Part 25

4.8K 500 28
                                        

Happy reading....


Semua menjadi kacau, Patricia dilarikan ke rumah sakit. Ismail tampak cemas dengan kondisi Patricia yang pasti sangat shock dan kelelahan. Sementara Jason tampak tidak peduli begitu pun Dewi yang pergi entah kemana.

Sungguh keluarga aneh dan Ismail hanya bisa menatap kasihan kepada Patricia. Perempuan malang yang harus tumbuh dalam keluarga yang berantakan.

"Pak Ismail, anda suami bu Patricia?"

"Betul pak Dokter."

"Bisa ikut saya?"

Ismail pun mengikuti dokter itu yang berjalan menuju ruangannya.

"Apa Ibu Patricia sedang mengalami masalah?"

Ismail hanya bisa mengangguk karena memang begitu adanya.

"Istri anda tengah mengandung dan hal itu tidak baik untuk istri anda. Dia tidak boleh stres apa lagi kandungannya diperkirakan baru menginjak empat minggu. Usia kandungan yang masih rentan."

"Alhamdulillah ya Allah..."

Ismail meneteskan air matanya, akhirnya kebahagiaan yang lain datang.

"Saya akan berusaha menjaga istri saya, terima kasih dokter." Dokter itu hanya tersenyum.

Ismail berjalan menuju ruangan Patricia di rawat, dia ingin segera memberitahu istrinya.

"Istri kamu sakit apa Ismail?"

Ismail tampak terkejut, saking bahagianya dia tak sadar jika Dewi sudah berada di sampingnya.

"Patricia baik-baik saja Mami."

"Lalu kenapa ada acara pingsan segala?"

"Patricia hamil, Mami akan menjadi nenek!"

Dewi tertegun, dia menatap ismail yang berjalan memasuki ruangan anaknya. Dia pun bergegas mengikuti pemuda itu.

Patricia tampak kebingungan melihat wajah masam ibunya yang berbeda dengan wajah suaminya yang tampak bahagia.

"Ismail, aku dimana?"

"Kau di rumah sakit."

Patricia teringat kejadian terakhir, ya dia pingsan.

"Jangan banyak pikiran, kau harus sehat."

"Aku sakit apa?"

"Kamu hamil sayang."

"Apa?"

"Ya, dokter memperkirakan kandungannya berusia empat minggu." Ismail tampak antusias.

"Empat minggu? Hahaha.... Pernikahan kalian saja baru satu Minggu, apa kata dunia?" Ejek Dewi membuat kebahagiaan Ismail dan Patricia lenyap.

"Jangan bangga dahulu Ismail sayang, anak itu belum tentu anakmu. Dia anak Albertus!" Dewi tertawa senang.

"Astaghfirullah, siapapun ayah bayi itu, saya tetap meyakininya jika anak itu anak saya. Puas?" Dewi menatap kesal ke arah Ismail.

"Dasar bodoh!"

Dewi pun keluar dari kamar rawat Patricia, dia merasa muak dengan kenaifan Ismail.

*****

Patricia menangis pilu, dia meremas perutnya. Dewi benar bisa saja bayi ini adalah anak Albertus dan Ismail pasti kecewa padanya. Patricia tak berani menatap wajah Ismail, dia malu dan takut, meski pria itu tetap saja setia menemaninya.

Mengingat kejadian naas itu Patricia merasa ketakutan, dia harus mengandung anak Albertus untuk kedua kalinya dan dia trauma. Apa dia harus menggugurkannya seperti June?

"Jangan begitu, kasihan anak kita." Ismail melepaskam remasan tangan Patricia di perutnya.

"Ini bukan anak kamu Ismail"

"saya tak peduli."

"Ini anak Albertus, Ismail!" Tandas Patricia namun pria itu malah tersenyum lembut lalu mengusap perut Patricia dengan lembut.

"Kamu anak Abi, sampai kapan pun kamu anak Abi dan Abi sayang kamu sayang. Tumbuh besar dan sehat ya. Abi tak sabar untuk menggendongmu." Patricia tertegun mendengar ucapan Ismail. Apa pria dihadapannya ini waras? Ismail terlalu baik dan sempurna membuat Patricia merasa tidak enak hati.

"Ismail..."

"Saya mencintai kamu sayang."

"Tapi...."

"Kalau kamu merasa itu anak Albertus, saya akan membuatnya menjadi anak saya."

"Maksud kamu?" Ismail pun mencium Patricia dan meremas payudaranya membuat perempuan itu melotot.

Sejak kapan pria alim dihadapannya ini berubah menjadi mesum?

Patricia akhirnya pasrah membiarkan Ismail menguasainya secara penuh, dia ingin  tahu sebesar apa cinta lelaki itu padanya. Ismail pria alim, pria soleh yang selalu memperlakukannya dengan lembut dan penuh kasih sayang.

Tbc

Ternyata aku sudah lama sekali gak update Mualaf, maaf yaaa...

Semoga kalian masih ingat ceritanya. Muaaah.....

MualafTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang