[Apakah Master tidak apa apa?]
Setelah pertarungan hidup dan mati, AI kampret ini baru saja menunjukkan batang hidungnya dan itulah kalimat pertama yang diucapkannya. Tapi setidaknya dia peduli pada keadaanku, jadi kumaafkan.
[Ah salahku, Master kan punya [Unlimited Souls] jadi bahkan jika anda terbunuh, anda tidak akan mati dan hidup kembali. Tidak seharusnya saya khawatir tentang itu.]
"KEMBALIKAN RASA SYUKURKU!!"
Ahh terserahlah, setelah perkelahian panjang ini aku butuh istirahat setidaknya beberapa hari. Aku perlu tidur, tidur, tidur dan tidur.
Yahh, mari selesaikan urusan disini.
"Systia, karena aku sudah mengalahkan Modernanya maka aku ingin menjual teritorial ini."
[Perintah tidak dapat dilaksanakan]
Ehh?
"Kenapa begitu?"
[Saya dibuat berdasarkan referensi sistem buatan dari milik Dewa Kegelapan, jadi secara lo-]
"Katakan intinya, aku tak paham."
[Inilah yang membuat Master dulu mati konyol, anda terlalu dungu dan malas berpikir.]
"OY!!"
[Saya tidak dapat melaksanakan perintah karena pada dasarnya tanah ditempat ini sudah ada pemiliknya.]
Lah? Siapa yang berani nyolong duluan ni tanah!!
[Kebetulan, pemilik tanah ini sekarang tengah berada pada 1592 meter dari posisi anda.]
Wehh, kebetulan.. Sini kon tak antemi rai mu!
"Kurasa aku tidak membutuhkan skill accelerator saat ini." ucapku sambil bersiap start jongkok.
Mari kita coba seberapa cepat aku bisa mengendalikan berkah berkah kecepatan dari Dewi Eqrin.
Dengan fokus aku mengalirkan perasaan menyengat keseluruh tubuhku, dan menumpuknya dibagian telapak kaki. Perputaran akan membuat petirnya menghempaskanku ke tujuan dengan instan.
"HAYOK, GASS!!"
**********
"Buat formasi bertahan!! Lindungi raja!!"
"K-KAKIKUU!!"
"Tolong!!!"
Teriakan teriakan itu mencapai langit dengan penuh kesakitan dan kesengsaraan. Melalui [Map Explore] aku dapat melihat sekumpulan titik putih yang dikepung titik titik merah yang memenuhi daerah itu. Mungkin mereka terdesak dan kemudian teriakannya mencapai telingaku.
"Guhaa!!"
"A-Ampuni aku!!!"
"MAMAK!!!!!!"
Baiklah yang terakhir itu teriakanku ok? Dan dimana aku? Tentunya di langit setelah aku tidak bisa mengontrol berkah kecepatan dari Dewi Eqrin dan terlempar serta terjun bebas karenanya. Sebenernya aku sudah mengantisipasi hal ini dengan membeli parasut sebelum aku melakukan percobaan konyol ini.
"Systia!! Gunakan parasut!!!"
[Item tidak dapat digunakan.]
LAHH!!!!!!
[Tekanan angin dan kecepatan jatuh anda terlalu tinggi, tali parasut hanya akan putus jika anda memaksanya untuk menahan tekanan berat.]
Sial, aku tidak memprediksi akan hal ini. Terjun bebas 2 kali dalam sehari? Pala bapak kau!! Mboh kiro aku nang pabji!!? Awto dapet (Too Soon) aku cok!!
KAMU SEDANG MEMBACA
STILL PLAY : GAME A LIVE
AksiDunia yang mungkin kau inginkan namun kau akan sesalkan, bertahan hidup di dalam sebuah game yang dibuat oleh Dewa. Dunia yang telah dikonversi menjadi sebuah game Survival RPG, dan kau serta semua orang yang berhasil selamat sebagai Pemainnya. Ini...
