Hyeri terbangun dengan suasana sepi di rumah. Ia melihat ke kamar kakak-kakaknya tapi tidak ada orang. Pintu studio Yoongi terbuka dan Yoongi keluar dengan hanya mengenakan celana pendek tanpa mengenakan baju. Bajunya ketumpahan kopi, Hyeri yang melihat itu langsung memalingkan wajahnya.
"Ah, aku tidak tahu kau di depan", ucap Yoongi menggaruk kepalanya, salah tingkah. Wajah Hyeri memerah.
"Kenapa wajahmu?", Yoongi menghampiri Hyeri, masih dengan tanpa baju. Kulit putih Yoongi rasanya menusuk mata Hyeri. Hyeri menunduk.
"Pakai baju dulu sana! Aku siapkan sarapan", Hyeri berjalan ke arah dapur, meninggalkan Yoongi kebingungan.
Hyeri mengeluarkan handphone dan bertanya di grup keluarga Kim mereka pergi kemana. Semua berkata akan menginap diluar hari ini sampai hari minggu. Hyeri menelan ludah, jadi selama 3 hari 2 malam ia akan bersama dengan Yoongi berdua saja? Kakaknya sudah gila meninggalkannya berduaan dengan Yoongi??
Helaan napas keluar dari mulut mungil Hyeri, jelas mereka tidak tahu apa yang kau rasakan. Sudahlah, Ri, bersikap biasa. Dia kakakmu, bersikap seperti biasa saja, Hyeri bicara kepada otaknya.
Bunyi kursi ditarik mengagetkan Hyeri, Yoongi sudah duduk di meja makan. Rambut Yoongi basah, sepertinya ia langsung mandi.
"Aku hanya membuat french toast, kau mau?", Hyeri bertanya tanpa menatap wajah Yoongi.
"Aku kan selalu memakan apapun yang kau buat", suara lembut Yoongi nyaris membuat Hyeri jantung Hyeri berhenti. Tenangkan dirimu bodoh!
Suasana hening, Yoongi makan dalam diam. Yoongi senang dengan suasana ini. Walaupun Hyeri menolak perasaannya, tapi bisa bersama dengan Hyeri berdua saja sudah membuatnya bahagia.
Sikap Hyeri canggung, Yoongi pun heran melihat Hyeri yang salah tingkah. Kan gadis itu yang meminta mereka bersikap seperti dulu, bersikap seperti kakak adik. Tapi kenapa sikap Hyeri seperti salah tingkah terhadap laki-laki yang dia suka. Padahal Yoongi sudah berusaha untuk bersikap biasa saja.
"Kau baik-baik saja", Yoongi bertanya, Hyeri pun tersedak, Yoongi mengambilkan minum dan menepuk pelan punggung Hyeri, membuat Hyeri makin kelabakan. Hyeri pun berdiri dan membereskan piring makannya kemudian meninggalkan Yoongi.
-----
Hyeri PoV
Aku kenapa sih? Dasar bodoh. Dia itu Yoongi oppa, bersikaplah biasa.
Otakku seperti memutar video, Yoongi yang keluar dari studio tanpa mengenakan baju dan rambut Yoongi yang basah sehabis mandi. Aku menggeleng. Sepertinya aku sudah gila, aku harus pergi. Sebaiknya aku menginap di rumah Min Ah atau Ara saja.
Ketukan pintu mengagetkanku, jantungku berdetak dengan cepat. Hentikan, nanti bisa kedengeran. Aku benar-benar salah tingkah.
"Kau di dalam?", Yoongi mengetuk pintu kamarku lagi.
"Sebentar", aku berusaha menjawab dengan nada biasa. Aku memegang dadaku, berusaha menenangkan jantungku.
Pintu pun kubuka, Yoongi berada dihadapanku. Wajahnya yang tampan membuatku terpana. Apakah Yoongi biasa setampan ini? Yoongi tersenyum, senyum yang memperlihatkan gusinya.
"Kau di dalam kamar terus, ayo temani aku di studio. Kau bisa memberikan saran padaku tentang lagu yang sedang kubuat", Yoongi menarik tanganku, wajahku memerah. Tapi aku berusaha bersikap biasa saja dan mengikuti langkahnya.
Studio tempat Yoongi bekerja tidak berubah, masih saja penuh dengan warna hitam. Aku bisa melihat di layar, lagu yang sedang ia kerjakan. Yoongi memutar lagunya, aku pun mendengarkan. Lagunya benar-benar bagus! Melody lembut mengalun dan menggelitik telingaku.
