15. Sebuah Pertanyaan

2K 187 0
                                        

Assalamu'alaikum teman-teman, saran dan kritiknya sangat aku tunggu!.

Perhatian! Baca ceritanya dengan tenang yak, Insya Allah bermanfaat.

😍


بِسْمِ اللّٰهِ الرَّحْمٰنِ الرَّحِيْمِ

"Jangan merasa aneh dengan terjadinya penderitaan-penderitaan selama kau masih hidup didunia ini, karena dunia hanya menampakkan apa yang mesti ditampakkannya."

- Ibnu Atha'illah As-Sakandari

🌷🌷🌷

Mobil melaju sedang, jujur ini kedua kalinya Annisa bepergian menggunakan mobil pribadi, yang pertama saat dia mengikuti lomba Qiroah. Ikhsan memegang kendali mobilnya dengan didampingi Zaskia, sedangkan dirinya dibelakang bersama Melly.

Annisa mengambil keputusan membawa ikut Melly bersamanya agar tidak khalwat(berduaan) dan saat menjemput Melly, ternyata ada Zaskia. Lalu Melly menceritakan bahwa tetangganya itu ingin ikut belajar.

Dan Ikhsan langsung menyetujuinya karena itu tidak masalah baginya. Jadi, Annisa merasa semakin senang jika keadaannya rame, kesempatan untuk berbincang dengan Ikhsanpun hanya sedikit.

"Teh, ini mau kemana si?!," Tanya Melly menatap kesal karena bisa jadi belajarnya dengan Annisa tertunda, dan ia tidak ingin itu terjadi.

"Kerumah teman Teteh," Jawab Annisa mengelus kerudung Navy-nya.

"Yah. Jadi, hari ini kita nggak belajar?," Decak Melly mengerucutkan bibirnya.

"Iya Teh, nggak jadi belajal?," Zaskia yang mendengar percakapan Annisa dan Melly menoleh kebelakang dan ingin memastikan kebenarannya.

Ikhsan tidak menyangka, gadis disampingnya itu pelo, rasanya ia ingin tertawa, tapi jika dalam seperti ini?, itu tidak akan terjadi. Dan ia lebih baik menjadi pendengar saja daripada ikut campur urusan Annisa dan muridnya.

"Kita akan belajar, tapi pas pulang aja, fikiran Teh Ica lagi nggak fokus," Ya, kefokusan Annisa sudah tersita oleh Yasmin, ia ingin tau kenapa Yasmin membuka Jilbabnya lalu memostingnya diakun SOSMED.

"Mikilin apa sih Teh?," Kalau tidak kepo itu bukanlah Zaskia.

"Kia! Ini urusan dewasa, jadi nggak cocok buat kita," Sergah Melly yang mengartikan raut muka gurunya.

"Maaf ya, belajar kalian jadi terganggu," Ikhsan angkat bicara lalu menoleh sekilat dan mengalihkan fokusnya lagi untuk mengemudi.

"Enggak terganggu Kang, malah enak jadinya naik mobil," Melly memang sudah berfikiran dewasa diumurnya delapan tahun, karena keadaan seseorang menjadi dewasa dipengaruhi juga oleh kehidupannya, dan kedewasaan tidak memandang umur seseorang.

Kang?.

Ikhsan tidak pernah terfikir dibenaknya di panggil Kang? Karena menurutnya itu kuno, tapi tidak mengapa, itu panggilan baik.

"Ouh iya, Kang ini namanya siapa?," Tanya Zaskia.

"Namanya Ikhsan Kia," Annisa juga lupa memperkenalkan Ikhsan pada muridnya.

MAHABBAH [SELESAI]Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang