Cerita ini ditulis sejak tahun 2017 . Hingga akhir 2019 baru menyelesaikan ending. Pikiran untuk melanjutkan kadang hanya sebatas terlintas. Hingga suatu saat penulis di buat kecewa oleh orang yang di sayang nya. Dia berniat meluapkan seluruh kecewa itu ke dalam cerita ini. Hingga, dia menemukan seseorang yang baru. Berhubungan selama 2 tahun, namun akhir Agustus hubungan mereka kandas. Tidak perlu tau kenapa. Si penulis tidak ingin memberitahu nya. Sempat jatuh sakit. Namun, penulis lama kelamaan berfikir bahwa dunia tidak hanya tentang dia. Bahwa dunia kita tidak hanya diisi oleh dia. Jadi, penulis berniat untuk menyibukkan diri dan menyelesaikan cerita ini. Hingga Ending.
Sang Mentari Melepaskan Senja. Kita tau. Kita pasti tau. Bahwa Mentari dan Senja berada pada satu Matahari yang sama. Hanya satu. Namun keberadaannya saja yang berbeda. Mentari disebut untuk pagi, sedangkan Senja dikatakan untuk sore. Mengenai cahayanya saat pagi, lupakan saja. Mengenai indahnya senja saat sore, lupakan saja.
Jadi gini, aku Mentari. Dan dia senja. Apakah kalian tau senjanya siapa? Langsung aku jawab. Fauzi dan Ibu ku.
Aku melepaskan mereka dengan ikhlas seperti tergantinya Mentari ke Senja. Aku melepas mereka dengan ikhlas seperti mereka akan kembali lagi esok. Mereka berdua adalah Senja yang luar biasa hebat yang pernah bersinar dengan indah di atas semesta. Menerangi seluruh hidupku dengan cinta dan kasih sayang yang sangat luar biasa sempurna.
Pertemuan dan perpisahan adalah sesuatu yang bergandengan. Yang bergandengan namun terpencar. Yang satu namun terbelah menjadi dua. Insan yang berpasangan namun berjarak.
Sebagian dari cerita, merupakan dari pengalaman. Merupakan dari hati penulis nya sendiri. Mentari sayang sama penulisnya. Zeki juga sayang sama penulis nya. Fauzi juga. Semuanya sayang sama penulisnya. Nama-nama tokoh juga dari dunia nyata. Semuanya terinspirasi dari tiap-tiap luka yang diterimanya.
Penulis mau menyampaikan sesuatu untuk seseorang yang mungkin tidak akan pernah membaca cerita ini.
Dear penulis...
Untuk kamu, Pacar di masalalu ku kemarin, terima kasih untuk tiap perjalanan yang pernah kita hadapi bersama. Terima kasih untuk harapan yang kau patahkan ditengah jalan. Terima kasih karena sudah memberikan ribuan bahagia serta jutaan sakit yang luar biasa. Terima kasih sudah memberikan caci maki, kerendahan, dan pemburukan yang tiada henti untukku. Karena kecewa yang kau berikan itu, membuat ku berfikir untuk berubah jadi lebih baik. Sesuai janji ku. Terima kasih untuk tiap-tiap janji dan perkataan yang sama sekali tidak pernah kau buktikan. Kini aku sudah menutup seluruh cerita kita. Hingga aku mampu mempunyai inspirasi yang luar biasa.
Thanks you, all❤✔
KAMU SEDANG MEMBACA
Sang Mentari Melepaskan Senja (KOMPLIT✔)
RomanceSetiap pertemuan pasti ada perpisahan. Pertemuan yang indah bukan berarti bisa bertahan selamanya. Akhirnya mau tak mau wanita itu harus tegar menjalani hari-hari nya tanpa orang yang dia sayang. Karena baginya mengikhlaskan orang yang dia sayang i...
