35# Out

471 44 2
                                        

Setelah menyembuhkan diri di rumah sakit,akhirnya Nadeshiko diperbolehkan pulang. Tentu saja,ia sangat semangat ketika mendengar kata 'pulang'

Ia dan Namjoon di jemput oleh asistennya menggunakan mobil biasa. Masih ingat dengan mobil van hitam? Yaps,Nadeshiko masih belum bisa melihat atau menaiki kendaraan tersebut






Di asrama,para member menyambut kepulangan Nadeshiko dengan pesta kecil-kecilan. Mereka hanya makan biskuit dan cheesecake serta jus anggur dan jus jeruk. Alkohol? Tidak,Nadeshiko masih di larang minum alkohol dan dia menjadi sedih. Ia belum bisa menikmati wine favoritnya..

Makanya,untuk menghormatinya Hoseok hanya menyediakan jus anggur dan jus jeruk,pengganti wine katanya

"Meskipun kecil-kecilan,mari kita rayakan!"

"Ya tak apa,aku malas mencuci piring.."

Nadeshiko terkekeh pelan,ia senang karena akhirnya bisa berkumpul dengan para member. Setelah puas merayakan pesta kecil-kecilan,menggunakan piring kertas menghindari cucian piring,Nadeshiko pergi ke kamarnya untuk mengistirahatkan diri

Para member besok harus berangkat pagi untuk syuting MV terbaru yang akan rilis beberapa bulan lagi. Nadeshiko akan mempersiapkan diri dan mentalnya untuk besok

Karena itu,Nadeshiko turun ke bawah,memanggil Namjoon untuk membantunya. Ia bilang,kalau ia ingin melawan traumanya dan dia butuh bantuan. Namjoon menyarankan menelepon Homare untuk bisa membantunya dan Nadeshiko setuju. Akhirnya ia menelepon Homare dan Homare bilang ia akan tiba beberapa puluh menit lagi

Setelah menunggu,Homare tiba,mereka bertiga langsung turun ke basement,menuju mobil van terparkir disana. Awalnya Nadeshiko takut,ia sampai-sampai menggenggam sangat erat tangan Namjoon,bisa jadi tangan Namjoon memerah,tapi ia tak mempermasalahkan itu. Jika itu bisa membantunya,maka ia akan melakukannya

"Dengarkan aku,ini sudah hampir sebulan,jika ASD mu belum hilang selama sebulan ini,maka aku akan menganggapnya sebagai PTSD. Jika kamu ingin melawannya,lawanlah! Kami berada di sisimu. Tarik nafas dulu,rileks,pikirkan hal yang baik-baik. Selama ini,mobil itu selalu bersama dirimu,selalu membantumu"

Nadeshiko mengangguk. Mereka bertiga sudah tiba di depan mobil van hitam yang terparkir di ujunh bersama dengan mobil lain. Nadeshiko menutup mulutnya erat dan menutup matanya. Tangannya semakin erat dan bergetar,Namjoon

Akhirnya ia menangis sambil memegang kepalanya,sesekali menjambak rambutnya sendiri,mencoba menghilangkan pikiran yang menakutkan itu,tetapi tangannya sudah di tarik duluan oleh Namjoon,ia dan Homare membantu Nadeshiko dengan sabar dan pelan-pelan

Nadeshiko menangis keras,sangat keras,karena tidak enak di dengar oleh orang lain yang kebetulan lewat,akhirnya Namjoon menggendong ala koala,Nadeshiko mengalungkan lengannya di leher Namjoon sambil menangis keras di gendongannya

Di asrama,Namjoon membawanya ke kamar Nadeshiko,ia masih sibuk menenangkan pacarnya yang menangis dengan keras,membuat seisi asrama kaget dan bingung

Tangisannya terdengar pilu,setiap kali orang yang mendengarnya pasti bertanya-tanya dan rasanya seperti bisa sedikit merasakan ketakutannya. Nadeshiko menumpahkan semua ketakutannya dengan tangisan,hanya ketakutan dan traumanya



