Aku langsung berlari kearah putri Alexia dan kemudian menangkapnya didetik detik akhir dan kemudian menggendongnya dengan gendongan putri. Sial, melakukan hal merepotkan semacam ini benar benar terasa bukan seperti diriku saja.
"Untuk sementara minum ini dahulu!" ucapku sambil menyumpal mulutnya dengan botol mana potion.
Dia benar benar diambang batas karena penggunaan mana berlebih. Untuk apa sih kau melakukan hal gegabah semacam itu, lihatlah kau sekarang bahkan pingsan.
"Medis!! Priest tolong bantu!!" teriakku.
Tak lama sekumpulan orang berjubah terusan putih datang dan menyembuhkan putri Alexia. Mereka berterima kasih atas apa yang kulakukan, emangnya aing ngapain tadi?
Melihat kebelakang, orang orang menatapku dengan bingung. Kenapa sih? Aku melanjutkan kembali berjalan kebelakang setelah Ratu Celliels mengambil alih perhatian untuk melanjutkan test di tempat yang berbeda.
"Seperti yang diharapkan dari kekasihku." ucap Selenia yang kemudian menempel kembali padaku. Serius dia ini apa sih? Lem Altec*?
"Emangnya kenapa sih?"
"Menurutmu berapa jarak dari kita saat ini menuju posisi putri tadi ambruk? Dan kau yang bergerak pertama dalam hitungan detik menyelamatkan Alexia."
Aku kemudian melihat jaraknya, sekitar 7 meter mungkin? Memangnya dalam satu detik kesana itu mustahil?
"Memangnya ada apa dengan itu? Seolah tak ada yang bisa melakukannya saja." ucapku datar sambil mengikuti barisan menuju tempat test baru.
"Ehehehehehee."
Test dilanjutkan di lapangan sebelah, omong omong.
"Aku tak bisa mengeluarkan sihir dalam skala menengah secara langsung. Lalu bagaimana caranya aku mengakali test ini?" pikirku mencari solusi.
Tiba tiba setelah melihat statusku aku mendapat sebuah ide. "Aku juga tak mau kalah dari putri Alexia dan tentu Selenia juga!" batinku.
Dilihat dari barisannya sepertinya giliranku sebentar lagi datang. Selenia sendiri sudah menampilkan kemampuannya yang tak kalah menakjubkan dan ambruk juga.
"Semua putri itu pada geblek maniak sihir ya anjer!!?" ucapku sambil melakukan hal yang sama seperti sebelumnya. Bedanya Selenia tersenyum ketika kugendong, membuatku ingin menaboknya tanpa ketahuan.
Selenia memiliki kemampuan elemental bumi dan angin, kombinasi yang sangat bagus. Dia menampilkan sihir gabungan yang mementalkan target keatas dan kemudian memotong motongnya dengan sihir angin.
Beberapa saat kemudian tibalah giliranku, aku juga akan menampilkan potensi terbaikku. Kurasa aku akan memulainya dengan drama seolah sedang merapal.
Aku mencabut pedangku dari sarungnya.
"Jiwa kesatria yang termakan kobaran api, merusak nama darah di kelopak bunga.."
Diam diam sambil merapal aku membuka aura dari katup sihir pakaianku dan menggunakan skill [Intimidation] untuk membuat aura seolah aku sedang merapal dalam skala besar.
Dengan bantuan [System] aku bisa membuat lingkaran sihir besar diatas pedangku. Menerapkan teknik seolah semua proses lingkaran lanjutan telah terselesaikan dan membuat formasi baru.
Omong omong, [System] adalah teknik yang tiba tiba muncul di layar statusku saat umurku 12 tahun. [System] adalah teknik dimana aku dapat memanipulasi berbagai tindakan seperti saat bermain game tanpa mengurangi mana. Anggap saja ini seperti Game Master.
"Batu roh sang penjaga empat makam suci, demi nafas kastil pedang solomon.."
Bagus reaksi mereka bahkan ternganga!! Lanjutkan diriku.
KAMU SEDANG MEMBACA
STILL PLAY : GAME A LIVE
ActionDunia yang mungkin kau inginkan namun kau akan sesalkan, bertahan hidup di dalam sebuah game yang dibuat oleh Dewa. Dunia yang telah dikonversi menjadi sebuah game Survival RPG, dan kau serta semua orang yang berhasil selamat sebagai Pemainnya. Ini...
