Mengatur nafasku dan mengembalikan ketenangan, membenarkan kuda kudaku dan memutar oksigen dalam tubuhku mataku fokus pada musuh dihadapanku. Dua ekor Wild Boar mengarahkan tatapan marahnya padaku, disampingku terdapat 3 mayat Wild Boar.
"Sial, tenagaku sudah terkuras untuk menebas hari ini." keluhku letih.
Untuk memanfaatkan sistem inventoryku yang tidak memerlukan mana, aku bisa terus berburu tanpa takut material akan membusuk atau akan kesulitan dalam pengangkutan. Namun kurasa aku terlalu meremehkannya, staminaku mencapai batasnya setelah sekian banyak pertarungan.
"Kalau begini maka tiada akhirnya, sial!"
Aku harus mencari cara agar bisa secepatnya menyelesaikan situasi kempret ini. Mari kita observasi, wild boar memiliki badan yang cukup besar tapi membuatku sulit menjangkau titik vital yang lebih dalam.
Mereka tipe monster yang lumayan gesit dengan jenis serangan menyeruduk dan mengandalkan kepala. Pola bertarung mereka agak acak sehingga tidak memungkinkan untuk memprediksi gerakannya.
"Ini sulit, berbeda dengan gerakan orang yang bisa dilihat pergerakannya." geramku kesal.
Salah satu babi besar itu kembali bergerak kearahku namun bukannya berlari ia malah berjalan hingga sampai dalam jangkauan maai ku. Tentu, aku menunggu momentum untuk counter attack.
Namun ia malah melipat kakinya seolah sedang menundukkan kepalanya, matanya dipejamkan memberikan kesan pasrah. Ada apa ini?
"Pemimpin, mati, anda, pengganti, kami."
Hah? Apaan sih? Ini orang ngapain coba? Oh iya aku lupa mereka babi. Tapi omongannya tidak sejelas yang sebelumnya, apa babi ini cacad?
******
Keadaan kota tiba tiba menghebohkan penjaga, bagaimana tidak? 6 ekor Wild Boar tengah diseret oleh seorang anak 10 tahun. Tentu saja ini bukanlah hal yang mudah, ia terlihat bersusah payah menariknya.
"Beratnyaaa!!" batinnya berteriak mengeluh tapi ia terus menyeretnya.
Sampai kemudian ia tiba di depan toko daging, banyak orang menghampirinya dan berniat membeli miliknya namun ia mengacuhkannya dan terus menyeret babi itu. Sosok yang ditunggunya kemudian datang dan memberinya sebuah kantung berisi berpuluh puluh kristal sihir kecil yang membuatnya melepas ekor babi babi yang sejak tadi ia pegang.
"Ini sudah 1 bulan sejak kita memulainya, kondisi juga telah membaik jadi kurasa hubungan kerja sama ini sudah cukup." tegur pria tua itu.
Namun apa pedulinya, sang anak hanya "iya iya" didepannya. Kemudian kembali berjalan dengan mata berbinar melihat isi kantungnya itu.
Anak itu kemudian segera berlari kearah mansionnya, kecepatannya berada sama dengan lari seekor kuda. Bagai angin, ia langsung masuk ke dalam kamar ketika telah memasuki rumahnya.
Terlihat banyak pedang dan senjata yang menggantung di dinding, peti disudut ruangan, dan buku berserakan di lantai. Bukan karena pelayannya malas, tapi dengan kondisi kamar yang seperti itu tidak satupun dari mereka yang berani memasukinya.
Didepan pintu itu tertulis "Jangan dirapikan atau jeritan akan terdengar, tertanda Sorey."
Bukan bermaksud menakuti tapi pernah ada yang mencoba merapikannya tapi kemudian pelayan itu langsung berhenti. Sorey sendiri tahu alasannya begitu karena kumpulan roh yang berkumpul disana ketika Sorey tengah tidak disana, tidak jarang ada beberapa roh nakal yang menyerupai hantu.
Mereka tertarik dengan batu batu sihir yang disimpan oleh sorey dibawah tempat tidurnya. Namun ketika Sorey memasuki mansionnya, bagai tersambar petir seluruh roh langsung pergi seketika.
Sorey seolah tak memperdulikannya ia terus melanjutkan aktivitasnya seperti biasa. Ia mengeluarkan kumpulan batu sihir dan kristal sihir yang telah ia kumpulkan dan kemudian membawanya ke gudang.
Disana ia menemukan apa yang telah cari, sebuah tungku pembakaran serta tentunya peralatan menempa. Selama 6 tahun sejak saat itu ia terus menempa disaat waktu luangnya, dilanjutkan berburu dan mengambil batu sihir dari monster yang ditemukannya di hutan.
Tanpa sadar ia telah bergonta ganti tempat berburu hingga ke kerajaan sebelah.
******
Berdiri didalam gudang, aku tersenyum melihat barang barang didepanku. Inilah yang namanya mahakarya bukan?
Sebuah baju suit tempur dan jubah panjang tergantung dihadapanku dan terlebih itu terbuat dari batu sihir, selama bertahun tahun aku terus mencari batu sihir yang bisa berubah sifat. Dan akhirnya kini aku menemukannya pada monster bernama Elastic Tauren Slime.
Butuh waktu untuk terbiasa bertarung dengan bentuknya yang seperti banteng dengan wujud asli slime yang tak bisa ditebas. Sedikit saja salah tebas, bukannya titik vitalnya yang terkena malah batu sihirnya yang bisa saja pecah.
Terlebih pertahanannya benar benar luar biasa, aku sampai menghancurkan beberapa senjata bawaanku dan pulang dengan luka luka tapi itu setara dengan banyaknya batu sihir yang kudapatkan setelah memburu satu kampung Elastic Tauren Slime.
Memakai suit itu dan tentunya jubahnya, bisa kurasakan ukurannya yang kebesaran langsung menyesuaikan denganku tanpa ku apa apakan. Berbeda dengan jubahnya yang terbuat dari batu sihir Skull Reaper dalam dungeon, suit hanya memberiku pertahanan sedangkan jubah memberikan banyak bonus status.
Bisa kurasakan energi sihir berkumpul di badanku, namun karena jika tampilanku seperti ini maka mungkin akan membawa masalah. Melihat kearah cermin aku melihat diriku tengah berdiri tegak dengan pakaian yang harusnya ada pada masa depan.
"Ugh, aku sebaiknya tidak tampil mencolok." keluhku kecil.
Untungnya aku memiliki batu sihir seorang druid yang pernah kuselamatkan dari sekumpulan direwolf. Batu sihirnya bukan sembarangan, dia bilang ini bisa memberikan efek mimic yang membuatku mengubah tampilan.
Bagai sebuah jackpot aku langsung menambahkannya kedalam pakaian suit sehingga.
"Gunakan Skill Mimic!!""
Hanya dengan imajinasi dan perintah, suit langsung berubah menjadi full armored, namun karena ini hanya test aku mengubahnya menjadi lebih cocok dengan bentuk baju lengan panjang dan celana panjang. Mungkin terlihat tanpa pertahanan tapi kekerasan batu sihir tergantung dari tipe monsternya sedangkan untuk suit ini kekerasannya setara atau lebih daripada Adamantium.
Untuk senjata aku tak perlu repot karena...
"Memasuki Inventory!"
Aku memiliki sebuah dunia dengan ribuan bentuk senjata tempaan dari batu sihir. Memakai jubahku, aku menambahkan hoodie disana dengan sebuah efek skill [Hide] untuk menyembunyikan wajahku bila aku mau.
Peralatan yang kuat tanpa harus menguras mana. Dengan ini, kurasa pembentukan kekuatanku telah selesai.
KAMU SEDANG MEMBACA
STILL PLAY : GAME A LIVE
AksiDunia yang mungkin kau inginkan namun kau akan sesalkan, bertahan hidup di dalam sebuah game yang dibuat oleh Dewa. Dunia yang telah dikonversi menjadi sebuah game Survival RPG, dan kau serta semua orang yang berhasil selamat sebagai Pemainnya. Ini...
