Whooooaaaaa...
Aku berusaha menutup mulutku yang sudah sekian kali menguap ini. Ku tutup buku tebal di tanganku dan memutuskan untuk memejamkan mataku. Menyerah pada kantuk yang tengah menyerangku.
Padahal ku tahu hanya tinggal 3 shelter lagi yang harus ku tempuh untuk menuju shelter busway terdekat dari kantorku, tapi sungguh rasanya aku tak sanggup lagi menahan mataku agar tidak terpejam. Aku benar-benar mengantuk..
Ini semua berkat aksi begadangku yang semalaman membaca modul tebal yang dibekalkan mas Rezzy padaku kemarin. Benar-benar lengkap! Bahkan manner terhadap para calon klien pun dirangkumnya di sini. Jangan tanya lagi tentang hal-hal yang jauh lebih penting, karna hal yang seremeh ini saja ada, tentunya tentang pembuatan surat-menyurat, proposal dan segala antek-anteknya pun ada di buku ini!
Aku heran, apa mas Rezzy memiliki banyak waktu longgar sehingga sempat menyusun buku selengkap dan setebal ini?
Aku begitu tak sabar melahap semua ilmu yang disematkan di buku ini hingga halaman terakhir. Bukan, bukan karna aku begitu bersemangat membaca tulisan karya mas Rezzy, melainkan karna begitulah aku.
Aku selalu bersemangat ketika mempelajari hal baru. Buatku ini sangat mengasyikan. Menambah keahlianku di berbagai bidang, itu tujuanku. Aku tak pernah ragu untuk mempelajari hal baru. Karna terlalu banyak hal menarik di dunia ini yang sayang jika kita lewatkan begitu saja.
Perasaanku sama seperti ketika aku baru mempelajari foto editing dan desain grafik dari seorang teman di jurusan desain komunikasi visual.
Sama seperti ketika aku belajar menjahit dari ibuku dan berhasil membuat gaun pestaku sendiri.
Sama seperti ketika aku belajar membuat cake dari kakakku.
Sama seperti ketika aku memulai novel perdanaku dan berhasil menyelesaikannya.
Aku merasa tertantang..
Rasanya begitu bersemangat..
Dan aku baru akan puas ketika berhasil menguasainya..
Samar-samar aku mendengar suara penunjuk halte berbunyi.
next shelter, Grogol 2 shelter. please check your belonging and step carefully..
Heh? Di mana ini? rasanya aku tak melewati shelter ini biasanya.. Grogol?? pikirku dengan setengah kesadaran dan masih dengan mata terpejam.
What?! Aku kelewatan!
Spontan aku terlonjak dari tempat dudukku. Dan menuju ke arah pintu yang hampir tertutup kembali. Aku melompat ke atas lantai shelter dengan panik dan karnanya petugas busway di depan pintu itu pun menegurku karna tidak berhati-hati dan hampir saja terjatuh.
"maaf.. maafkan aku.." ucapku cepat-cepat seraya menunduk sopan ke arahnya. Tak usah ditanya lagi betapa merahnya pipiku saat itu. Aku benar-benar malu..
Aku berlari menyusuri lorong jembatan panjang yang melingkar itu, menuju pintu keberangkatan ke arah sebaliknya.
Aaahhh.. jembatan ini begitu menyusahkan! Di shelter lain aku hanya perlu membalikan badan tanpa harus berputar menyebrangi jembatan seperti ini. hhhh.. sial sekali aku pagi ini!
Tak lama kemudian aku tiba di pintu shelter yang menuju ke arah sebaliknya. Menuju kantorku yang berada di daerah Gatot Subroto. Aku menghela napas panjang menatap antrian yang cukup panjang menjulur dari pintu. Dan sialnya lagi buswaynya tidak kunjung datang! Aaiihhh.. begini caranya aku bisa terlambat!
"pagi, mas.." sapaku dengan napas tak beraturan ketika memasuki ruangan mas Rezzy.
Ia mengernyit heran menatapku yang tampak masih terengah-engah. Ia melirik jam dinding yang terpasang di dinding belakangku. Aku pun turut menyusuri arah pandangnya.
KAMU SEDANG MEMBACA
Part of Life
RomantikAndra, cinta pertama Vanya. Laki-laki yang sudah sejak awal masuk SMP ia sukai tiba-tiba saja menghilang ketika mereka masih duduk di kelas 2 SMA. Vanya yang merasa benar-benar kehilangan pun terus berusaha mencarinya hingga ia bertemu dengan Radit...
