40. Q.S Al-Isra Ayat 81

1.6K 176 0
                                        


2277 words. So, jgn enek. Because pengin ending nih. Yeaahhh!!!.

Assalamu'alaikum teman-teman, saran dan kritiknya sangat aku tunggu!.

Perhatian! Baca ceritanya dengan tenang yak, Insya Allah bermanfaat.

😍

بِسْمِ اللّٰهِ الرَّحْمٰنِ الرَّحِيْمِ

وَقُلْ جَآءَ الْحَـقُّ وَزَهَقَ الْبَا طِلُ ۗ اِنَّ الْبَا طِلَ كَا نَ زَهُوْقًا

"Dan katakanlah, Kebenaran telah datang dan yang batil telah lenyap. Sungguh, yang batil itu pasti lenyap."(QS. Al-Isra' 17: Ayat 81).

💙💙💙

"Wa'alaikumussalam."

Deg!.

Annisa kembali bernafas lega.

Saat pandangannya jatuh kebawah, melihat siapa yang membuka pintu. Sepasang kaki yang berbalut sarung yang terikat ditubuhnya. Awalnya ia kira itu adalah Fatih, namun ternyata Ayahnya. Kenapa ia lupa, bahwa laki-laki dirumah Ustadzah Faridah bukan hanya Fatih. Namun, ada juga Ustadz Harun.

Apa sebenarnya hati Annisa berharap itu Fatih?. Tidak. Annisa tidak akan mengaku. Percayalah itu.

"Eh Ica?," Tanya Ustadz Harun menatap Annisa yang sedang kebingungan sendiri.

Annisa kembali menarik nafasnya.

"Hmm, Ustadz. Saya cari Ustadzah Faridah, apakah beliau ada?," Ucap Annisa sangat formal.

"Iya, ada. Silakan masuk aja, saya juga mau ke Masjid. Assalamu'alaikum."

"Wa'alaikumussalam."

Ustadz Harun berlalu pergi disebelah Annisa. Dengan hati tenang, Annisa kembali mengetuk pintu yang sudah terbuka dengan pelan. Tidak mungkin ia masuk sedangkan sang tuan rumah tidak mengetahui, walau ia sudah mendapat izin dari Ustadz Harun.

Senyuman manis Annisa ukir, ia sedang membalas senyuman Ustadzah Faridah yang datang dengan wajah teduhnya. Annisa dipersilakan masuk.

Kemudian Ustadzah Faridah menutup kembali pintu. Ia mengajak duduk Annisa diruang tamu. Annisa duduk sepantasnya saja, apa yang tuan rumah katakan. Lalu Ustadzah Faridah duduk disamping Annisa. Ia memposisikan diri duduk menghadap Annisa. Dan Annisa hanya menyesuaikan posisi Ustadzah Faridah.

Annisa mengernyitkan dahi, saat Ustadzah Faridah menghela nafas dengan suara yang jelas sekali terdengar digendang telinganya. Sebenarnya apa yang ingin dikatakan oleh gurunya ini?.

"Ca, Umi ingin mengatakan sesuatu yang selama ini Umi rahasiakan. Ini sudah saatnya kamu tau Nak."

Annisa menyipitkan matanya, ia tidak mengerti maksud perkataan Umi. Rahasia apa?. Anak yatim piatu seperti dia punya sebuah rahasia?.

MAHABBAH [SELESAI]Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang