Kami telah memperbarui Pedoman Konten kami.
Tinjau pedoman terbaru untuk terus berbagi cerita dengan aman.

BAB 16 : INI MULAI MENYUSAHKAN

281 36 3
                                        

Sesuai dengan perjanjian, saat ini aku tengah genap berusia 16 tahun dan akan dimasukkan ke akademi. Aku berdalih bahwa aku tak perlu pendidikan tapi yang ayahku bilang adalah.

"Kau mungkin sudah kuat dan berpendidikan, tapi dunia luar tak bisa dilihat dari buku. Kuharap kau mengerti yang ayah maksud Sorey."

Semalaman aku berusaha mengelak namun pada akhirnya aku tetap kalah dari ayah jika berdebat. Akhirnya sekarang aku duduk di dalam kereta kuda menuju sebuah akademi sihir.

Aku diberikan uang sebanyak 10 keping emas dan 2 keping emas untuk menyewa kusir untuk kereta kuda yang kunaiki. Alih alih kulakukan, aku menyimpannya untuk nanti sedangkan untuk mengendarai kudanya.

"Hoi kalian berdua berjalanlah dengan baik, ikuti jalan, lurus saja, jangan sampai tersesat."

Para kuda hanya terkikik ketakutan dan kemudian berjalan sesuai jalur. Diluar kudengar agak sedikit ramai tapi kuputuskan untuk menghiraukannya dan mengecek statusku sekarang.

Nama : Sorey Rover
Job : Swordsman, Blacksmith, Alchemist
Ras : Manusia
Title : [Son of Rover's Viscount] [Taboo Swordsman] [Monster Hunter] [Dark Slayer] [Genius]
HP : 48219/48219
MP : 157/157
STR : 381
DEX : 500
DEF : 317
AGI : 494
VIT : 302
INT : 68
EVA : 530
Sisa Poin : 51
Skill : [Iaido Master] [Hidden Slash] [Accelerate] [Edged Eyes] [Slay Belay] [All Weapon Mastery] [Body Mitigation] [Combination] [Adapt] [Combat Lover Aura] [Intimidation] [Warcry] [Blade Waves] [Areal Sword] [Backstep] [Phantom Slash] [Reflex] [Blade Tempest] [Long Range] [Cross Wield] [Godspeed Per Slay] [Chariot] [Appraisal] [Elemental Resistance] [Intuition] [Alchemy] [Smith Mastery] [Leap]
Magic : [Transmutation] [Forming] [Smelting] [Stun] [Fill Stat Enchancement]
Technic : [Chi Manipulation] [Mystical Power Manipulation] [System]

Hmm? Statusku berada pada tingkatan yang berbeda? Aku kemudian melihat keluar kereta dan mencari orang orang yang terlihat kuat.

Namun hasilnya, rata rata status mereka hanya 100 - 150. Yah mungkin mereka hanya advanturer tingkat B atau C, karenanya aku bisa berada diatas mereka.

Ahh? Mereka melihat kearahku, aku melambaikan tanganku kearah mereka lalu mereka membalasnya dengan wajah yang aneh. Tak memerdulikannya, aku memasukkan kembali kepalaku.

Sepanjang perjalanan aku terus terusan mengaktifkan skill [Intimidation] untuk menghindari serangan monster ketika keluar dari kota. Sebenarnya bukan hal yang sulit untukku mengatasi masalah semacam itu, tapi akan menyusahkan jika itu terjadi.

Selagi melakukannya aku juga meracik potion untuk kukonsumsi sendiri. Aku tak berniat menjualnya karena jika aku ingin, membeli sebuah kerajaan adalah hal yang mudah bagiku.

Angin berhembus sepoi sepoi, suasananya hutan yang kulewati benar benar tenang sampai sesuatu mengusikku. Disaat aku hendak menyelesaikan potion ke 24 terdengar sebuah teriakan.

"Perempuan? Wanita? Tidak, suaranya lebih kecil." pikirku.

"Hoi kalian berdua berhenti dan jangan pergi kemana mana atau rasakan akibatnya." ucapku sambil menunjuk kuda penarik kereta.

Dengan perintah simpel dua kuda didepanku terdiam lalu kemudian merebahkan diri.

"Bagus, jadilah anak baik dan aku tak akan lama."

Berlari kearah sumber suara, aku meningkatkan statusku dengan tenaga dalam untuk mempertajam inderaku. Dengan poin agility yang tinggi aku dengan mudah berpindah pindah dari pohon ke pohon.

Dan ketika aku sampai di sebuah dataran yang agak tinggi aku melihat sebuah perampokan. Tujuh orang bandit, satu assasin, sebuah kereta kuda mewah, satu gadis, satu wanita, dan satu orang biasa serta 16 mayat ksatria mungkin?

Aku segera mengganti pakaian bangsawan dan mengenakan suit tempurku serta jubahnya. Yups ini lebih kompitabel daripada menggunakan pakaian ruwet itu untuk bertarung.

Mataku menangkap sebuah bendera dengan lambang kerajaan Sevian, kerajaan tetangga dengan Agelia yang kini telah berdamai. Ah! Salah satu Assasin itu mencoba merobek pakaian wanita itu.

Menggunakan Skill [Leap] dan [Accelerate] aku muncul dihadapan mereka lalu berpindah disamping sang Assasin. Darah mengucur dari lengannya membuatnya berteriak dan mundur tertatah tatah.

"T-Tanganku!!! UGAAAA!!!!"

Semua bandit mengacungkan pedangnya ke arahku lalu berkata "Kau! Apa yang kau lakukan!!? Apa kau tidak tau siapa kami!!?"

Tunggu, hey bukannya kejadian ini nampak klise bagaimanapun kau melihatnya?

"Ugh teriakan orang itu berisik sekali. Bisakah kalian menyumpalnya dengan sesuatu?" timpalku kesal.

Dengan skill [Intimidate] serta [Warcry] seluruh bandit langsung terkapar dan pingsan, apa apaan ini? Bukankah mereka terlalu lemah?

Melihat kebelakangku, wanita itu tengah memeluk gadis yang nampaknya adalah putrinya. Bajunya yang sobek sedikit menampakkan belahan dadanya maka aku langsung melemparkan salah satu jubahku dari inventory secara acak.
"itu menggangguku." Batinku
Ia langsung mengenakannya walau sedikit tatapan terkejut ada di matanya. Ia beserta putrinya kemudian menundukkan kepalanya, sedangkan aku masih sibuk mengikat para bandit ini.

"Tuan, kami sungguh berterima kasih atas apa yang telah engkau lakukan. Namun bolehkah kami meminta bantuanmu untuk menuju kota berikutnya?" pinta si Wanita sambil membungkuk kearahku.

"I-Ibu! Ibu adalah Ratu, kenapa harus meminta padanya!?" Potong putrinya.

Hey bukankah itu tidak punya tata krama? Aku merasa sedikit gerah jadi aku membuka tudung hoodieku lalu bersiul. Jika para kuda itu tidak datang dalam satu menit maka aku akan menghukumnya.

Aku hanya diam dan berkata "Tunggulah sebentar" pada mereka untuk menghentikannya terus membungkuk. Ah iya, aku lupa mematikan Skill [Intimidation]ku dan durasi Warcry masih aktif.

Setelah mematikannya, aku mengambil tiga buah apel dan memberikan dua kepada ratu dan putrinya. Aku tidak suka berperilaku seperti kesatria jadi aku hanya bersikap seperti biasa.

Nampaknya sang putri agak tidak menyukainya namun kini telah terbiasa berkat ibunya. Aura kebijaksanaan Ratu ternyata cukup hebat ya?

"Maukah kau memberitahuku namamu nak?" tanya Ratu itu.

"Sorey Rover. Dan anda adalah Ratu dari kerajaan Sevian, Celliels Anf Sevian dan putri sulung anda, Selenia Anf Sevian." ucapku datar.

Sang ratu hanya tersenyum kepadaku, apa itu? Kode macam apa yang kau perlihatkan padaku?

Tak lama kemudian dua ekor kuda dengan sebuah kereta muncul. Kuda itu nampak seperti melalui perjalanan jauh.

Apa ini? Apakah 1 kilometer dalam satu menit mustahil bagi kalian? Aku kemudian mempersilahkan sang ratu dan putrinya untuk naik karena kereta kuda mereka telah hancur sedang 2 kudanya kuikat pada kereta untuk membantu kudaku yang kelelahan.

Selesai mengikat, aku kemudian menaiki kereta juga. Melihatnya, sang Ratu dan putrinya menatapku dengan tatapan bingung.

Aku hanya merapikan peralatan dan ramuanku sambil berkata "Kembali berjalan, kearah barat daya, harus sampai sebelum malam mengerti?"

Kuda kuda terkikik dan kemudian berlari lari kecil tanpa dikendarai.

STILL PLAY : GAME A LIVECerita yang bikin terobses. Temukan sekarang