Aku kemudian memberi tahu kepada Alexia dan yang lainnya posisi posisi penyergap dengan hati hati.
Hanya berbisik kecil berantai dari belakang kedepan.
Kami memulai rencananya, sekitar 5 orang akan permisi ke belakang dalam jangka waktu yang ditentukan. Terlihat seperti mereka kebelet tapi yang sebenarnya adalah mereka akan mengalahkan pengintai jarak jauh dan beberapa pemanah.
Membentuk formasi dengan alami saat melindungi satu sama lain, dengan Ratu di depan didampingi siswa lainnya.
Dan bagaimana denganku? Aku melarikan diri menggunakan Skill [Hide] dan bersembunyi dibalik bayang bayang. Ini terdengar keren, datang disaat mereka terpojok akan membuatku bersinar.
Dan itu hanyalah pemikiran sementara, karena yang akan aku lakukan hanyalah menonton dari balik kegelapan sampai akhir.
Lagipula aku melihat seseorang yang memiliki kekuatan fisik yang mungkin hampir menyamaiku jika dia serius. Dia tidak menyembunyikan hawa keberadaannya, dengan hawa semacam itu saja sudah membuatku gemetar.
Itu cukup mengesalkan untuk tahu bahwa ada orang yang setara denganmu. Tidak, mungkin lebih kuat walau kau sudah latihan mati matian.
"Ngomong ngomong rasanya aku pernah melihatnya..?"
*******
"Dimana Sorey? Dia tiba tiba menghilang sebentar saja jika tidak diperhatikan. Ahh, padahal dia adalah yang terbaik diantara kami."
Alexia mengeluh akan kondisinya saat ini, ia berada di kondisi yang tidak diuntungkan. Hanya Sorey yang hafal dengan posisi letak, tipe, dan strategi yang dimiliki musuh entah bagaimana ia mengetahuinya.
Dan saat ini Sorey menghilang dari barisan membuat kebingungan dan kecemasan dari semua orang. Terpikir bahwa karena Sorey lah yang mengetahui posisi musuh maka ada kemungkinan seorang assasin menculiknya.
"Seseorang harus menggantikan Sorey."
Alexia menggigit bibir bawahnya, ia tahu bahwa ia masihlah lemah setelah melihat kemampuan sihir Sorey yang menakjubkan namun jika bahkan Sorey ditangkap secepat itu..
"Tetaplah pada formasi, aku merasa sebentar lagi serangan pembuka akan dimulai." bisik Alexia.
Bisikan bisikan semangatnya mengembalikan kepercayaan diri peserta.
[Blade Dance : Spirit Last Step]
Dalam sekejap, belasan bahkan puluhan serangan mengelilingi arena.
"Sihir macam apa itu? Dan siapa yang mengeluarkannya?"
Alexia kebingungan dengan apa yang terjadi, setelah kilatan semua musuhnya langsung terlempar dan terkapar dihadapan mereka.
*******
Aku saat ini berhadapan dengan orang yang kumaksud tadi. Orang ini adalah orang yang ayah maksudkan.
Kami menyilangkan pedang pada jarak yang dekat.
"Pedang itu, anda kepala sekolah Akademi ini kan?" tanyaku sembil menggertakkan gigi.
Kuat, pak tua kempis ini kuat banget. Aku bahkan tidak merasakan dia menggunakan sihir penguat apapun.
Dia kemudian menekanku dan membuatku terdorong.
Dalam satu hentakan!!??
"Ya, aku adalah kepala sekolahnya. Oriana Rein, beritahu namamu dan perlihatkan wajahmu anak muda."
Ahh? Aku lupa aku lagi make tudungnya. Membukanya aku mengenalkan diri sambil berkacak pinggang.
"Sorey Rover pak, ayahku memintaku untuk menendang bokongmu."
KAMU SEDANG MEMBACA
STILL PLAY : GAME A LIVE
ActionDunia yang mungkin kau inginkan namun kau akan sesalkan, bertahan hidup di dalam sebuah game yang dibuat oleh Dewa. Dunia yang telah dikonversi menjadi sebuah game Survival RPG, dan kau serta semua orang yang berhasil selamat sebagai Pemainnya. Ini...