Selama hampir 20 menit menangis,tangisannya mulai mereda,meskipun masih sesenggukan dan pernafasanya terasa sesak,setidaknya masih ada orang yang bisa membantu dirinya

Karena kelelahan menangis sampai bengkak wajahnya,akhirnya ia tertidur. Namjoon dan Homare turun ke bawah untuk membicarakan Nadeshiko bersama dengan member lain

"Yang kulihat,perkembangan Nacchan sedikit demi sedikit meningkat. Tadi saja dia nggak pingsan atau lari kan? Itu bagus,meskipun tangisannya keras banget..."

"Jujur,baru kali ini aku mendengar Nadeshiko menangis sekeras itu. Biasanya tidak sekeras itu,bahkan ia sembunyi-sembunyi kalau ingin menangis"

"Yang tadi itu,tangisan ketakutan. Tak apa,biarkan ia menumpahkan semua ketakutannya. Tapi,aku berharap ia bisa menumpahkan semua masalah dan perasaannya. Tak peduli sekeras apa tangisannya,yang penting ia sudah berani mengeluarkannya di hadapan orang yang ia pilih"

"Ya,aku juga berharap seperti itu"

Setelah itu,Homare izin pulang ke rumah sakit. Selama Nadeshiko tertidur,para member bersih-bersih asrama dan menyiapkan makan siang. Jin memasakkan makanan kesukaan manajernya,ia yakin pasti manajernya energinya habis setelah menangis sebanyak itu. Bahkan ia juga sudah menyiapkan minuman ber-ion untuk mengembalikan ion-ion tubuhnya yang hilang gara-gara menangis



Siangnya,Nadeshiko terbangun dari tidurnya. Wajahnya sedikit memerah dan bengkak. Matanya sulit dibuka karena terlalu banyak menangis. Ia juga capek nangis terus,tapi ia merasa agak lega.

Begitu Nadeshiko ingin turun,Namjoon sudah membuka pintu kamar. Ia menahan tawanya ketika melihat wajah bengkak Nadeshiko. Tapi baginya itu imut

"Joonie... ketuk pintu"

"Ah iya,aku lupa. Maaf,ehehe.. ayo cuci muka terus makan"

"Wajahku bengkak,jadinya jelek. Nggak mau ah"

"Kata siapa jelek? Cantik kok,yuk makan siang bareng"

"Malu.."

"Kenapa malu?"

"Abisnya.. tadi aku nangisnya keras banget,pasti mereka dengar kan? Terus wajahku bengkak.. aku nggak mau.. hiks hiks.."

"Eeh,malah nangis lagi. Mereka nggak mempermasalahkan itu kok. Apa kamu mau makanannya di antar kesini?"

"Lapar.."

"Hahaha,iya iya,tunggu makanannya ku antar kesini"

Namjoon bergegas menuju dapur,mengambil makan siang dan memberitahukan sesuatu kepada member lain yang menunggu dibawah

"Jadi begini.. Nadeshiko sekarang jadi malu ketemu kalian gara-gara yang tadi itu.. mungkin besok dia bakalan diam atau mengalihkan pandangannya dari kalian,jadi mohon bersabar dan maklum ya. Dan tolong juga,anggap saja yang tadi itu tidak terjadi apa-apa"

"Oke~ tenang saja. Kami tadi sudah membicarakan itu,dulu kan sebelumnya pernah sama PD-nim. Serius deh,lihat wajah PD-nim di abaikan oleh keponakannya sendiri masih teringat di kepalaku,kekekeke"








Tbc

Terima kasih telah menunggu dan mohon maaf karena pendek🙏

Thx u


Maafkan jika ada kesalahan




See you on the next episode
Love u


Kamis,27 Juni 2019
19 : 59

Our Manager pt. 4Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang