"Lho? Nacchan? Kukira kamu sudah lebih baik hari ini,tapi kenapa kamu masih setia dengan kursi roda itu?"
"Ngg... sebenarnya akhir-akhir ini aku sering merasa kelelahan dan berakhir tumbang. Sebenarnya aku nggak mau pakai ini,tapi para member memaksaku. Akhirnya mau tak mau deh"
"Ooh.."
Memang benar apa yang di katakan oleh Nadeshiko. Tadi saja di asrama saat sedang memasak sarapan,tiba-tiba saja Nadeshiko terduduk lemas di lantai,meninggalkan sosis gosong nya. Wajahnya juga terlihat kelelahan,padahal ia hanya memasak
Di ruang meeting,Nadeshiko mengikuti meeting dengan kursi rodanya dan asistennya duduk di sebelahnya. Saat sedang serius-seriusnya meeting dengan yang lainnya,tiba-tiba saja perut Nadeshiko bergejolak tak enak,ia bisa merasakan mualnya. Tangannya menarik lengan baju asistennya sambil tangannya satu lagi menutup mulutnya. Asistennya ini menyadarinya dan ia langsung minta izin untuk keluar sebentar
"Nadeshiko-ssi? Apakah dia baik-baik saja?"
"Dia akan baik-baik saja,kami berdua permisi dahulu"
Setelah mengucapkan salamnya,asistennya ini buru-buru membawanya ke toilet perempuan. Karena dia cowok dan tak bisa masuk,akhirnya ia meminta tolong kepada salah satu staff wanita yang kebetulan lewat
Di wastafel,Nadeshiko hanya berdiri sambil kedua tangannya bertumpu di wastafel. Mencoba mengeluarkan isi perutnya karena mual terus menyerangnya hingga rasanya ia ingin muntah
"Hoeeek"
Staff wanita ini memijat bagian belakang leher sambil menepuk-nepuk punggung Nadeshiko. Seketika Nadeshiko langsung terjatuh ke lantai karena tubuhnya lemas habis mengeluarkan isi perutnya yang lumayan banyak
"Na,Nadeshiko-ssi?! Be,bertahanlah!"
Staff tersebut dengan sigap langsung mengangkat Nadeshiko kembali ke kursi roda,dan membersihkan sisa muntahan di mulutnya tanpa jijik sama sekali. Ia juga mencuci wastafelnya,Nadeshiko mengucapkan terima kasih berulang kali kepada staff wanita tersebut
"Haah.. aku benar-benar payah.. dasar tidak berguna.."
"Tidak,Nadeshiko-ssi. Jangan berkata begitu. Kehadiranmu sangat dibutuhkan oleh bangtan,jadi jangan menyerah dan berkata seperti itu. Mereka bisa sedih"
Staff wanita itu langsung membawa keluar Nadeshiko,mengantarnya kepada asistennya yang menunggu di luar. Nadeshiko meminta untuk di antarkan ke ruang latihan bangtan
Di ruang latihan,asistennya perlahan-lahan memasuki ruangan tersebut,terlihat pelatih Song sibuk membantu Namjoon dan Seokjin melatih gerakan dance nya,dan ada beberapa staff lain yang sibuk memberitahu tentang jalannya konser World Tour mereka nanti. Tak lupa menyiapkan penampilan untuk MAMA di Hongkong
"Oppa,air minumku.."
Dengan cepat,asistennya memberikan botol air minun kepada Nadeshiko,ini saatnya ia meminum obatnya. Tak peduli efek samping apa yang akan menyerangnya nanti
Sembari menunggu para member selesai latihan,Nadeshiko mengobrol dengan asistennya. Entah apa yang di bicarakan
"Haah.."
"Hm? Kenapa?"
"Nggak. Nggak apa-apa. Aneh,padahal aku hanya duduk tapi rasanya sudah lelah duluan.."
"Nadeshiko-ssi,apakah rasanya begitu menyakitkan?"
"Hmm.. tidak secara fisik,tapi.. secara psikis.. begitulah.. ah,maaf aku membuat suasana jadi begini"
"Tidak,tak apa. Nadeshiko-ssi bisa mengobrol denganku. Anggap saja aku ini teman curhatmu"
"Iya,terima kasih.."
