Ahhh, aku matek lagi...
Ibaraki? Dimana kau? Kumohon datanglah, habiskanlah kue milikku dan aku tidak akan marah karenanya. Siapapun, selamatkanlah aku dari roda takdir yang menyedihkan ini.
Tidak ada yang berjalan sesuai harapanku, bahkan aku sudah lama tidak bertemu dengan ibaraki. Badanku terasa pecah berkeping keping dan kemudian kembali sembuh dan lagi itu kembali rusak dan segalanya terus bersiklus.
"Dewa kampret."
Ketika aku kembali mengingatnya, aku tidak pernah bertemu dengan Devy kan ya? Yang mengaturnya adalah selalu kakek tua sialan itu. Apakah mereka berkomplot untuk melakukan hal ini padaku, yah walau aku tidak akan mencoba seolah tak bersalah dan bertanya apa dosaku.
Tapi hey, aku masih dapat dibilang anak yang cukup baik kan? Toh, aku juga tidak melakukan dosa besar.
[Kamu mendapat penalty]
[Otakmu mengalami kerusakan]
[DEWA MEMBANNED DIRIMU]
[Kamu mendapat skill [World Traveller]]
[Kamu mendapat skill [Unlimited Souls]]
[Kamu mendapat title [The One Who Being Cursed By God of Darkness]
[Kamu diharuskan berjalan di seluruh dunia sebelum menuju peristirahatanmu. Total dunia yang telah dikelilingi 0/6183]
Setelah aku membacanya tubuhku membaik, dan semua fungsinya telah kembali. Aura dingin menyerbu seluruh tubuhku hingga membuatku bergidik sebentar.
"Gak mau, aku pengen langsung masuk surga aja."
Ahh kurasa itu tak bisa, karena rasku kan sesuatu yang berhubungan dengan iblis. Dan iblis tempatnya tentulah neraka kan ya.
"Aku baru paham maksud peribahasa (hidup segan mati tak mau)."
Aku membuka mataku dan mendapati cahaya masuk secara paksa kedalamnya.
"Silau pak, 5 menit lagi boleh gak sih?"
Berbicara sendiri, aku merasa rendah pada diriku sendiri. Hanya deru angin yang dapat memasuki telingaku selama beberapa waktu.
"JOMBLO LAGI DONG GUA!!"
Sambil mengutuk keadaanku dan mengucapkan sumpah serapah aku memeriksa kondisiku. Aku ada di puncak gunung yang tertutupi awan, dan aku menggunakan pakaian seragamku.
Ahh aku rindu seragam ini..
Mari lakukan observasi, aku menemukan sebuah genangan air ketika aku sedikit turun dari permukaan awan di puncak gunung. Ketika aku melihat kedalamnya mataku tidak lagi terkejut karena ini memang hal yang wajar bagi orang yang dikutuk sedemikian rupa sepertiku.
"Jadi kurasa karena aku telah dikutuk untuk mengelilingi semua dunia, maka umurku saat ini mungkin akan menjadi abadi dan tubuhku tidak akan menua sampai aku menyelesaikan kutukannya. Ada juga kemungkinan dimana jika aku tidak melakukan kewajibanku aku akan di hukum karenanya."
"Btw, untung mukaku masih mayan tamvan." ucapku sambil melihat wajahku di genangan air.
Aku juga mengecek sistem dan itu sepertinya masih mati, jadi kurasa aku tidak bisa mengandalkan sistem untuk mempermudah kutukan ini. Sebagaimana dijelaskan bahwa Dewa membanned diriku artinya aku tidak diberikan akses apapun lagi terhadap sesuatu yang berhubungan dengannya.
Namun, setidaknya aku memperoleh sedikit kekuatan diatas para pahlawan dan setara dengan seorang raja iblis dan sebagai start point itu sudah lumayan bagus.
"Toh Raja iblis kan emang ras punyaku." keluhku.
Dalam beberapa kali hentakan aku menuruni gunung hanya dengan tubuhku. Yups, level 100 dari kinerja terakhir sistem sepertinya masihlah berlaku setelah semuanya.
KAMU SEDANG MEMBACA
STILL PLAY : GAME A LIVE
AksiDunia yang mungkin kau inginkan namun kau akan sesalkan, bertahan hidup di dalam sebuah game yang dibuat oleh Dewa. Dunia yang telah dikonversi menjadi sebuah game Survival RPG, dan kau serta semua orang yang berhasil selamat sebagai Pemainnya. Ini...