"Lagu apa ini?", tanyaku mencoba mencairkan suasana yang mendadak romantis.
"Lagu cinta. Aku membuatnya sambil membayangkan dirimu", ucapan Yoongi nyaris membuat ku terkena serangan jantung. Sejak kapan ia romantis begini?
"Oppa. Hentikan"
"Ah, maaf kebiasaan"
Tiba-tiba lampu studio mati. Pintu pun tertutup sendiri. Aku pun panik. Tanganku mencari-cari pegangan. Aku merasakan Yoongi bergerak mendekat ke arahku.
"Kau baik-baik saja?", aku pun mengangguk. Tapi ku lupa Yoongi tidak bisa melihatku sehingga aku pun menjawab baik-baik saja.
Yoongi bergerak menjauh, aku menahan tangannya.
"Mau kemana?", entah kenapa suaraku parau. Jujur saja aku tidak suka gelap. Dan keadaan ini membuatku takut.
"Tenang saja Hyeri~ya. Aku akan mengecek keluar dulu, kau tunggu di sini"
"Aku ikut", rengekku.
Aku dapat merasakan senyum Yoongi di kegelapan, dia sepertinya lupa bahwa aku takut gelap. Tapi memang kejadian yang membuatku sangat takut dengan gelap tidak melibatkan Yoongi, saat itu yang tahu hanya Jungkook dan Taehyung.
Kami berdua berjalan dalam kegelapan, tanganku memegang lengan Yoongi erat. Tangan Yoongi yang satu lagi mengelus lembut tanganku yang memegang lengannya.
-----
Di luar studio Taehyung tersenyum senang, Jungkook tidak setuju dengan rencana Taehyung tapi ia tidak bisa melawan keinginan kakaknya yang satu ini jika sudah menginginkan sesuatu.
"Hyeri pasti tidak bisa jauh dari Yoongi hyung jika gelap. Anak itu kan sangat takut dengan kegelapan", kekeh Taehyung.
"Kau sudah tahu adikmu takut kegelapan malah kau matikan lampunya"
"Kau bodoh atau gimana? Kan ini bisa memancing mereka lebih dekat sehingga bisa menimbulkan perasaan lain dalam diri mereka berdua"
Jungkook menghela napas, ia benar-benar harus merelakan Hyeri.
-----
"Oppa, apakah pintunya tidak bisa dibuka?", tanya Hyeri terus menggenggam lengan Yoongi yang ternyata berotot.
"Sepertinya begitu", Yoongi menjawab tenang.
"Terus bagaimana?"
"Tenang saja. Aku di sini. Apakah kamu takut gelap?"
"Aku benci gelap"
Yoongi mengelus tangan Hyeri yang memegang lengannya. Jantung Hyeri berdegup kencang. Bagaimana bisa dalam keadaan seperti ini hatinya tetap berdebar.
Hyeri dan Yoongi memutuskan duduk di sofa bed dalam studio Yoongi, hanya diterangi lampu meja. Yoongi menatap Hyeri cemas, Hyeri yang tadinya takut gelap hanya bisa menunduk. Wajahnya memanas. Ia lupa dengan keadaan gelap saat ini. Otaknya hanya memutar tatapan Yoongi padanya.
"Oppa..", suara Hyeri serak, ia berusaha berdeham untuk mengembalikan suaranya.
Tiba-tiba tangan Yoongi memegang pipi Hyeri dan berbisik, "maafkan aku Hyeri~ya", kemudian Hyeri merasakan bibir Yoongi di bibirnya. Ia terdiam, saat bibir Yoongi mulai bergerak perlahan tanpa Hyeri sadari ia membalas ciuman Yoongi dan melingkarkan lengannya pada leher Yoongi. Hanyut dalam ciuman manis itu.
*****
Yak. Yoongi bergerak cepat sodara"..hahaha
Sorry telat update lagi..
-H-
KAMU SEDANG MEMBACA
We Are Bulletproof [BTS FF | ✔]
FanfikceKim Seok Jin Anak sulung dari 7 bersaudara, bekerja sebagai Dokter sebuah RS swasta. Min Yoongi Anak kedua yang pendiam dan merupakan produser lagu. Kim Namjoon Anak ketiga dan bekerja sebagai jaksa umum. Sifatnya serius tapi terkadang manis. Jung H...
![We Are Bulletproof [BTS FF | ✔]](https://img.wattpad.com/cover/113271116-64-k530089.jpg)