Kami telah memperbarui Pedoman Konten kami.
Tinjau pedoman terbaru untuk terus berbagi cerita dengan aman.

BAB 9 : EKSISTENSI NYATA

320 32 4
                                        

Setelah sebelumnya aku menemukan sepeda balap, sekarang aku sedang di tempat parkir sebuah mini market. Tapi kondisi sial entah mengapa selalu menghambatku dalam tiap tujuanku.

"Dari Map Explored, menunjukkan 4 musuh dalam radius, 30 meter dari dalam mini marketnya."

Yups, jika mereka melawan maka akan menjadi hujan darah di dalam ruangan. Tapi jika mereka tak mengganggu maka kuberi mereka beberapa patah tulang, karena musuh tetaplah musuh.

Aku berjalan menuju pintu depan namun sebelum aku menyentuhnya sebuah pelukan hangat dari kaca yang pecah akibat sebuah peluru hampir menyentuhku. Jika AGI dan EVA ku masih berada di awal aku tak yakin bisa menghindari peluru itu.

Berguling masuk, sesuai dengan arahan di Map Explored dan bantuan dari status Evasion 4 buah peluru dari pistolku meluncur hingga nampaknya mengenai badan mereka yang ada di meja kasir. Suara rintihan dan kesakitan terdengar, meyakinkanku akan kepastian mereka tak melawan.

Namun akan lebih baik jika aku mengintimidasi mereka. "Aku sedang tak ingin berkelahi, jika kalian menggangguku kepala kalian berempat akan terpajang di depan toko ini." Suaraku dingin pada mereka.

""HIIII!!! Ampun!!"

Suara mereka benar benar ketakutan, maka aku tak memperdulikan mereka. Yeah, mana ku hanya tersisa 4 poin setelah menggunakan Map Explored meski sebelumnya sedikit pulih jadi ancaman itu tadi juga hanya sebagai intimidasi tanpa bukti.

Sebelumnya aku mencoba mencari tas backpack tapi berhubung inventoryku punya banyak kapasitas jadi kubatalkan saja dan fokus pada makanan kemasan dan kalengan. Sekitar 20 makanan kaleng, 16 makanan kemasan, 19 roti dan 8 minuman air mineral.

Saat menuju kasir, aku melihat mereka berempat yang sedang meringkuk kesakitan mengambil peluru dari badan mereka. 1 wanita dan 2 pria serta 1 anak kecil, aku mungkin tak peduli tapi melihat anak kecil terkena peluru desert eagle tentu aku merasa sedikit iba.

Jadi aku akan sedikit membantu mereka sekaligus bereksperimen apakah aku bisa menjual peluru yang ada di badan mereka. Dan alangkah mantapnya bahwa itu ternyata bisa dilakukan, sehingga peluruku tak akan sia sia.

Agak terkejut dengan badan mereka yang tiba tiba sakit mereka meringis, jadi aku mengambil bagian obat di market dan memasukkannya beberapa kedalam inventory. Sedangkan dua macam pengurang rasa sakit kulemparkan pada mereke berempat.

"Makan masing masing 1 tablet dan 1 tablet lagi diremuk dan taburkan diatas lukanya. Jangan masukkan obatnya di dalam, hanya sekitar luarnya saja mengerti. Ah dan jangan lupa sebelumnya cuci lukanya dengan air bersih" Saranku pada mereka yang langsung mematuhinya.

Kembali ke tujuan awal aku membuka paksa mesin kasir dan menkonversi uangnya ke gold. Lalu kemudian pergi menjauh dari mini market itu.

"Sekarang aku tak perlu khawatir dengan makanan untuk seminggu kedepan."

Kemudian ketika hendak menaiki sepeda, kembali aku melihat sesuatu dari sebuah mobil. Dan tahukah kalian apa itu? Berkarung karung beras!! Bagus sekali, aku akan menimbunnya di inventory untukku kedepannya.

Saat masuk kedalam mobilnya dan kemudian mentransfer beras ke inventorku aku sadar ternyata slot yang digunakan tetaplah satu meski sebesar karung. Yup, 9 karung beras kutransfer dan sisanya aku jual menjadikan dompetku angkanya meningkat.

"Udah Top Zurvival, Top Sultan kurebut juga kalau begini."

Ketika aku melirik kearah kemudi depan aku menemukan mayat pengemudinya yang terjepit dengan bantalan pengaman ketika terjadi kecelakaan. Kepalanya sedikit menyempil keluar di dekat kunci mobilnya.

STILL PLAY : GAME A LIVECerita yang bikin terobses. Temukan sekarang