cerita 3 / hari pertama mos

738 52 12
                                        

Jam sudah menunjukkan pukul 21.30 dimana semua orang sudah mulai merasa ngantuk.

Tidak dengan Valina yang masih segar karena dihantui rasa penasarannya akan cowo yang dijumpainya tadi.

Jumpa ga ya sama dia?

Baik ga ya?

Dari gayanya sih cool

Bad boy kah?

Atau nerd?

Ahh bego,ngapai coba gue mikirin dia. Valina mengutuk dirinya sendiri dengan ocehan yang gajelas.

"Come on Valina sleep, besok uda sekolahhh!!!!". Suara Valina terdengar serius memerintah tubuhnya untuk tertidur.

Setengah jam kemudian Valina baru tertidur pulas dan bangun tepat saat alarm yang sudah ia stel berbunyi.

Krriiingggg!!!!!

05.30

Valina hanya melirik jam tersebut,mematikannya dan beranjak dari tempat tidur kesayangannya.

Setelah berpakaian rapi, Valina turun untuk sarapan bersama keluarganya.

"Selamat pagi anak baru!". Ledek Anggara yang juga sudah selesai berpakaian.

"Pagi". Jawab Valina dengan muka datar.

"Mama sama papa sampe jam berapa tadi malem?". Tanya Valina sebelum duduk dimeja makan.

"Seharusnya jam sembilan,cuma macet v jadi lama deh". Jawab papa Valina meyakinkan.

"Kamu udah jadi beli novel?". Mama Valina teringat akan janjinya kepada Valina.

"Udah kok ma,abang yang belanjain". Cengir Valina girang.

"Anggara kena dua kali ma,udah makan Anggara yang bayar,eh novel Anggara juga". Keluh Anggara kepada mama dan papa.

"Yelah bang itung itung nyenengin adek". Bela Valina.

"Yakan ma?"

Mama dan papa hanya tertawa melihat kelakuan kedua anaknya ini.

Setelah selesai sarapan mobil papa mereka sudah melesat duluan meninggalkan kedua anaknya yang masih bersiap untuk pergi kesekolah.

"Mah kita pergi dulu,Assalamualaikum"

"Daa mamaaaa". Serentak Valina dan Anggara.

Lambaian tangan wanita yang hampir tua itu menghilang saat mobil Anggara meninggalkan halaman rumahnya.

~

"Turun,udah nyampe". Perintah Anggara pada Valina.

Valina melongo keluar jendela melihat bahwa ini benar sekolahnya dan kemudian keluar dari mobil abangnya.

"Trimakasiii abangggg". Valina memasang wajah yang ceria yang ia buat sendiri.

"Abang pergi dulu ya,byee v".

"Dadaaaa"

Valina menarik napas panjang dan mulai melangkahkan kakinya untuk masuk kedalam halaman sekolah yang sudah dipenuhi banyak murid.

Valina langsung mengedarkan pandangannya untuk mencari Steffi sahabat kecilnya.

Singkat cerita,Steffi adalah sahabat kecilnya Valina. Kedua orang tua Steffi dan kedua orang tua Valina juga bersahabat hingga sekarang. Steffi juga punya abang yang juga sahabatan dengan Anggara.

Walaupun rumah mereka berjauhan tapi tak membuat hubungan pertemanan ini menjadi jauh. Initinya keluarga mereka sudah kenal sejak lama.

"Stefff!!". Teriaknya saat melihat wajah Steffi sang sahabat.

Valina langsung berlari kearah Steffi dan disambut pelukan yang sangat kuat untuk melepas kerinduan karena sewaktu liburan Steffi pulang kampung ke Yogyakarta.

"Tumben lo inget kalo ini masuk sekolah". Ledek Steffi kepada Valina.

"Ya inget la,dulu iya gue pernah lupa".

Tawa Steffi meledak saat teringat satu kejadian.

"Brisikk". Bibir Valina manyun kedepan.

"Cup cup".

"Hufttt, jadi junior lagi kita". Valina menghela nafas berat.

"Junior? kecil maksud lo? Ya ga mungkin lah kita uda gede V mana bisa kecil lagi". Steffi pura pura tidak mengerti apa maksud dari kata 'junior tadi'.

"Ihhhh junior dalam artian adik kelasss". Valina kembali menunjukkan kekesalannya kepada sahabatnya itu.

"Hahah iya iya gue tau".

"Banyak cogan ga ya V?"

"Dasar bucin". Ledek Valina masih dengan nada kesalnya.

"Yee sewot amat,gue gini gini ga pernah nikung temen tau. Yang ada gue yang ditikung". Suara Steffi berubah menjadi pelan hampir tak terdengar.

Valina menutup mulutnya agar tidak mengeluarkan tawa yang dapat membuat Steffi gantian kesal padanya.

"Btw gue dapet gebetan di kampung gue. Ganteng tau". Lanjut Steffi teringat sesuatu.

"Demi apa lo dapet gebetan lagi???,lo baru aja putus sama leon ini uda punya gebetan aj....."

Kepada seluruh murid baru agar berbaris di depan podium sekarang juga.

Dan untuk kelas sebelas dan dua belas agar memasuki ruang kelas masing masing.

Terimakasih.

Omelan Valina terhenti karena suara yang datang dari podium tersebut. Dan Steffi dapat bernapas lega karena tidak terkena siraman dari Valina.

Semua murid berbaris dan masing masing barisan dipimpin oleh para anak osis.

"Ayo cepat barisss". Teriak salah seorang anggota osis tersebut.

Valina dan Steffi sudah menemukan barisannya dan sudah memiliki satu pemandu yaitu kak Sonya.

Dari simbol kelas yang ia pakai tampak bahwa Kak Sonya masih kelas 11.

"Kakak itu cantik V". Bisik Steffi kepada Valina.

Valina hanya mengangguk dan mulai mendengarkan arahan dari pemandunya itu.

Dan,hey!! itu kan??

Langit Sentanu [Completed]Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang