Happy Reading 💕
🐣🐣🐣
Lalu bagaimana jika seseorang mencintai seseorang tapi hanya bertepuk sebelah tangan? Mundur mengikhlaskan atau mencintai dalam diam atau bahkan tindakan yang lain?
🕊🕊🕊
Hari ini Ara berangkat sendiri, ya kalau tidak dengan Gavin ya berangkat sendiri.
"Ara berangkat Ma" Ucap Ara sembari mencium punggung tangan mamanya lalu beralih ke pipi.
Ara menunggu angkutan umum didepan kompleksnya. Panas dan berhimpitan itu sudah biasa, apalagi saat penumpang sudah penuh tapi tetap saja supir angkutan bilang masih longgar.
Ara berjalan melewati lorong yang cukup ramai karena saat itu murid berlalu lalang menuju kelasnya masing-masing.
"Daraa" Panggil seseorang itu
Karena namanya dipanggil Ara pun berhenti.
"Kenapa? " Ucap Ara singkat
"Kan kita satu kelas bareng kesananya" Jawab Sean
Ara tidak membalas perkataan Sean lalu berjalan meninggalkan Sean.
"Dar lo ikut eskul music kan? " Tanya Sean
"Nggak"
"Kenapa? Bahkan suara lo bagus kenapa nggak masuk eskul musik?, lo bisa famous? Lo nggak tertarik gitu?bahkan bisa mewakili sekolah kita." Tanyanya lagi
Ara memutar bola matanya malas karena sepanjang menuju kelas, Sean selalu melontarkan pertanyaan kepada Ara.
"Bisa diem nggak? " Ucap Ara ketus lalu masuk ke kelas meninggalkan Sean yang berada di pintu.
Leta yang baru datang dan memperhatikan obrolan mereka, lalu menghampiri Sean yang memperhatikan Ara yang sudah masuk.
"Maafin Dara ya," Ucap Leta sembari menepuk bahu Sean lalu masuk kedalam kelas.
Sean menganggukkan lalu tersenyum miris "gue bakalan buat lo, bertekuk lutut sama gue Adara" Ucapnya lirih lalu masuk kedalam kelas.
Suasana kelas yang berisik karena guru yang mengajar tidak masuk. Ada yang bermain game di ponselnya, ada yang menonton film horor sambil teriak ketakutan, ada yang belajar dan masih banyak.
Ara menyumpal telinganya dengan earphones lalu menggunakan kedua tangannya sebagai bantal, lalu memejamkan matanya.
Baru 30 menit Ara memejamkan matanya, tiba-tiba seorang guru masuk kedalam kelas. Semua murid kelas 10MIPA1 berhamburan menuju bangkunya masing-masing. Lalu mengikuti pembelajaran dengan kondusif.
Kring kring
"Adara tolong kembalikan buku ini ke perpustakaan" Ucap pak Bima selaku guru kimia.
"Baik Pak"jawab Ara lalu membawa tumpukan buku itu lalu keluar kelas.
Penghuni kelas Ara sudah berhamburan ke kantin, dan tersisa Ara dan Leta. Tetapi Leta sedang memakan bekalnya, lalu Ara memutuskan pergi ke perpustakaan sendirian.
Lorong hanya berisikan beberapa murid. Lumayan sepi, itu lebih baik menurut Ara. Saat di belokan lorong tiba-tiba ada murid yang menyenggol tangan Ara, tiga buku yang diatas terjatuh. Murid yang menyenggol itu hanya melirik sekilas.
" Bodoh"umpat Ara yang masih didengar oleh murid itu.
Murid itu membalikan badan lalu menghampiri Ara. Ara yang masih mengambil buku yang terjatuh dengan tangan kanannya, tangan kiri Ara memegang buku yang lainnya.
"Lo" Ucap murid itu
Ara menyatukan alisnya "kenapa" Ucapnya dingin
"Ulang"Ucap murid tadi
" Bodoh"jawab Ara enteng
Murid itu adalah Alan, Alan mengetahui bahwa Ara pacar Gavin. Ara sendiri tidak tahu Alan itu yang bersama Gavin waktu itu. Karena Ara cenderung cuek dengan orang yang baru bahkan tidak ingin tahu.
"Berani lo? " Ucap Alan meninggi lalu mengepalkan tanganya menahan emosi
"Kenapa" Jawab Ara santai.
Ara melihat wajah Alan mulai memerah dan suara gemletuk giginya tangannya juga menahan ingin memukul.
"Mau mukul ya? Mukul muka lo aja biar nggak belagu" Ucap Ara lalu meninggalkan Alan sendiri
Alan memukul tembok yang ada disamping diikuti dengan kata-kata mutiara yang keluar dari mulutnya.
🐤🐤🐤
Halloo readers, author kembali 😆😆
Semoga kalian suka ya, jangan lupa klik tombol bintang beserta komentar saran dari kalian. Semua komentar saran kalian sangat berharga bagi Author 💕💕
Happy Sunday semuaa❤❤
Author bikin part agak pendek dari biasanya supaya kalian ringan bacanya 😆
Tunggu di part selanjutnya gaess🙌🙌😆😆
Jangan lupa tinggalkan jejak🙏🙌
KAMU SEDANG MEMBACA
L U N A R A
Ficção Adolescente[Follow dulu sebelum membaca] Cerita ini menceritakan seorang gadis yang mempunyai dua sahabat laki-laki. Keduanya seperti malaikat pelindung bagi Adara Luna. Gavin dan Alvaro tidak bisa melihat sahabatnya sekaligus adiknya terluka karena seorang c...
