12. Planning Helen

503 57 0
                                        

Vote🌟🌟
Happy reading★

Dito menjemput ayah dan ibunya di bandara sore ini, ia juga harus pindah ke rumah yang sudah dibeli ayahnya beberapa waktu lalu

"Dito, makan dulu sayang" ucap Tari yang sedang menyiapkan makanan

"iya mah" sahut dito menghampiri ayah dan ibunya yang sudah siap makan

"baru mandi?" tanya Bimo melihat anak rambut Dito masih basah

"Iya, gerah soalnya" singkat dito

"oh ya, mas. Mending mas kerja sama lagi sama temen mas yang dulu" saran Tari

"Wahyu. Apa mungkin dia di jakarta. Karena kabar yang ku dengar dia pergi ke australia. Rekan kerjaku sekaligus sahabatku. Hmm... Sudah lama aku tidak melihatnya" Batin Bimo tersenyum sinis

"mas? Kok diem?" ucap Tari menyentuh tangan bimo

"kenapa bahas kerjaan sih. Inikan lagi makan" ucap Bimo lalu kembali mengunyah

Tari menggelengkan kepala "nak, gimana kuliah kamu?" tanya Tari beralih ke dito

"lancar aja mah, bentar lagi ujian semester pertama" ujar Dito

"pacar kamu, yun.. Yuni? Siapa namanya?"

"Yani?"

"nah itu. Dia satu kampus sama kamu?"

"iya, kenapa pah?"

"kamu jangan modusin cewek laen loh"

"iya pa. Dito itu udah janji sama diri dito sendiri, dito bakal berhenti jadi modus-modusan. Lagian dito cuma cinta sama Yani" ujarnya

"harus itu. Papa juga dukung kamu sama Yani" ucap bimo tersenyum sinis, seolah bayangan kisah lama terekam kembali dalam ingatannya

Dilain tempat, semacam kantor. Leon dan temannya berbincang mengenai banyak hal
"Gak, gak. Gak mungkin" elak Andre

"Gak mungkin lo kek gitu. Dulu aja waktu sma, lo pasti cuekin cewe yang lo suka. Inget gak? Si Fitri kelas Ipa itu loh? Lo cuekin karna Dia pacar Alex" ujar leon membuat Andre muak. Ia menyesal datang dan menceritakan hal yang dia alami di kediaman barunya

"Cih! Sok tau lo" dengus Andre

"Emang lo suka sama Yani?" ucap Leon tersenyum mengejek

"gaklah! Dia adek gue, bego" bantah Andre

"tapi, lo punya perasaan yang beda 'kan?" tebak Leon

Andre menghela nafas "gak" sahutnya datar

Leon memutar bola matanya "Gue tau, ndre. Lo itu tipe pendiem, kalo suka lo pendem" Leon sedikit tertawa " Cih, Cinta pertama dateng lagi" Ejek leon

Andre terdiam dengan wajah masam, sedangkan Leon tak henti-hentinya mengorek perasaan andre "haa, dunia bener-bener itu sempit. Lo ketemu lagi sama cinta pertama lo. Yani. Tapi sayangnya tu anak jadi adek lo"

"banyak omong lo!"

"lah, bener dong. Yani, adek kelas lo paling terkenal. Tapi lo tenggelam karna banyak cowok ngejar dia. Hah waktu smp gak pernah bisa lupain"

"gue pulang aja!" andre beranjak dari duduknya

"Dasar" umpat Leon, lalu melanjutkan pekerjaannya

"Sial!! Gue kebawa perasaan, nginget masa smp. Gue bersyukur Yani gak ngenalin gue" wajah andre gusar. Ia akan mengubur perasaannya sedalam mungkin

Soul Mate (COMPLETED)Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang