Suicide Goal (3) : Confrontation

1K 189 46
                                        

Suasana di lapangan sepak bola kian ramai. Sebentar lagi akan dimulai babak ke dua dari pertandingan Galaxy Academy melawan Goshford Academy akan segera dimulai. Babak pertama yang dipenuhi drama tadi sempat membuat banyak pendukung Galaxy naik pitam. Pasalnya banyak yang menyayangkan keputusan wasit yang tidak menindak dengan tegas pelanggaran keras tersebut. Mereka berpikir harusnya Sulli Choi dikeluarkan saja dari pertandingan.

Keadaan ini membuat Irene sangat khawatir. Alasan pertama adalah dia takut Sulli atau anggota tim Goshford yang lain menyakiti Seulgi. Melihat Moonbyul keluar dengan kaki yang berdarah-darah membuatnya bergidik ngeri. Dia tidak bisa membayangkan jika beberapa menit kedepan Seulgi lah yang harus diangkut keluar. Itu adalah hal terakhir yang ingin dibayangkannya sekarang.

Aku bersumpah akan menghajarnya jika dia sampai menyakiti Seulgi.

Alasan kedua, dia takut mantan kekasihnya itu terprovokasi dan melakukan hal yang tidak diinginkan. Dia tahu betul sifat gadis bermata monolid itu sedikit temperamen. Jika mantan anggota gengnya itu sengaja memancing emosinya lagi seperti waktu itu, maka sepertinya Seulgi bisa dikeluarkan di babak kedua ini. Mengingat mantan kekasihnya itu sudah mengantongi kartu kuning di pertandingan yang lalu.

Aku harap Seulgi tidak bertindak terpancing oleh gadis brengsek itu.

Irene memainkan ujung jersey Seulgi yang dia pakai. Jersey dengan nomor dada 20 yang berhasil dicurinya dari lemari Seulgi ketika dia masih sering menginap dulu. Dia masih ingat wajah cerah gadis bermata monolid itu ketika melihat dia mengenakan jerseynya untuk pertama kali.

Pandangan matanya tertuju ke lapangan, melihat kedua kesebelasan telah memasuki lapangan. Dia menghiraukan suara berisik dari penonton yang duduk di sisi kanan dan kirinya. Senyum di bibirnya mengembang ketika melihat sebuah ban kapten berwarna hitam melingkari lengan kiri Seulgi.

"Semoga kau tidak gegabah, Seulgi."

***

Seulgi berusaha mengatur nafasnya perlahan. Dia melihat barisan pertahanan Galaxy sedang memainkan bola ke depan. Babak kedua adalah babak yang berat. Selepas absennya Moonbyul, Pelatih Oh harus mengganti formasi. Pelatih muda tersebut bereksperimen dengan menarik Seulgi sedikit ke belakang dan menempatkan Lisa sebagai penyerang tunggal. Dengan begitu, Seulgi bisa mengontrol serangan ke depan dan membantu pertahanan.

Di babak kedua ini Galaxy akan fokus dengan formasi semi bertahan dan mengandalkan serangan balik. Meski dirinya sebenarnya kurang menyukai ini, karena serangan berpusat pada satu titik. Tapi disisi lain dia bersyukur, karena Goshford bermain sangat ofensif dibabak kedua ini. Lewat ekor matanya dia melihat Lisa yang berusaha menempati celah kosong. Amber yang berada tidak jauh darinya mengamati pergerakan sahabatnya itu.

Seulgi menghembuskan nafas yang sejak tadi ditahannya.

Galaxy harus menang.

***

Seseorang menyaksikan pertandingan di depannya dalam diam. Dia melihat jam tangan yang dikenakannya dengan gelisah. Sudah menit ke-60, namun skor masih juga 1-1. Orang tersebut lalu mengalihkan pandangannya ke bangku penonton. Dari tempat duduknya dia bisa memperhatikan Irene yang menonton pertandingan di depannya dengan serius. Orang tersebut tidak bisa menyembunyikan senyuman diwajahnya.

Beberapa saat sebelum babak kedua dimulai.

"Ini yang terakhir?" Tanya Jin sambil mengangkat flashdisk berwarna putih ditangannya.

Kang 20Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang