Hey Yo!!!!
Iyahahaha, dua chapter dalam satu hari? Sombong sekali aku ya!
Tidak, serius jangan lemparkan tatapan memohon padaku. Jadi begini, aku saat ini dilanda sekumpulan [Rentetan Tugas], jadi untuk sementara kurasa ini mungkin akan menahan kalian.
Tentu tak akan lama, akan kuselesaikan lintasan ini secepat mungkin. KARENA AKU BERSAMA BIS KECIL TOYA!!
*******
"Fufufufufu~ jangan menghalangi jalanku ya."
Berjalan santai, aku melangkahkan kakiku diantara puluhan undead yang menyingkir dari hadapanku dibawah terik matahari. Ketika aku menggunakan gelar [Absolute King] dan efek skill pasif [Kings Aura] maka inilah yang terjadi.
"Jadi diarea sekitar sini rata rata Undeadnya sudah mencapai Level 3 ya? Lumayan lah. Lagipula kurasa aku sudah waktunya berhenti mencari gold untuk saat ini."
Setelah mendapatkan hak penuh atas area yang kubersihkan saat itu, aku mendapat gagasan hebat.
'Daripada kubuat area netral yang tentu aku tak berbakat memimpin, apa ada pilihan lebih bagus daripada MENJUALNYA!!??"
Berkat itulah, kota yang sebelumnya bernama di peta kini telah rata tanpa ada sedikitpun benda diatas tanahnya. Pemandangan yang begitu indah, bagi dompetku yang bertuliskan angka 60.751.986.652 Gold. Dengan itu aku membeli beberapa pakaian biasa dan baju tempur khusus, kemudian membeli beberapa senapan dan belati baru.
Tentu tak lupa aku membeli beberapa skill unik seperti [Sage Of Magic Cast] yang membuatku tak perlu merapal dalam mengeluarkan sihir, [All Weapon Mastery] yang membuatku menguasai segala teknik semua senjata.
"Hmmm, apa aku langsung ke Aliansi saja ya? Kurasa memang lebih baik seperti itu~" ucapku keras tanpa peduli memancing undead
.
Aku rasa jalan kaki menuju tempat berjarak 79 kilometer itu akan melelahkan. Mending aku manfaatkan status Agility dan Skillku, yups ketika aku masuk ke White Rooms sekitar 40% poin statusku kumasukkan untuk meningkatkan AGI dan sisanya untuk STR dan INT.
Melakukan peregangan sebentar agar tidak terkena keseleo lagi, maka aku siap untuk melewati rintangan yang menghalangi lariku.
"Eits tunggu, ini kan baru belum sampai satu minggu setelah apocalypse. Dan aku sampai saat ini hanya makan snack dan daging bakar yang membuat lidahku tak merasakan rasa apapun. Apakah Dia masih bertahan?" ucapku khawatirm
"Map Explored! Cari keberadaan toko kue dan Semacamnya!!!!"
[Menemukan 1 Titik Tempat Dari Hasil Pencarian.]
Fuwaaaaa~ makanan favoritku! Aku tak akan memaafkan siapapun yang duluan mengambilnya.
Memindah postur badanku kedepan selagi menekuk lututku dan memfokuskan beban di jari jari kakiku. Menstimulasi pengencangan otot dan kemudian.
"Nyalakan Skill [Air Walk] [Mass Mitigation] [Breath Supply Support] dan Semua Skill Buff Peningkat Agility!"
Badanku terasa ringan seketika, tarikan nafasku teratur, dan tiada beban kakiku yang memberatkan. Maka, dalam sekali dorongan aku mulai berlari dengan segenap kekuatanku.
"KUE KUE KUE!!! MANISAN !!! PUNYAKUU!!!!"
Berlari dan terus berlari mengibarkan jubah panjangku melibas angin membentuk gelombang debu yang berhamburan. Melompati beberapa gedung bertingkat dengan bantuan Skill [Long Jump] dan [Air Walk] adalah hal yang mudah.
Menempatkan tumpuan pada atap kemudian menegangkan otot kaki dan menyeimbangkan balensi untuk mendapatkan pendaratan yang optimal. Aku terus melakukannya hingga kisaran 5 menit, mungkin kecepatanku dapat dikisarkan pada 60 Km/h.
KAMU SEDANG MEMBACA
STILL PLAY : GAME A LIVE
AksiDunia yang mungkin kau inginkan namun kau akan sesalkan, bertahan hidup di dalam sebuah game yang dibuat oleh Dewa. Dunia yang telah dikonversi menjadi sebuah game Survival RPG, dan kau serta semua orang yang berhasil selamat sebagai Pemainnya. Ini...
