Kami telah memperbarui Pedoman Konten kami.
Tinjau pedoman terbaru untuk terus berbagi cerita dengan aman.

V2 BAB 32 : GACHA

140 14 4
                                        

Apa maksudnya rasku Human (92%) apakah rasku sendiri dipertanyakan? Atau itu suatu proses tahapan menuju tingkat evolusi baruku?

Banyak hal yang harus kupikirkan tentang Systia, karena ia lebih kompleks daripada sistemku sebelumnya. Terlebih terhadap cara bertambah kuat, jika sistemnya menjadi lebih sempurna maka artinya akan ada kemungkinan aku dapat menambah kekuatan tanpa levelling dan bantuan skill.

Ya, MURNI KEKUATANKU!!

Segala jenis kekuatan itu bersumber dari pengetahuan, jika aku mempunyai pengetahuan maka akan mudah dalam memperkuat diriku nantinya. Bahkan aku mungkin bisa merobek kepala dewa kampret yang mengutukku hingga terjebak dalam kondisi ini.

Baiklah sudah kuputuskan!!

"Tuan Kamito, apa anda dengar?"

Baiklah, aku sudah siap mendengar ocehan kalian jadi cepatlah. Ataukah aku harus bersikap sopan? Ahh itu tidak terdengar seperti diriku jadi lupakan saja.

"Ya, aku agak melamun sedikit. Ada apa?" jawabku ketus.

"Umm, raja ingin meminta sesuatu pada anda, jika berkenan maka silahkan ikuti saya untuk menemui raja disana."

Tunggu?

"Kenapa harus aku yang mendatangi?" tanyaku.

"Eh??"

Pahlawan itu terlihat kebingungan dengan pertanyaanku.

"Apakah disini terlihat seperti akulah yang memerlukan bantuan? Lantas kenapa aku yang harus berjalan membuang tenaga untuk menemuinya?"

[Master, kepribadian anda buruk sekali.]

Diam kau.

"Yah, aku tidak memiliki banyak waktu jadi terserah saja. Toh aku juga memiliki beberapa permintaan." lanjutku.

Itu 100 meter yang membosankan, jalanku dipenuhi oleh prajurit prajurit yang kelelahan dan kesakitan. Dan terlebih...

"Wah itu utusan Dewi Lumina."

"Sungguh aura yang menyilaukan."

Tatapan tatapan penuh harapan yang mengarah padaku itu membuatku lelah. Serius berhentilah menatapku dengan aneh seperti itu.

Dua pahlawan itu tiba tiba berlutut dihadapan raja, sedangkan aku tidak. Terserah jika mereka mencoba memenggalku atas dasar penghinaan terhadap raja aku tidak peduli, toh aku juga immortal.

"Terima kasih telah mau datang menyelamatkan kami wahai tuan penyelamat." titah raja itu.

Bibirku menyunggingkan sedikit senyuman, yah sudah lama aku ingin melakukan roleplay semacam ini. Mari berdrama seperti dulu ketika aku masih di bumi.

"Wahai raja yang bijaksana, saya rasa pujian tersebut agak berlebihan karena saya hanya melaksanakan tugas." jawabku sambil berlutut ala ksatria.

"Anda tidak perlu mengotori pakaian anda dengan berlutut Tuan, saya mohon berdirilah."

"Kalau begitu saya terima kebaikan anda. Lalu tidak perlu terlalu formal kepada saya, nama saya Solein Kamito."

"Saya Raja Tiarnus XII mewakili semua prajuritku berterima kasih kepada anda. Jika ada sesuatu yang anda inginkan maka saya akan kabulkan selama masih dalam kemampuan saya." balas raja sambil turun dari kudanya.

INI DIA YANG KUCARI SEJAK TADI!!! TIDAK PERLU BASA BASI LAGI!!

"Sebenernya saya memiliki dua permintaan tentang itu jika diperbolehkan."

"Maka katakanlah."

"Baik, yang pertama saya menginginkan izin akses dari perpustakaan kerajaan anda."

STILL PLAY : GAME A LIVECerita yang bikin terobses. Temukan sekarang