Kami telah memperbarui Pedoman Konten kami.
Tinjau pedoman terbaru untuk terus berbagi cerita dengan aman.

BAB 3 : IBLIS DALAM HATIMU

522 44 2
                                        

Aku telah berjalan selama beberapa menit dan baru mencapai kota seberang. Karena sekolahku berbatasan dengan kota seberang jadi kupikir lebih baik aku pergi kesana karena pasti ada banyak hal yang bisa kudapatkan disana. Berbeda dengan kota tempatku yang cukup besar, disana cukup kecil dengan populasi yang lebih sedikit. Dan aku punya rumah kedua disana.

"Jika ingin bertahan hidup, jangan serakah. Karena serakah membawa petaka."

Di jalan, aku hanya bergumam sendiri untuk membuat mataku terjaga. Aku juga melihat lihat tapi sejauh mata memandang aku hanya melihat zombie yang berlalu lalang. Tentu aku merasa merinding awalnya, tapi setelah aku tahu mereka itu buta, tak bisa lari, otaknya bodoh, dan tak bisa mencium bau lagi aku sedikit tenang.

"RRAAAR."

"KYAAA, T-TOLONG AKU!! T-TIDAK JANGAN AKU!!!"

Hilih, masih ada orang yang hidup ternyata ya. Aku memang juga beberapa kali berpapasan dengan mereka yang sedang dimakan, ada juga yang sedang dimakan dengan gaya 3P oleh zombie. Aku juga melihat mereka yang menatapku dari kaca jendela rumah mereka.

Sepertinya, tidak ada orang yang lebih gila dariku karena berani berjalan ditengah jalan dengan tenang ya. Mungkin aku bisa jadi orang sedeng di mata mereka.

"Eh ada zombie lonte, abis di eue zombie mbak?" bisikku kecil ketika melihat seorang zombie yang milf tapi bersimbah darah. Mungkin ia seseorang yang nyasar kesini.

Aku memang beberapa kali dilirik oleh zombie sebelumnya saat berbisik. Tapi mereka terlalu bodoh untuk mengurusinya, jadi mereka hanya sebatas melirik saja. Meski aku ingin membunuh mereka dan mengambil tanduk mereka untuk kujual, aku lebih mementingkan badanku agar bisa istirahat terlebih dahulu.

Ngomong ngomong soal tanduk, tanduk tentara yang sebelumnya kujual ternyata berharga 5 Silver dan ketika aku mengkonversi uang di dompetnya sebanyak 10.000 ¥ aku mendapat 10 gold. Sedangkan rata rata skill memerlukan 50 gold.

Artinya aku memerlukan sekitar 50.000¥ untuk sebuah skill. Sepertinya mata uang gold melebihi dollar yah meski agak cukup mudah mendapatkannya. Itu mahal sekali pret, di jalan aku melihat banyak barang tapi kucoba mendekati sebuah motor yang kuncinya masih ada disana.

"Mari kita lihat apakah ini bisa dijual." aku memegang kuncinya dan memikirkan transaksi lalu smartphoneku bergetar.

Membukanya, kulihat sebuah kolom pilihan.

"Apakah anda ingin menjual (motor) seharga 900 Gold. Ya atau Tidak." lalu kuklik Ya dan motornya menghilang menjadi partikel partikel yang terbang ke angkasa.

"Aku masih merasa awam dengan ini. Tak kusangka harga barang memang sesuai dengan harga dunia. Yah, setidaknya ini sedikit memudahkanku."

Aku membuka aplikasi baru di smartphoneku yaitu Bar. Disana ada menu status, dompet, inventory, perlengkapan, dan komunitas.

Aku dapat melihat perkembangan status kekuatanku di status, di inventory aku bisa memasukkan lebih dari 50 barang berbeda dengan satu stak sekitar 55.

Dan di perlengkapan aku bisa melihat kerusakan yang diterima item item yang sedang kupakai.

Dan komunitas untuk menu regu, guild, dan beberapa menu tanda tanya.

Serta tentunya dompet adalah untuk melihat banyak gold yang kumiliki. Saat ini uangku telah mencapai 902 gold 4 silver dan 23 tembaga. Uangku meningkat drastis sejak menjual motor tadi, tapi mendapatkan hal seperti itu hanya keberuntungan yang sukar didapat.

"Ahh ada banyak kotak kosong disana. Jual lagi saja ah."

Ngomong ngomong sebuah kotak jika dijual akan mendapatkan 2 tembaga. Dan mungkin 10 silver atau lebih adalah setara dengan satu gold. Jadi daritadi aku terus terusan menjual banyak hal yang kutemukan. Meski beberapa tidak bisa kujual karena mungkin ada kepemilikannya.

STILL PLAY : GAME A LIVECerita yang bikin terobses. Temukan sekarang