Watch your step, Vanya!

5.5K 48 6
                                        

"tolong minta Jasmine untuk mengatur janji dengan PT. Nadera Indotama, perihal penawaran kerjasama. Dan tolong kamu siapkan bahan meeting sore nanti dengan PT. Senopati Agro Nusa" ucap mas Rezzy padaku. Belum sempat aku menjawab, ia kembali menambahkan,

"Ohya, jangan lupa follow up bagian produksi untuk memperbanyak keping cd proposal secepatnya"

"baik, mas. Ada lagi yang lain?" jawabku seraya bertanya padanya. Memastikan apa ia sudah selesai memberikan instruksi.

"sementara cukup" jawabnya singkat.

oke, sementara cukup. SEMENTARA. fiuuhh..

Sudah hampir dua minggu aku menjadi sekeretaris mas Rezzy, dan kini ia sudah lebih banyak bicara padaku. Ya, lebih tepatnya memerintahku. Hhhfff... setidaknya itu lebih baik dari pada aku hanya mendengar gumaman di balik punggungnya. Dan hingga kini, diluar itu semua kami sama sekali tak pernah berkomunikasi. Mengobrol maksudku. Ahh.. jangankan mengobrol, membicarakan sesuatu yang sifatnya out of topic saja belum pernah! Benar-benar lelaki dingin..

Dan ada satu hal yang membuatku sedikit kesal padanya, atau kalau boleh jujur bukan hanya sedikit kesal, tapi sangat kesal! ya, bagaimana tidak, ia bahkan tak pernah memanggil namaku! cihh.. benar-benar lelaki sombong.. lihat saja nanti..

Langit telah menggelap sejak tadi ketika kami keluar dari gedung PT. Senopati Argo Nusa. Meeting tadi berlangsung sedikit alot hingga akhirnya kedua belah pihak memutuskan untuk menyudahi meeting malam ini dan akan dilanjutkan kembali esok siang. Kalau saja aku dan sekretaris PT. Senopati tadi tidak mengingatkan bos kami masing-masing, mungkin saja meeting kali tidak akan berakhir hingga kedua belah pihak sama-sama puas dengan kesepakatan yang kami buat. Dan mungkin saja jika itu terjadi pasti kami akan pulang ketika matahari hampir terbit!

Aku melirik Alexandre Christie silver yang melingkar di pergelangan kiriku ketika kami sudah memasuki Pajero Sport hitam milik mas Rezzy.

09.13. fiuh.. Perjalanan ke kantor mungkin akan memakan waktu sekitar 45 menit, kemudian dari kantor k rumahku yg terletak di bagian timur Jakarta mungkin akan memakan waktu satu jam. Aaahh.. paling tidak aku akan tiba di rumah sekitar jam 11! Itupun kalau lancar, kalau ternyata terjadi macet total seperti jum'at lalu, mungkin aku baru tiba pukul 1 pagi! haaaaahhh.. Mama pasti tidak bisa tidur karna menungguku. Ah, beban pikiran mama sudah sangat berat saat ini, aku tak mungkin membuatnya khawatir lagi. Tanpa sadar aku mendesah panjang.

"kita makan dulu, setelah itu aku antar kamu pulang" terdengar sebuah suara yang berasal dari laki-laki super tampan yang duduk dibelakang kemudi di sampingku.

"ya?" tanyaku dengan wajah bodoh. ya, pasti wajahku saat ini memang tampak bodoh. Ku rasa aku salah dengar barusan. Ini pasti karna aku sedang melamun barusan. Apa iya ia tadi mengajakku makan malam dan menawarkan untuk mengantarku pulang?

Dengan tanpa perubahan ekspresi ia mengulang kata-katanya kembali,

"kita makan dulu, setelah itu aku antar kamu pulang"

Aku sedikit terperangah.. WAW! Ini sungguh di luar dugaan! Ternyata orang sedingin dia masih bisa memikirkan keselamatanku.. hihi entah mengapa rasanya hatiku begitu bahagia. Seperti pertama kali mendapat kado dari guruku karna aku berprestasi baik.

"Baik, mas.." jawabku riang. Ini sungguh memalukan, tapi jujur saja aku tak dapat menyembunyikan kebahagiaanku saat ini.

Kami berhenti di sebuah restoran steak. Baguslah, kurasa aku akan memesan seporsi double tenderloin karna aku memang sudah benar-benar lapar..

Ketika kami memasuki ruang restoran yang cukup padat itu, seorang pelayan menghampiri kami.

"selamat datang, maaf untuk berapa orang pak?" tanya pemuda berseragam itu pada mas Rezzy

Part of LifeCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang