10. Agama Warisan

2.8K 233 6
                                        

Assalamu'alaikum teman-teman, saran dan kritiknya sangat aku tunggu!.

Perhatian! Baca ceritanya dengan tenang yak, Insya Allah bermanfaat.

😍


بِسْمِ اللّٰهِ الرَّحْمٰنِ الرَّحِيْمِ

"Cerdasnya orang yang beriman adalah, dia yang mampu mengolah hidupnya yang sesaat dan yang sekejap untuk hidup yang panjang.

Hidup bukan untuk hidup, tetapi hidup untuk yang maha hidup. Hidup bukan untuk mati, tapi mati itulah untuk hidup."

- Ustadz Muhammad Arifin Ilham

🌷🌷🌷

"Ca, lo pucet banget, pake nih. Biar nggak kaya mayat idup," Tawar Jihan tangannya mengulurkan lipgloss.

"Itu lipgloss Ca, bukan lipstik, kapan-kapan kursus make up sama gue ya Ca," Jelas Nazma melihat Annisa menatap benda ditangan Jihan seperti menimbang sesuatu.

Annisa tersenyum kilat, "Makasih, nggak usah."


Annisa tidak ingin mencoba-coba alat make up apapun walau itu celak mata, khawatir seperti Nazma yang tidak pernah lepas dari make up.

"Puasa?," Tanya Hana, karena ia sudah tahu tabiat Annisa.

Annisa langsung mengangguk dengan senyum canggungnya.

"Whatt!..Upacara kuat? dan Pelajaran Olahraga jam kedua masih bisa kuat? Kalau nggak kuat, lambaikan kekamera aja," Jihan menatap heran Annisa.

Annisa menghela nafas, sepertinya ia tidak akan selebay itu jika sudah diniatkan untuk berpuasa.

"Nabi perang sambil puasa aja kuat," Tegas Annisa.

Annisa mengingat buku sejarah yang dibacanya sewaktu Madrasah Ibtidaiyah tentang perang-perang Badar, Uhud, Tabuk, Khaibar, Fathu Makkah, dan perang lainnya. Bukan sejarah Islam saja yang Ia baca, Annisa juga membaca biografi Cut Nyak Dien, Cut Meuthia, Douwes Dekker(Danudirja Setyabudhi) dan pahlawan Indonesia lainnya.


"Beliau seorang Nabi Ca," Timpal Jihan.

"Tapi manusia kan?."

"Iya, iya," Pasrah Jihan melanjutkan bermain ponselnya, ia tidak akan pernah bisa berdebat dengan sang ahlinya.

Kriing kriing...

Suara bel berbunyi, tanpa aba-aba segerombolan siswa dan siswi menuju lapangan untuk Upacara. Setiap hari Senin, siswa dan siswi selalu banyak mengeluh karena hari pertamanya melakukan Upacara bersama terik matahari yang begitu menyengat bermandikan keringat, didampingi oleh kaki yang dengan rasa hormat berdiri hingga selesai tanpa diberi kesempatan duduk dan hanya yang lemah dilarikan keruang UKS.

MAHABBAH [SELESAI]Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang