontonnya dengan was was, menutup sebagian mataku sambil memegangi bangkunya. Tapi syukur saja bukannya jump scare tapi sebuah pertanyaan quiz muncul.

"Apa pendapatmu tentang video tadi? Biasa? Terharu? Marah? Atau bagaimana?"

Aku mengetikkan jawabanku di kolom yang tersedia disana. Lalu muncul lagi kemudian kujawab lagi, terus begitu sampai sekitar 20 pertanyaan yang kujawab. Kemudian tulisan terpampang kembali di depanku, "Selamat Anda terpilih sebagai Moderna. Jika ada yang anda ingin ketahui silahkan tanyakan pada saya."

Memiringkan kepala, ini terasa deja vu bagiku. Aku merasa pernah membaca hal semacam ini dalam sebuah komik dimana karakter utamanya setelah bertarung melawan orc yang tiba tiba muncul di dunia ia terpindahkan ke white room dan ia mempelajari banyak hal disana sebelum ia kembali untuk bertahan hidup. Ini menyenangkan, ini benar terasa seperti mimpiku. Dunia ini dipenuhi hal hal yang tidak perlu. Jadi, dapat kusimpulkan sekarang bahwa. Dunia ini perlu di rombak ulang ke pengaturan awal. Hei bukankah ini terdengar menyenangkan, seperti yang ada di anime biasanya.

"Mengapa anda tersenyum? Adakah yang lucu dari penjelasan singkat saya? Ataukah otak anda mulai menggila?"

Suara itu terdengar dari komputer itu, terdengar sayu tapi kuyakin itu suara seorang kakek tua. Lalu, aku melihat bayanganku di balik layar dan aku mendapati diriku sedang tersenyum dengan lebar. Aku tidak menyadarinya bahwa kurasa.

"Yah, kau benar. Kurasa aku cukup menggila disini." balasku senang.

"Ya ampun kalau benar begitu maka aku dalam kesulitan dong. Pada akhirnya aku menemukan orang berbakat sepertimu untuk kujadikan top player." lanjut suara si kakek.

"Jadi, bisakah aku mulai bertanya?"

"Tidak suka basa basi ya? Baiklah, silahkan."

Aku tidak mengerti atas kejadian kejadian aneh ini. Tapi, kurasa akan kuikuti permainan busukmu ini. Daripada aku harus bersama orang orang kupret seperti di sekolahku, terjebak di dunia game seperti Kirit*d tidak buruk juga.

"Aku sudah mengerti situasi dan dasar dasarnya dari kemunculan zombie zombie ini. Tapi aku ingin kau menjelaskan tentang Game mu ini. Pada dasarnya kau ingin aku bertahan hidup kan, tapi aku menginginkan penjelasan lebih lanjut."

"Begitu ya, kurasa Devy memang benar tentangmu, kau memiliki bakat dalam hal memainkan game. Yah, aku rasa tak mungkin juga aku memberikan penjelasan singkat dan bahkan tanpa panduan. Apa kau ingin mendengarku bicara dalam mode ini atau mode formal?"

"Mode formal aja deh."

"Eeeh~ kenapa?"

"Kau dalam mode ini terlalu banyak bacot."

STILL PLAY : GAME A LIVECerita yang bikin terobses. Temukan sekarang