Kami telah memperbarui Pedoman Konten kami.
Tinjau pedoman terbaru untuk terus berbagi cerita dengan aman.

V2 BAB 35 : RAHASIA PREDATOR

93 10 7
                                        

Kepala demi kepala terus terusan beterbangan di sana sini, jika ada yang melihat ini mungkin mereka akan berteriak karena melihat sesuatu semacam “Leak”. Sayangnya itu semua disebabkan olehku yang kini bergerak dan menebas monster monster dalam jarak pandangku.

Dengan dipermudah titleku yang meningkatkan kekuatan serangan, ratusan kepala dari berbagai tipe monster sudah terbabat habis hanya dengan bermodalkan Mezzaluna ditanganku. Selain itu aku berusaha sebisa mungkin untuk tidak bergantung pada Systia baik itu Skill, Sihir, maupun keluwesan lainnya.

Sebenarnya Mezzaluna sendiri bisa dianggap cheat juga sih, soalnya dia bisa menggandakan dampak seranganku hingga 20%, meningkatkan poin DEX dan menambah kecepatan seranganku.

Levellingku mungkin sudah mentok dalam batasan hutan ini, levelku tidak naik lagi entah berapa banyakpun monster yang kubunuh. Walau mereka terlihat seperti chimera dari kambing, singa dan ular tapi bagiku mereka hanyalah boneka yang bahkan tidak bisa memutus bulu kakiku.

Aku harus bertambah kuat dengan caraku sendiri, tanpa Skill maupun Sihir tubuhku masih bisa menggunakan Ki atau tenaga dalam sebagaimana yang kulakukan di dunia sebelumnya. Karena kali ini tidak akan semudah aku melakukannya di dunia dunia sebelumnya, aku akan melewati ribuan dunia yang tak dapat kuprediksi standar kekuatan normal disana maka aku harus siap dengan segala kemungkinan yang ada.

Kekuatanku bisa saja sebenarnya dibawah standar dunia itu, jadi sebisa mungkin aku akan menghabiskan waktuku untuk memperkuat diri. Tapi aku juga tidak bisa melupakan bahwa untuk apa aku berjuang, jadi waktuku akan kumanfaatkan sebaik mungkin untuk bertambah kuat setiap waktunya.

Tunggu, ada satu keanehan dalam diriku.

Systia, apa kau tahu nama nama orang itu selain Yukina?

[Master, aku dibuat menggunakan ingatan dan pengetahuanmu tapi ketika aku mencoba mengetahuinya kembali, aku merasa ada sesuatu yang menghalangi.]

Ada apa sebenarnya nih?

[Jika kau melupakannya bukankah itu berarti tidak penting?]

Lha iya bener juga yak?

Hmmm, kurasa kau benar. Walau ada banyak hal yang mesti kuketahui tentang semesta ini, mari lupakan hal itu dulu.

[Bicara soal pengetahuan, apakah tidak sebaiknya kita pergi sekarang untuk mengambil barang yang kau minta sekalian menuju perpustakaan?]

Pandanganku menatap sekitar, tak peduli berapa kali aku melihatnya ada banyak sekali mayat monster yang bersimbah darah dimana mana. Kurasa aku harus membereskan kekacauan ini sebelum mereka menjadi undead nantinya.

Aku tak punya pilihan lain selain menggunakannya.

“Systia, aku ingin menggunakan semua buff!”

[Semua Buff skills yang terdaftar telah digunakan.]

Kemudian kembali petir meliputi tubuhku, aku menggunakan [Godspeed] ditambah skill peningkat agility untuk menghindari tubuhku kelebihan batas penggunaan kekuatan ilahi.

Melalui jariku, aku mengangkat sehelai daun dan lalu menjatuhkannya ketanah.

Baiklah, setidaknya waktu telah melambat hingga 5% dari aslinya. Segini kurasa sudah cukup?

Bagiku waktu masih berjalan normal akan tetapi segala hal disekitarku seolah melambat. Dalam waktu sesingkat singkatnya, dengan jarak yang efisien, aku bergerak dan mulai menyentuh mayat monster monster yang telah kubunuh. Beruntung aku masih dapat melihat tanda mereka di [Map Explore] sehingga aku tak perlu repot berjalan kesana kemari tanpa arah tujuan sehingga dalam waktu tak lama aku sudah menyentuh total 351 monster di hutan ini tanpa tersisa.

STILL PLAY : GAME A LIVECerita yang bikin terobses. Temukan sekarang