91018
Keesokan harinya Chaeyeon kembali ke taman, tapi bukan dengan keadaan yang berantakan seperti kemarin. Ia cantik menggunakan pakaian yang simple untuk pergi ke kampus hanya wajahnya saja yang masih terlihat lebam-lebam.
"Dia tak ada" gumamnya. Chaeyeon mencari si pria taman yang bisa tidur di bangku.
Ia membawa sekotak bekal makanan yang akan ia berikan pada pria itu, untuk mengucapkan terima kasih. Tapi pria itu tak ada di bangku biasa.
Chaeyeon menghela nafas, ia mengedarkan pandangannya siapa tau pria itu berpindah bangku. Tetapi memang tak ada tanda-tanda darinya. Ia membalikan badannya, kembali menuju kelasnya.
Sampai di kelas ia melihat Nancy duduk di salah satu bangku sambil membereskan barang-barangnya. Chaeyeon segera menghampiri temannya itu.
"Nancy"
"Chaeyeon"
"Kenapa kamu membereskan barangmu?"
"Dosennya tak masuk, ia sakit"
"Ohh, jadi percuma aku datang" ujar Chaeyeon sambil mempoutkan bibir.
"Apa itu yang kau bawa?" Tanya Nancy saat melihat paperbag yang Chaeyeon tenteng.
"Bekal makan"
"Waah tumben sekali kau sempat membuat bekal untuk makan"
"Bukan aku yang buat, tapi ibuku"
"Eomma yang buat? Aku mau aku mau.. makanan buatan ibumu selalu enak" seru Nancy sambil memainkan lidahnya.
Chaeyeon berpikir sejenak, memberikan makanannya pada Nancy atau tidak. Karena makanan itu ibunya buat untuk si pria taman. Setelah kemarin pulang kerumah, ibu Chaeyeon melihat wajah Chaeyeon yang lebam lebam. Kemudian Chaeyeon menceritakan kronologisnya. Tapi ia berbohong alasan kenapa ia di pukuli. Ia tak mau kalau ibunya membenci Junhoe. Ia bilang kalau ia jatuh terpeleset, memang sangat tak masuk akal.
"Baiklah, ini untukmu saja" Chaeyeon memberikan paperbag pada Nancy yang diterima oleh Nancy dengan senyuman.
"Memang makanan ini akan kamu berikan untuk siapa?" Nancy mengelurkan kotak makanannya, kemudian ia membuka isinya.
"Untuk.. tidak, ini memang untukmu" Chaeyeon berbohong.
"Ayoo kita makan" seru Nancy sambil menyuapkan gimbap ke mulutnya.
Chaeyeon tersenyum melihat tingkah temannya itu, Nancy memang sangat lucu. Chaeyeon sangat menyayanginya.
* * *
Keesokannya...
"Chae.."
"Iya eomma" Chaeyeon keluar dari kamarnya saat ibunya memanggilnya. "Kenapa?"
"Kau tak pergi kuliah?"
"Hari ini aku tak ada kuliah"
"Handphonemu kemana? Junhoe meneleponmu katanya kau tak mengangkatnya"
"Yaa tuhan! Handphoneku dalam tas" Chaeyeon kelabakan, ia segera berlari mangambil tas dan mencari handphonenya. Ia takut kalau pacarnya itu kembali marah.
Ibunya memperhatikan tingkah Chaeyeon yang seperti ketakutan. "Kau tak apa-apa? Handphone mu ada?"
"Aku tak apa-apa eomma.. handphoneku ada" Chayeon menjawab dengan terburu-buru. Ia ingin ibunya segera pergi.
Ibunya mengangguk sambil pergi dari kamar Chaeyeon.
Chaeyeon menarik nafas, ia melihat handphone dengan sedikit takut. Karena pasti ia mendapat pesan yang tak enak dari Junhoe.
KAMU SEDANG MEMBACA
Undisclosed Love | Daniel.K
FanfictionAku benci kehidupanku yang seperti ini, yang selalu disakiti dan terluka. Aku ingin melawan semua orang yang menyakitiku, tapi itu hanya niatku dalam hati, kenyataannya aku tak pernah bisa membela diriku. Aku hanya bisa pasrah saat orang menyakitiku...
