151118
Cahaya matahari pagi menusuk kedalam jendela, membangunkan gadis yang tertidur di atas sofa. Chaeyeon mengerjapkan matanya karena silau. Ia menggisik matanya sebentar, kemudian membuka matanya sedikit demi sedikit.
"Ya tuhan" Chaeyeon langsung bangun dengan posisi duduk begitu sadar ia berada dimana. "Aku ketiduran sampai pagi begini."
Chaeyeon berdiri, ia berjalan hati-hati mencari si pria taman. "Kemana dia?" Di atas meja depan televisi ada secarik kertas. Gadis itu mengambilnya.
Maaf aku harus pergi, aku tak ingin membangunkanmu. Kalau ada apa-apa ini nomor teleponku 008288xxxxxxx
"Oh dia sudah pergi" Chaeyeon sedikit santai. Ia berjalan kekamar mandi. Pakaiannya yang di gantung di kamar mandi masih basah. Mau tak mau ia harus pulang menggunakan pakaian Daniel. "Bagaimana kalau eomma bertanya tentang pakaian laki-laki ini" Chaeyeon sendiri bingung, tak mungkin juga ia harus menunggu sampai pakaiannya kering. Ia ingin pulang mengganti pakaian dalamnya. "Sudahlah, sepertinya eomma sudah pergi bekerja." Gadis itu membersihkan dirinya.
Setelah selesai mandi Chaeyeon kembali ke ruang televisi. Ia menggambil secarik kertas yang ditinggalkan Daniel. Kemudian mengeluarkan handphonenya. Ia memasukan nomor telepon pria itu. "Siapa namanya?" Gumam Chaeyeon, karena ia tak pernah bertanya nama Daniel.
Chaeyeon menerka-nerka sambil sambil melihat sekeliling ruangan, tapi tak ada tanda-tanda nama pria itu. Yang dilihatnya hanya foto-foto Kang Daniel. "Ya sudah aku kasih nama 'fanboy Kang Daniel' saja" ucapnya. Chaeyeon kembali memasukan handphonenya ke dalam tas. Ia bersiap untuk pulang.
🍓🍓🍓
"Kenapa kau dari tadi tersenyum terus" ucap seorang stylish yang sedang menata rambut Daniel.
"Benarkah?"
"Kau tak menyadarinya? Dari tadi kau senyam-senyum sendiri"
"Tidak, aku hanya teringat sesuatu"
"Perempuan?" Goda stylish.
"Bagaimana kau tahu? Eh maksudku bukan! Tentu saja bukan.."
"sudah selesai?" Tiba-tiba Jisung datang. "Ayo Niyel kita harus segera pergi"
"Sudah selesai kan noona?" Tanya Daniel.
"Sudah" ucap stylish itu.
Daniel dan Jisung berjalan keluar dari salon bersama dengan member Wanna One lainnya.
Dalam mobil Daniel memainkan handphonenya. "Dia tak menghubungiku" gumamnya.
"Siapa?" Tanya Jisung.
"Tak ada"
"Kau sangat mencurigakan"
"Apa jadwal sekarang akan sampai larut malam?" Tanya Daniel.
"Tak tahu, sepertinya begitu.. kita harus latihan untuk comeback" Jawab Jisung sambil memainkan handhphonenya. "Kenapa memangnya?"
"Aku ingin mampir ke apartemen lagi"
"Kau biasanya tak suka sendirian di sana?" Mata Jisung masih menatap handphonenya.
KAMU SEDANG MEMBACA
Undisclosed Love | Daniel.K
FanfictionAku benci kehidupanku yang seperti ini, yang selalu disakiti dan terluka. Aku ingin melawan semua orang yang menyakitiku, tapi itu hanya niatku dalam hati, kenyataannya aku tak pernah bisa membela diriku. Aku hanya bisa pasrah saat orang menyakitiku...
