"Terkadang kita perlu melepaskan seseorang demi melihatnya bahagia, meski bahagianya nanti, dapat membuat kita terluka"
–––– ARAFASYA ––––
©Auliariskamaula
Fikri sudah keluar dari kamar Ara.
Di dalam kamar, Ara masih berusaha memantapkan hatinya dengan keputusan yang akan dia ambil nantinya.
Ara rasa, ini memang yang terbaik untuk semua orang, Ara tidak ingin melukai perasaan seseorang yang sudah sangat berarti bagi dirinya.
Tok tok tok
Pintu kamar Ara diketuk seseorang, tak lama dari itu terdengar suara sang bunda memanggilnya.
"Assalamu'alaikum Dek, ayo turun makan malam dulu" ucap Bunda dari balik pintu.
Ara segera memakai khimarnya dan niqabnya, setelah itu berjalan untuk keluar dari kamarnya.
"Wa'alaikumussalam warahmatullahi wabarakatuh, iya Bunda" jawab Ara sambil berjalan membuka pintu kamarnya dan keluar.
Saat tinggal beberapa tangga lagi, Ara dikejutkan dengan kehadiran keluarga Ilham yang sedang mengobrol dengan Ayah dan ketiga kakaknya.
Ketiga kakaknya???
Dan yaa abangnya juga ada di rumah saat ini.
"Ya Allah, hamba pasrahkan semua urusan hati kepada-Mu Ya Rabb" ucap Ara dalam batinnya.
"Assalamu'alaikum" salam Ara ketika sampai di meja makan.
"Wa'alaikumussalam warahmatullahi wabarakatuh" jawab semua orang yang langsung mengalihkan perhatian nya pada Ara.
"Ma Syaa Allah, Nak Naura ini makin cantik aja" ucap Ummi Amira sambil tersenyum.
Ara membalas senyum Ummi Amira, kemudian berjalan mendekati Ummi Amira untuk menyalaminya, tidak lupa Ara juga menangkupkan kedua telapak tangannya dihadapan para lelaki.
"Ayah kenapa gak bilang Ara kalo Ka Ilham sekeluarga mau kesini malam ini?" tanya Ara dengan berbisik ketika sudah duduk di tengah tengah antara Ayah dan Bundanya.
"Maaf yaa Ayah lupa bilang sayang, hehe" jawab Ayah sambil terkekeh kecil melihat putrinya yang sedikit gemas.
"Untung aja tadi Ara gak lupa pake niqab, Ayah ini" ucap Ara lirih sambil geleng-geleng kepala sedikit gemas dengan Ayahnya yang pelupa.
Ayah hanya tersenyum melihat putrinya yang sedikit gemas dan terkejut karenanya.
"Hmm, mendingan kita langsung makan malam dulu yaa, bahas jawaban khitbahnya nanti setelah makan, ini takut keburu dingin makanannya" ucap Bunda.
Semuanya mengangguk setuju, setelahnya mulai mengambil makanannya masing-masing.
Makan malam berjalan dengan tenang tanpa ada suara selain sendok dan garpu yang saling beradu dengan piring.
***
"Naura itu sejak kapan istiqomah pakai niqab Pak Farzan?" tanya Abi Hamzah kepada Ayah Farzan.
"Alhamdulillah Ara sudah istiqomah pakai niqab dari SMP" jawab Ayah Farzan.
"Ma Syaa Allah, beruntung sekali Antum punya anak seperti Naura" ucap Abi Hamzah sambil tersenyum takjub.
Ayah Farzan mengangguk setuju, Ia memang sangat beruntung memiliki anak-anak yang sholeh dan sholehah.
***
Jika para lelaki sedang mengobrol di ruang tamu, berbeda dengan para perempuan yang sedang membereskan meja makan dan mencuci piring di dapur.
KAMU SEDANG MEMBACA
ARAFASYA
Spiritual[ ⚠Romance act - Spiritual ] Cinta adalah fitrah manusia yang Allah berikan kepada setiap hamba-Nya, namun bagaimana dengan cinta yang melibatkan banyak hati?? Seperti senja yang hadir dengan penuh makna, kamu hadir menawarkan jalan untuk kita bersa...
