Seperti biasa suasana makan siangku selalu berlangsung ceria bila bersama mas Radit.
Kami bisa membicarakan banyak hal dalam waktu satu jam kebersamaan kami. melompat dari satu topik ke topik lain.
Ia selalu tampak antusias pada tiap topik yang kuangkat, pada tiap canda yang kulontarkan. Tak sedikit pun ia terlihat bosan pada apapun yang kubicarakan.
Aku pun begitu. Aku sangat menikmati setiap tawa renyah yang tercipta di bibirnya, setiap komentar usil yang disematkannya.
"oh iya, mas. Mas Radit tahu mengapa mba Lita resign?" tanyaku serius. Mas Radit yang mulanya masih menyantap makanannya dengan santai tiba-tiba menghentikan gerakannya. Ia tampak sangat terkejut mendengarnya.
"apa?? Lita resign?! yang benar kamu, Nya?" tanyanya tak percaya. Aku mengangguk yakin.
"iya, kemarin para staff lain heboh. mas Radit ga sadar?" tanyaku heran. ia bisa menyadari ekspresi kesalku dengan mudah tapi bahkan ia tidak menyadari keributan yang terjadi dengan para staf lain?
"engga, aku ga sadar. ya tuhaaaann.. Lita itu ikut kita dari awal kita merintis! dari sejak kantor kita masih di rumah kontrakkan, kemudian pindah ke ruko kecil, hingga akhirnya kita punya gedung sendiri begini! apa-apaan ini? pasti ada alasannya dia memutuskan untuk keluar! ya, pasti ada sesuatu yang salah" ucapnya setengah emosi.
"mm.. mungkin karna itulah beredar rumor tentang penyebab mba Lita resign" lanjutku, yang lebih terdengar seperti gumaman.
"ya? kamu bicara apa? rumor? rumor apa?" tanya mas Radit heran.
"oh.. itu.. mm.. iya, ada rumor yang beredar di kalangan para staff tentang kepergian mba Lita. well.. sebenarnya aku dengar sendiri dari Jasmine. Mba Lita mengatakan penyebab ia resign hanya pada Jasmine"
"jadi kau tahu? apa? apa sebabnya?"
--------------------------------------
"Lita! ada apa dengan Lita? mengapa dia sampai resign?" Tanya Radit sembari menghambur ke dalam ruangan sang direktur.
"apa-apaan ini? ga bisa ketuk dulu?" tanya Rezzy mengernyit tak suka.
"oke, sorry. tapi jawab pertanyaan gue, ada apa dengan Lita? mengapa dia sampai resign? dia Lita, Rez. Lita! dia orang yang paling loyal sama perusahaan kita! dia ga pernah mengeluh apapun sejak awal kita dirikan perusahaan ini. sejak kita masih merintis bahkan sejak kita masih susah! dia ga mungkin minta resign kalau ga ada hal yang benar-benar buat dia meledak seperti ini! Lo keterlaluan, Rez! sekarang lo jujur sama gue, ada apa sebenarnya?" omel Radit setengah berteriak.
Sementara Rezzy hanya menghela napas panjang mendengarnya.
"gue ga mecat dia. lo sendiri yang bilang, dia resign. jd apa salah gue? lagipula justru karna dia termasuk karyawan pertama di perusahaan kita, jadi seharusnya dia sudah hafal dengan sikap gue. bukan malah mutung begini" jawab Rezzy santai. sementara Radit hanya dapat meremas rambutnya frustasi mendengar jawaban Rezzy. tak tahu lagi harus berkata apa menghadapi hati dingin sahabatnya itu.
Mereka saling terdiam cukup lama.
Sibuk dengan pikirannya masing-masing.
"lalu bagaimana? kita tidak bisa membiarkan posisi itu kosong terlalu lama. kita butuh orang yang benar-benar bisa kita percaya" kata Radit akhirnya. setelah ia benar-benar telah menguasai emosinya.
Rezzy menghela napas dalam sebelum akhirnya menjawab,
"gue tahu. Dan hal itu yang mau gue bicarakan dengan lo nanti malam"
"lalu?" tanya Radit tak mengerti. lalu maksudnya apa? mengapa Rezzy tidak melanjutkan kata-katanya?
"ya, kita bicarakan nanti malam saja. kau sedang emosi, dan kurasa pembicaraan kita nanti lebih baik jika diselesaikan tanpa emosi" jawab Rezzy tenang seraya menutup map file yang sedang ia baca sedari tadi dan memandang lurus sahabatnya yang tengah duduk di sebuah shofa kulit di tengah ruangan.
Radit mendengus kesal mendengar perkataannya sebelum akhirnya memutuskan untuk bangkit menuju keluar ruangan..
_gsa
hai, guys! udah lama ga nyapa nih.. hehe udah chapter 12 aja, ga terasa yaa..
tapi sori banget ya kalo chapter kali ini singkat banget, karna gue rasa lebih dramatis aja kalo chapter berikutnya dijadiin part yg terpisah.. hehe
siapa sangka, kepergian mba Lita ini ternyata berdampak besar lho pada hubungan ketiganya.
mau tau gimana bisa hal itu terjadi?
mau tau banget atau mau tau aja??
mm.. kasi tau ga yaaa?? haha
oke, kalo penasaran tungguin chapter selanjutnya yaa..
Terima kasih
love you all.. \(^o^)/
*jangan lupa di vote and di comment yaaa :*
KAMU SEDANG MEMBACA
Part of Life
RomanceAndra, cinta pertama Vanya. Laki-laki yang sudah sejak awal masuk SMP ia sukai tiba-tiba saja menghilang ketika mereka masih duduk di kelas 2 SMA. Vanya yang merasa benar-benar kehilangan pun terus berusaha mencarinya hingga ia bertemu dengan Radit...
