12 - Bekal yang Rusak

30K 3.3K 152
                                        

"Kamu mau pacaran?" tanya Devan yang membuat Kezya bingung.

"Ya kalau aku sih mau kak. Kebanyakan orang juga pas-"

"Sama saya."

Kezya semakin membulatkan matanya mendengar ucapan dari Devan. Bahkan Kezya diam-diam mencubit tangannya karena dia berpikir ini hanyalah mimpi.

"Kakak serius?" tanya Kezya dengan pelan namun masih bisa didengar oleh Devan.

"Iya." jawab Devan.

Kezya terdiam mendengar jawaban dari Devan. Selama ini dia berusaha untuk mendapat jawaban iya dari Devan karena biasanya Devan hanya menjawab dengan deheman.

"Ke-kepala kakak gak abis kebentur kan?" tanya Kezya yang terus memastikan jika ini sungguhan.

"Gak."

"Kakak sadar kan apa yang lagi kakak omongin?"

"Iya."

Kezya merasa seperti orang yang paling bodoh sekarang karena dia tidak tahu harus menjawab apa. Dia terlalu kaget dengan semuanya.

"Jadi?" tanya Devan karena Kezya belum menjawab pertanyaannya.

Mulut Kezya mencoba untuk menjawab namun suaranya seakan tertelan karena dia sangat gugup terus-terusan di tatap oleh Devan.

"Iya, aku mau." jawab Kezya dengan malu.

Setelah menjawab pertanyaan Devan, Kezya mengutuk dirinya sendiri karena dia merasa jijik dengan dirinya sendiri yang bertingkah malu-malu kucing. Dan Kezya juga berdoa agar sekarang dia tidak langsung diputuskan seperti saat itu.

"Mulai sekarang, kamu pacar saya."

***

"Abang!!!!" teriak Kezya sembari memasuki kamar Karel.

Karel yang mendengar teriakan Kezya langsung menelengkupkan badannya dan menutupi kepalanya dengan bantal.

Kezya langsung menaiki kasur Karel dan duduk disebelah Karel sembari mengguncangkan tubuh Karel.

"Abang." panggil Kezya.

"Lo kalau mau marah-marah soal tadi pagi nanti aja hari Minggu jangan sekarang." ucap Karel.

"Dih sok tau. Key mau cerita sama abang." balas Kezya sembari berusaha mengambil bantal yang menutupi Karel.

"Penting gak ceritanya?" tanya Karel.

"Penting banget. Awasin dulu bantalnya." jawab Kezya.

Karel akhirnya menyingkirkan bantal yang menutupinya dan kemudian dia membalikkan badan sehingga dia tidur terlentang.

"Duduk dong, gak enak nyeritanya kalau abang sambil tiduran." ucap Kezya.

"Ni anak banyak maunya." balas Karel yang hanya dibalas oleh cengiran Kezya.

"Apa apa? Gimana gimana?" tanya Karel saat dia sudah duduk.

"Tapi abang janji jangan bilang sama siapa-siapa termasuk ayah sama bunda." ucap Kezya.

"Lo abis ngapain dek?" tanya Karel sembari menatap Kezya dengan horor.

"Ih, pikiran abang gak bener emang." ucap Kezya sembari memukul bahu Karel.

"Terus apaan?"

"Janji dulu gak bakal bilang siapa-siapa." ucap Kezya sembari mengacungkan jari kelingkingnya ke hadapan Karel.

"Dek, kita bukan anak kecil lagi." balas Karel yang melihat Kezya mengacungkan jari kelingkingnya.

"Biarin, jari kelingking ini biar jadi bukti janji abang ke Key."

My Annoying KetosCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang