Assalamu'alaikum teman-teman, saran dan kritiknya sangat aku tunggu!.
Perhatian! Baca ceritanya dengan tenang yak, Insya Allah bermanfaat.
😍
بِسْمِ اللّٰهِ الرَّحْمٰنِ الرَّحِيْمِ
"Sungguh indahnya mencintai Allah, jikalau banyak yang mengetahuinya."
🌷🌷🌷
"Ca, tumben jama'ah di Masjid?," Tanya Dina.
Mereka berdua dan anak-anak panti lainnya sedang berjalan menuju ke Masjid.
"Iya," Jawab Annisa dengan suara lemah, fikirannya kini kosong dengan deru ucapan tasbih dihatinya.
Dina menatap Annisa bingung, ia rasa Annisa sedang tidak sehat karena bibirnya begitu pucat tidak seperti biasanya. "Ca? Kamu sakit?."
Annisa membisu, ia juga tidak tahu atas keadaannya. Namun yang pasti, ketika dirinya menerima lamaran dua pria siang tadi, tubuhnya merasakan hal berbeda.
"Ca.."
Suara Adzan Maghrib bergema dan memotong perkataan Dina. Terpaksa Dinapun menyudahinya, mereka menuju tempat wudhu khusus perempuan.
Usai berwudhu sembari menunggu Iqamah, Annisa terus saja bershalawat dengan tatapan kosongnya.
Annisa beranjak dari duduknya siap untuk Sholat setelah Iqamah dikumandangkan.
Ia mengangkat kedua tangan, sejajar dengan pundaknya. Bibirnya bertakbir. Seluruh tubuhnya difokuskan menghadap Illahi Rabbi.
Terdengar suara sang Imam membaca surah Al-fatihah menyayat hatinya, Annisa tahu betul maknanya apalagi saat sang Imam mengucap;
اِيَّاكَ نَعْبُدُ وَاِيَّاكَ نَسْتَعِيْنُ
"Hanya kepada Engkaulah kami menyembah dan hanya kepada Engkaulah kami mohon pertolongan."
اِهْدِنَا الصِّرَاطَ الْمُسْتَقِيْمَ
"Tunjukilah kami jalan yang lurus,"
صِرَاطَ الَّذِيْنَ اَنْعَمْتَ عَلَيْهِمْ ۙ غَيْرِ الْمَغْضُوْبِ عَلَيْهِمْ وَلَا الضَّآ لِّيْنَ
"(Yaitu) jalan orang-orang yang telah Engkau beri nikmat kepadanya; bukan (jalan) mereka yang dimurkai, dan bukan (pula jalan) mereka yang sesat."
Seketika, air mata Annisa langsung mengalir deras membasahi tiap pori-pori kulit wajahnya hingga ada beberapa yang lolos berjatuhan diatas sajadah dengan lancar.
Annisa berusaha agar tidak terisak, ia terus berusaha bertahan, bertahan untuk tidak kalah dengan tubuhnya.
Seperti biasanya, usai shalat maghrib Annisa mengajar ngaji. Fikiran Annisa terus dituntut oleh perasaannya sampai ia tidak fokus dalam mengajar.
KAMU SEDANG MEMBACA
MAHABBAH [SELESAI]
Spirituellesبِسْمِ اللّٰهِ الرَّحْمٰنِ الرَّحِيْمِ "Aku mengkhitbahmu, karena ingin menghalalkan pandanganku kepadamu."- Fatih "Aku mengkhitbahmu karena Allah."- Zaky Hatinya sangat sulit memilih. Sangat sulit. Tidak ada yang memahaminya. Ia sangat bingung. Kar...
![MAHABBAH [SELESAI]](https://img.wattpad.com/cover/178264813-64-k315171.jpg)