Adiwaramu tak pernah sekalipun bermanja
Juga tak pernah memekik nama dari sang empu puisi ini
Bukan salahmu kau begitu mempesona
Bahkan burung-burung berkicau tau hatimu tertarik pada siapa
Walaupun rasa, karsa dan kata melebur bertahta
Tak akan pernah sedetik pun
Kau berpikir kita bisa bersama
Berpadu melawan semesta
Berkerja sama mencari adiwarna dunia
Menertawai hal yang sama
Karena seperti puisi ini,
Bagimu
Tak ada "cinta" dan "aku".
KAMU SEDANG MEMBACA
Tetesan Pena
PoesiaAku memilih berkata-kata walau tak mengucap sepatah katapun. Aku memilih kertas dan pena, sebagai sahabatku. Aku memilih sajak dan puisi untuk mengekspresikan perasaanku. Dan, aku memilih, tetesan-tetesan pena sebagai air mataku. #74 dalam Poetry 30...
