24. Tamu

468 49 3
                                        


Selamat membaca

Yani tertengun, ia berusaha menyembunyikan gelisahnya

"Yaudah" ucap Yani datar

"Pintu disana. Kalo lo lupa!" sengit Yani gemetar namun tidak tampak

Ruby keluar dari kamar Tersebut dengan emosi sampai ke ubun-ubun.

Ia berpapasan dengan Andre saat menuruni tangga. Andre bingung dengan Gadis itu.

"Aduh! Yani buat anak orang nangis lagi kayanya nih!" batin Andre langsung bergegas ke kamar sang adik tiri

°°°

"Lo apain lagi anak orang Yan" tanya Andre memasuki kamar yani yang tidak tertutup. Ia duduk di sisi kasur.

Yani duduk dari tidurannya
"Cih! Bukannya udah biasa, gue nangisin anak orang. Syukur-syukur gak gue bunuh" sahut Yani santai

"Sadis lo" tukas Andre

"Ya, mau gimana lagi. Cuma itu yang bisa gue lakuin ke Ruby. Gue gak mau dia tau tentang Mama Farah." bisik Yani

"Jangan sampe segitunya juga"

"Aelah! Gimana lagi. Mama udah kasih tau kalau gue ini belum pernah nikah!"

"Jadi lo udah tau Ruby ke sini"

"Iyalah, suaranya kedengaran sampe sini pas dia ngobrol sama mama di depan. Gue kan duduk di balkon tadi"

"Udah deh. Gak baik nyakitin hati anak orang mulu. Noh, cari pacar sana! Udah tua juga! Dasar jones"

"Isssh!!! gue gak jones!!! Gue punya pacar! Artis yang terkenal! Super duper cakep!!" bantah Yani tak terima di bilang jones

"Siapa pacar lo?"

"Rizky Nazar!!!"

Andre langsung tertawa terbahak-bahak mendengar pernyataan sang adik.

"Ngarep lo!!"

"Biarin. Yang penting gak kaya lo, di tinggal nikah! Noh mbak Raisa sama bang Hamish"

Andre berdecak pelan "Sialan! Malah ngungkit masalah itu!"

"udah sana Gue mau tidur! Capek!" usir Yani pada Andre

"Dasar Gadis kebo!!"

Yani tak mengubris ejekan sang kakak. Ia malah merubah posisi tidurnya dengan senyum tenang

"Jones! Gak laku-laku"

"PERGIII!!!!"

"Dasar Jomblo!"

"GUE BILANG PERGI!!!!!! GUE SUMPAHIN LO YA!!"

"iya-iya" ucap Andre menurut dan langsung keluar kamar Yani

°°°

"Papa! Papa!!"

"sudah! Papa capek dengan sikap kamu!"

"tapi pa..."

"Cukup! Papa sama Bimo itu bekerja sama. Dan dito mendapat jabatan itu karena usahanya. Kamu jangan minta yang aneh-aneh lagi!"

"Tapi Maya gak mau putus tunangan sama Dito!" desak maya

"Dito udah bilang sendiri sama papa! Dia gak setuju tunangan sama kamu. Kalau sikap kamu terus begini. Papa gak punya pilihan lain. Kamu akan papa kirim ke Kanada!"

Soul Mate (COMPLETED)Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang