Date : First

1.4K 150 5
                                        

Hye In POV.

"Yeoboseyo?"

"Chagi-ya, mianhae. Hari ini aku tidak bisa berangkat bersamamu," kataku yang sebenarnya punya tujuan lain.

"Oh? Wae?"

"Eomma menyuruhku mengantar Hye Wan ke sekolahnya. Mian."

"Kalau begitu bersama saja seperti kemarin? Apa susahnya?"

Aku diam sejenak karena kehabisan kata-kata, "Emm ... Jangan, aku tidak mau merepotkanmu."

"Ya ampun, Chagi-ya. Kita ini sudah bukan orang asing lagi."

"Aku tahu, tapi...."

"Sudah jangan beralasan, aku akan bersiap-siap."

Tutt...

Tutt...

Tutt...

Ya tuhan, habislah riwayatku. Bagaimana jika dia tahu akan kebohonganku? Pasti marah besar.

Apa aku harus pergi mendahuluinya? Jadi saat dia datang ke rumah, aku sudah tak ada. Baiklah, demi kebaikan hidupku.

💝💝💝

Hoseok POV.

Tak.

Tok.

Tak.

Tok.

"Hoseok-ah."

Kurasa itu suara ibunya Hye In.

"Bukankah kau harusnya pergi bersama Hye In? Kenapa malah datang kesini? Kemana dia?"

"Ne, Eomma. Justru itu aku datang ke sini untuk memanggil Hye In. Apa dia ada?"

"Eoh? Kupikir dia sudah pergi ke rumahmu."

"Mwo?"

"Dia sudah pergi tadi. Sekitar 5 menit yang lalu."

"Jinjja? Tapi kenapa aku tidak bertemu dengannya? Dia juga tidak menghubungiku dahulu sebelum datang kerumah," kataku heran.

Aih, kenapa Hye In meninggalkanku?

💝💝💝

Hye In POV.

Drrrttt...

Drrrttt...

Drrrttt...

"Ne?"

"Kau dimana?"

"Dalam bus menuju bandara."

"Baik, aku akan menunggu dekat eskalator."

Aku berjalan memasuki bandara setelah tiba. Kulihat ke semua arah, mencari tanda-tanda keberadaan Seokjin. Dia bilang dekat eskalator, tapi aku tidak melihatnya.

"Hye In-ah!"

Aku menoleh ke sumber suara. Tak lama dia melambai-lambai dari kejauhan kemudian berlari ke arahku.

"Sebentar lagi dia akan muncul dari sana. Bersiap-siaplah untuk melakukan langkah pertama yang kuberitahu semalam," ujarnya dan aku mengangguk pelan, "Itu dia!" lanjutnya seraya menunjuk seseorang.

My Boyfriend is Blind ManTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang