30; Final pt.2

3K 139 16
                                        

beneran part terakhir ini :v
happy reading, jangan lupa vomment
sayang<3

-----

"Lewat sini," ucap sekuriti seraya menunjukkan jalan menuju tempat VIP di dalam venue. Keenam member Dream mengikuti sekuriti tersebut dan duduk di kursi yang telah di sediakan. Mereka melihat ke sekeliling, melihat para fans artis seniornya yang dapat sebanyak ini.

"Ah." Hyora segera menundukkan kepalanya dan menaikkan maskernya yang berada di dagu, menutupi wajahnya.

"Ada apa, Hyo?" tanya Taerin seraya memegang pundak Hyora.

Hyora menggeleng. "Seorang fans melihatku dan sepertinya ia tengah memberi tahu yang lain di belakangku."

Taerin menoleh ke belakang sekilas lalu menghela napas. Tangannya turun untuk menggenggam tangan Hyora. "Ada kami. Kami disini untuk melindungimu, jadi tidak perlu memikirkan mereka."

Hyora terdiam, ia menghela napas beberapa kali sebelum mengukir senyum kecil. Tangannya terangkat untuk menurunkan maskernya. "Terima kasih, eonni."

"Sudah kubilang dari awal kita bertemu, jangan panggil aku eonni, kita hanya berbeda satu tahun."

Hyora tertawa. "Baiklah, baiklah." Ia mendongakkan kepalanya sedikit ketika merasa lampu venue perlahan mulai padam, diikuti dengan sorakan fans di belakangnya. "Sepertinya segmen kedua akan mulai."

Setelah lampu venue benar-benar padam, Hyora melihat sekeliling. Ribuan cahaya putih dari lightstick yang fans pegang menerangi venue, menggantikan lampu venue yang padam. Hyora dapat melihat emosi bahagia di tiap mata fans artis seniornya tersebut.

Pandangannya kembali ke depan ketika lampu sorot menyinari salah satu sisi stage. Membuat sorakan fans semakin keras.

Di sana, di tengah stage, berdiri seseorang dengan stand mic. Intro lagu mulai dimainkan dan ia mengambil posisi. Fans menyorakkan namanya tanpa lelah.

Dan ketika lampu sorot menyinari tubuh orang tersebut, Hyora membeku. Di sana, di tengah stage, mata seorang Kim Taehyung menatapnya penuh arti.

Hyora mengerjap, tepat setelah itu, Kim Taehyung tidak lagi menatapnya. Kini laki-laki itu memfokuskan dirinya untuk bernyanyi. Dan ketika suara bassnya terdengar, hati Hyora berdesir.

Ia sangat familiar dengan suara bass ini, bahkan sebelum semua ini terjadi. Sebelum ia mendaftar audisi, sebelum ia menjadi trainee di agensi yang sama, sebelum ia debut dan benar-benar terjun ke dunia entertainment, sebelum ia menjalin hubungan dengan laki-laki itu, ia telah mengenal Kim Taehyung lama sekali, jauh sebelum hal-hal di atas terjadi padanya.

She used to be their fans. Hyora dulunya adalah fans. Posisinya sama seperti ribuan fans yang berada di belakangnya. Tapi, saat ini, semuanya berubah, waktu berputar.

Malam ini, ia berada disini, bukan dengan status fans. Bukan juga dengan status seorang kekasih dari Kim Taehyung, karena itu sudah berakhir. Tapi, ia disini karena ia adalah orang yang dibutuhkan Taehyung di malam besarnya ini. Laki-laki itu tidak meminta hal yang muluk, ia hanya butuh kehadiran Hyora untuk menjadi semangatnya.

Hyora kembali tersenyum, dan ketika lampu sorot kembali menerangi laki-laki yang berada di atas stage tersebut, ketika mata laki-laki itu kembali menatapnya, Hyora tidak melunturkan senyumnya.

Girlgroup | ✓Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang