34# Third

463 45 2
                                        

Hari ini,merupakan sesi ketiga dilakukan. Nadeshiko sudah siap untuk melakukan yang ketiga kalinya. Selama ada Namjoon di sisinya,pasti ia baik-baik saja. Dokter pun memulainya dengan menancapkan 2 jarum ke pembuluh darah yang sudah dicari tadi

"Oh iya,hari ini Jackson janji membawa Momo-ssi kemari. Tapi,kamu sudah tahu tentang Momo-ssi jauh-jauh hari kan? Kenapa kamu tidak mengunjunginya? Apalagi,kesempatan bertemu dengannya saat music bank atau acara penghargaan musik terbuka"

"Fokusku hanya kepada kalian. Jujur,aku ingin bertemu dengannya lagi,tapi dia juga sibuk dan saat aku bertanya dengan manajernya,dia bilang kalau akhir-akhir ini Twice sibuk. Ya sudah,aku fokus saja kepada kalian"

"Porcelain beauty,seharusnya ia tahu maksudnya,mungkin saja ia berusaha untuk bertemu denganmu"

"Sebutan itu kan baru ada saat aku bekerja jadu manajer. Eh,tapi.. sejak kapan Momo-chan tahu aku ada disini?"

"Nanti tanyakan saja kalau ia kemari"



Setelah 1 jam berlalu,Nadeshiko di datangi oleh Momo dan Sana Twice ditemani oleh manajernya. Sebenarnya sih,Nadeshiko cukup gugup,tapi karena darahnya sedang di saring dan dia dalam kondisi lemas,perasaan gugup itu menghilang digantikan tak sabaran bertemu dengan temannya saat masih tinggal di Kyoto

Namjoon mempersilakan tamu yang berkunjung untuk masuk,Momo dan Sana menunduk sembari memberi salam kepada seniornya

Begitu Momo bertemu dengan orang yang ia kenal,ia langsung berkaca-kaca dan Nadeshiko menyambutnya dengan senyuman pucatnya

"Momo-chan. Aitakatta.." (momo-chan,kangen)

"Nacchan!"

Momo langsung memeluk Nadeshiko,yang di peluk membalas pelukannya dan mengusap-usap punggung temannya dengan tangannya yang menganggur

"Oh,Sana-san. Ohayo gozaimasu"

"Ohayo Gozaimasu"

"Kenapa kamu tidak mengunjungiku? Kita kan sudah lama sekali nggak bertemu"

"Maaf ya,habisnya kata manajermu kamu selalu sibuk"

"Kan bisa sapa aku di music bank atau acara penghargaan!"

"Aku nggak mau mengganggu waktu istirahatmu. Lagipula,kamu kan juga akhir-akhir ini sibuk karena Twice mau comeback kan?"

"Iya.. sekarang aku sedang senggang,makanya aku bareng Sana dan manajer kami. Tapi,setidaknya hubungi agensi ku atau manajerku! Aku bisa meluangkan waktu untuk bertemu denganmu"

"Kan sudah kubilang kalau aku nggak mau mengganggumu.."

Mereka berdua melupakan fakta bahwa,Manajer Twice dan Sana diabaikan bagaikan debu. Namjoon pun sedang sibuk di kamar,membiarkan mereka mengobrol

"Oh iya,mau masuk grup J-Line nggak?"

"Eeh? Tapi aku kan bukan Idol.."

"Nggak harus Idol kok! Kan isinya hanya orang-orang yang berasal dari Jepang,makanya kami berinsiatif membuat grup J-Line"

"Y,ya sudah deh kalau kamu nawarin.. tapi,aku nggak terlalu akrab lho.."

"Makanya itu,kamu cari teman baru. Sana dan Mina ada kok!"

Akhirnya,Nadeshiko memberikan nomor dan alamat e-mailnya kepada Momo. Dan Momo langsung memasukkan Nadeshiko ke dalam grup. Nadeshiko yakin,pasti banyak yang bertanya-tanya,dan dia bukan tipe orang yang cepat akrab.

Setelah itu,mereka mulai mengobrol bertiga. Manajernya? Menunggu di luar bersama asisten Nadeshiko yang kebetulan datang mengunjungi. Namjoon? Menyendiri di kamar,berpacaran dengan handphonenya









Setelah puas bercerita ria dan membagi rasa kangennya,Momo dan Sana izin pulang di antar oleh manajernya. Setelah Momo dan Sana pulang,Nadeshiko langsung ambruk di tempatnya tidur dari tadi. Ia langsung lemas seketika,sebenarnya ia menahan segala macam rasa tak nyaman di tubuhnya,seperti perut kram,sakit kepala,dan mual. Ia lagi-lagi menyembunyikannya di hadapan temannya

Namjoon yang menyadari itu,langsung duduk di sampingnya,menggenggam tangannya memberikan ketenangan

"Sebentar lagi selesai kok,tahan dulu ya"

Nadeshiko mengangguk pelan,ia harus menunggu lagi sampai hemodialisis usai.










Setelah menunggu lama,hemodialisis pun akhirnya usai. Ahli toksiologi nanti akan memeriksa lagi apakah ditubuh Nadeshiko masih ada racun atau sudah hilang.

Sementara menunggu,Nadeshiko tiduran sembari menghilangkan sakit kepala dan mualnya. Namjoon tadinya setelah Hemodialisis selesai,ia mau balik ke asrama mengambil paket yang sampai di asrama. Tapi,ia batalkan toh ia bisa member lain membawanya atau asisten manajer yang membawanya

Tiba-tiba saja Nadeshiko menangis pelan. Ia mulai terisak-isak,Namjoon menjadi semakin khawatir,ia berniat menekan tombol panggilan,tetapi di hentikan oleh Nadeshiko

"Kenapa?"

"Hiks.. nggak.. nggak mau.. hiks hiks.. Joonie,peluk aja.."

Namjoon menggendong Nadeshiko,mereka pindah ke sofa dan duduk disana sambil berpelukan. Namjoon memangku Nadeshiko supaya ia bisa lebih mengeratkan pelukannya. Ia membiarkan Nadeshiko menangis tak nyaman di dada bidangnya sementara itu tangannya mengusap sembari menenangkan Nadeshiko

"Ingin pulang... hiks.."

"Iya,kalau sudah sehat terus racunnya hilang,kita langsung pulang"

"Mau pulang sekarang.."

"Di periksa dulu sama ahli toksiologi ya. Nanti aku temani kok"











Beberapa jam kemudian,ahli toksiologi selesai memeriksa,tinggal menunggu hasilnya saja. Dan hasilnya Nadeshiko sudah terbebas dari racun. Meskipun racunnya sudah hilang,keadaan tubuh Nadeshiko tidaklah begitu sehat. Ia masih harus di rawat lagi di rumah sakit

"Capek nggak sih nungguin terus disini selama seminggu? Apalagi aku ini selalu merepotkanmu.."

"Ngomong apa kamu? Tidak sama sekali,aku tidak merasa keberatan atau capek. Kita memang jarang bisa berduaan,dan sepertinya tuhan ingin kita menghabiskan waktu yang lama dalam keadaan dan kondisi seperti ini. Tapi,aku berjanji suatu hari nanti kita bisa menghabiskan waktu yang lama hanya berdua saja. Pegang janjiku"

"Tidak perlu seperti itu. Berada di sisimu saja aku sudah senang kok"

Ucap Namjoon sambil mengelus tangan kekasih putihnya. Namjoon berdiri dari tempatnya duduk,mendekatkan wajahnya,ingin memberikan sentuhan hangat dan manis di ranum pucat favoritnya lalu-

"Haloooo,aku datang mengunjungi! Dan sepertinya aku mengganggu!! Permisiii!!"

"Aaaaaaa!!!"

















Beberapa saat kemudian....













"Duuuh,yang udah punya pacar enak ya.. apalagi gaya pacarannya beda sama yang lainnya.."

"Mau? Cari sana"

"Aku terlalu sibuk"

"Sok jual mahal"

"Diam"

Lagi-lagi,percakapan tidak jelas dan di isi dengan nyinyiran yang tak lepas setiap kali mereka berbicara satu sama lain. Dan Namjoon hanya diam di sofa,mengusap wajahnya menyembunyikan malunya











Tbc

Begitulah :v



Maafkan jika ada kesalahan





See u on the next episode
Love u


Senin,24 Juni 2019
18 : 27

Our Manager pt. 4Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang