— Dunia tak pernah adil kita semua gagal,
Angkat minumanmu bersedih bersama-sama
-///-
Lampu terang warna-warni dan lagu-lagu remix diputar keras sampai kepenjuru ruangan. Clubbing adalah salah satu cara yang dilakukan Biru,Juno dan Husen untuk bersenanh-senang.
"Dira gimana kabarnya?" Tanya Husen sambil menuang minuman kedalam cangkirnya.
"Baik,tadi gua udah anterin dia balik sebelum kesini" jawab Biru yang menengguk minumannya langsung dari botol.
"Bi, yuk cari cewe buat di bungkus" ucap Juno setengah mabuk setengah sadar. Husen dan Biru tertawa kecil "sono bungkus cewe sono keburu subuh, lagian minum baru 3 gelas udah mabok aja heran" ledek Husen dilengkapi suara tawanya.
"Bacot banget lo elah gue nawarinnya Biru bukan ke elo" ujar Juno "Lo aja sono sama cencen yang bungkus guamah emang engga doyan bungkus" jawab Biru dengan santai lalu kembali meneguk minumannya.
Makin hari semakin malam, Tegukan minuman yang telah diteguk Biru mungkin sudah lebih dari sepuluh membuat Biru tak sadarkan diri.
-///-
03:50 dini hari. Dira masih asik dengan rajutan mimpinya dibangunkan oleh suara Bilal "Dek itu temen lu dibawah bawa Biru lagi pingsan kayaknya". Dira bangun dengan cepat lalu menghampiri orang yang dimaksud Bilal, Ada Husen yang sedang memopong Biru "Dir cowok lu nih engga bangun-bangun" .
Gadis ini panik, Ia hanya bisa mengangguk dan membantu husen untuk memopoh Biru untuk di rebahkan disofa ruang tamunya.
"Cen ini dia kenapa bisa gini?" Tanya Dira dengan suara khawatirnya, tangan gadis ini mengusap lembut rambut Biru yang sedang tidak beraturan.
"Ngg.. nganu.. nganu.. Dir" Kata Husen terbata-bata.
"Apa Cen?Kenapa Biru bisa sampe gasadar gini?" Tanya Dira lagi , nada bicaranya sekarang sedikit meninggi.
"Kayaknya Biru kebanyakan Minum,sampe dia engga sadar Dir" Jawab Husen yg langsung menundukan kepalanya.
Dira menganga tak percaya , matanya berkaca-kaca.
"Dir, Biru kelam karena keluarganya. Dia kelam karena dia engga tau harus sedih kesiapa, mangkanya minuman yang jadi temen baiknya selain gue sama Juno , lo engga bisa hakimi dia , dia cuma korban masa lalunya" Husen berusaha menjelaskan, Dira mengambil nafasnya dalam-dalam "lo pulang aja cen gapapa,nanti Biru gue yang urus, kebetulan juga kan besok libur"
"Dir?"
"Iya Cen?"
Husen berdiri lalu memegang pundak Dira pelan "Jadi jawaban buat Biru ya, Jadi obat atas segala sakit masa lalunya, gue pamit pulang" kata Husen dengan senyum yang mengembang "kunci mobilnya Biru, besok gue sama Juno kesini buat liat dia udah sadar apa belum" tambahnya lagi yang meletakan kunci diatas meja tamu lalu berjalan pergi.
Dira perlahan membuka jaket yg dikenakan Biru lalu seperkian menit kemudia gadis ini berlari kekamarnya mengambil selimut yang biasa Ia gunakan untuk tidur sehari-hari.
Ia selimuti seluruh badan Biru yang sedang tidur disofa ruang tamunya. Dira duduk dilantai , tangannya menggenggam lembut jari jemari Biru .
"Kamu kenapa gini sih, Bi" ucap Dira dengan suara pelan. Ditatapnya wajah Biru yang sedang tak sadarkan diri dengan lekat-lekat. "Kamu punya aku,Bi. Kamu engga sendirian, kamu engga akan ngerasa sendirian" katanya sebelum tertidur dengan tangannya yg masih menggenggam jemari Biru.
Biru pelan-pelan membuka matanya, kepalanya terasa sakit sekali dengan perut yang terasa panas. "Nih diminum dulu susu angetnya,Biar enakan" suara itu membuat Biru langsung menoleh, dilihatnya Bilal yang meletakan segelas susu hangat ke atas meja.
"Kemaren pas hampir subuh ada temen lo yang kesini, lo nya pingsan. Tuh dira masih tidur duduk dilantai samping lo sambil megangin tangan lo" tambah Bilal yang kemudian pergi kekamarnya. Biru langsung melihat kearah yang diucapkan Bilal dan benar ada Dira yang masih terlelap.
Biru terdiam ,berusaha mengingat-ngingat yang terjadi semalam meski kepalanya pening.
Anjing, iya gue abis mabok banget semalem . Biru membatin ketika Ia meningat kejadian semalam.
Dira mengerang pelan, gadis ini membuka matanya dan langsung mengembangkan senyum ketika dilihatnya Biru telah bangun dari tidurnya.
"Udah bangun?" Tanya Biru pelan , Dira mengangguk "tuh Bilal bikinin susu anget tadinya buat gua tapi kalo lo mau sarapan duluan lo aja yg minum" kata Biru yang hanya dijawab dengan gelengan kepala.
Kemudian setelahnya hening,
"Bi?" Panggil Dira pelan
"Iya?"
"Mau tau hal yang paling gue benci?" kata Dira dengan tatapan tajam
"Apa?"
"Khawatir tentang banyak hal misterius yang lo lakuin dibelakang gue" Biru tersentak dengan omongan Dira "jangan suka buat khawatir. Gue rumah lo, lo engga sendiri".
KAMU SEDANG MEMBACA
Biru Dan Randira
Teen FictionDari pertemuan Biru dan Randira didepan pintu ruang BK , Dari Dira yang mengobati luka di tangan Biru membuat seorang Biru semakin jatuh cinta dengan Dira. "Sampe ketemu diketidak sengajaan yang lainnya yaaa" "Gapapa anggep aja ini ketidak sengajaan...
