Setelah meninggalkan kamar Annisa, Liza pun segera ke kamarnya, karena ia yakin Dawin sudah menunggu nya.
"Assalamualaikum Mas" ucap Liza sambil menutup pintu nya.
Dilihatnya Dawin sedang membaca koran diatas kasurnya.
"Waalaikumussalam, sini duduk" ucap Dawin sambil menepuk sebelah kasur empuk nya yang kosong.
Lalu Liza pun duduk di sebelah Dawin.
"Mas" ucap Liza membuka suaranya.
"Kenapa sayang? "
"Mas aku kasian deh sama Annisa, anak itu benar benar baik sekali, cantik, dan sangat Lembut"
"Seperti kamu"
"Apaan sih gombal"
"Eh serius"
"Aku lebih serius Mas"
"Iya iya. Lanjutin"
"Mas kamu berniat ga sih buat angkat Annisa jadi anak? "
Dengar ucapan seperti itu, Dawin langsung terdiam.
"Mas?"
"Emang kamu yakin sayang? "
"Yakin 100%"
"Karena kamu yakin, aku juga yakin. Sebenarnya, saat tadi di taman, Mas merasa ingin sekali mengangkat dia jadi anak kita"
"Lalu? Kenapa Mas ga bilang? "
"Mas takut kamu menolak"
"Aku tidak akan pernah menolak Mas"
"Kamu ga akan lelah? "
"Annisa sudah besar Mas, bahkan umurnya menginjak 10 tahun Mas"
"Iya Mas percaya sama kamu. Ohiya, apakah Annisa sekolah? "
"Sebaiknya Mas langsung bicara sama Annisa deh, aku ga sanggup Mas, tadi aja dia nangis"
"Loh kenapa? "
"Dia rindu Umi dan Abi nya"
"Oh, Mas juga prihatin. Yaudah nanti Mas coba tanya tanya ke dia deh"
"Yaudah Mas, aku mandi dulu ya gerah"
"Yaudah, aku ke ruang kerja dulu ya. Mau cek berkas"
"Iya"
...
Saat Adzan Maghrib berkumandang, Liza, Dawin dan Rizki sudah bersiap siap untuk sholat Maghrib, sementara itu Annisa belum menunjukkan batang hidung nya.
"Liza, coba kamu lihat ke kamar Annisa, dia sudah siap siap belum" ucap Dawin kepada Liza.
"Iya Mas, aku lihat dulu"
Sesampainya di kamar Annisa, Liza melihat Annisa masih tidur dengan nyenyak nya. Lalu Liza pun menghampiri Annisa.
"Sayang, bangun yuk, kita sholat Maghrib berjama'ah" ucap Liza sambil mengelus rambut panjang Annisa.
"Iya tante" ucap serak Annisa
Lalu Annisa pun terbangun dari tidurnya dan segera beranjak ke kamar mandi. Lalu Liza pun menuju Mushola keluarga yang terletak dibawah.
"Gimana?" tanya Dawin
"Dia udah bangun kok Mas"
Dan setelah itu Annisa pun datang, lalu mereka pun Sholat berjama'ah dan dilanjutkan dengan ngaji bersama.
"Alhamdulillah. Nah untuk itu, aku mau bantuin bibi masak untuk makan malam kita ya" ucap Liza.
"Annisa boleh bantuin tante? "
KAMU SEDANG MEMBACA
This is My Future | END
Spirituelles#2 in Spiritual #6 in Rohani #3 in Spiritual #9 in Muslimah #1 in Islami #4 in Islami #2 in Islami #7 in Rohani #3 in islami #1 in Religi #7 in Hijrah *** Cerita ini mence...
