Chapter 12

53 5 0
                                    

Dahulu gelap malamku terasa begitu ramai.
Tapi sekarang telah usai.
Banyak yg sibuk dgn urusan,
Banyak yg sibuk dgn percintaan,
Banyak yg sibuk dgn menunggu kepastian.
Lucu kubilang,
Untuk apa perempuan itu menunggu kepastian yang tak kunjung datang,
Muna terkadang,
Aku mengatakan ini seolah aku tak sedang menunggu apa apa
Nyatanya aku sedang menunggu hati ini kembali di sentuh dan disapa.

-----------------------------------------------------------

Author pov's

"Kalian belum tau ya kalau dia sekolah disini juga?"tanya Alya

"Enggak"

"Gak penting al,toh juga kalo lo ditanyain tentang dia malu malu"
Kata Nisa

"Entar deh waktu pulang gue kenalin"
Kata alya lagi

Rasti dan Nisa hanya mengangkat bahunya acuh,Alya memang benar benar aneh

Bel pulang berbunyi,nisa lupa bahwa hari ini dia harus ke rumah sakit menemui mama nya yang bertugas disana,rutinitas Nisa setiap hari sabtu sepulang sekolah selalu pergi kerumah sakit begitu juga bang zaki

"Eh gue cabut duluan ya,mau ke rumah sakit"

"Yah,gak jadi kenalan?bentaran doang,ganteng kok"

"Masih bisa besok kan al?"kata gue seraya memasukkan buku ke dalam tas dan berlari ke luar kelas

Tapi tiba tiba nisa berbalik arah menuju Rasti dan alya
"Eh iya ras,nanti waktu kenalan lo jangan lupa introgasi tu cowok,baik gak buat si alya"kata Nisa terkekeh seraya berjalan keluar kelas lagi

Alya melotot menanggapi perkataan nisa sedangkan rasti terkekeh dan memberi acungan jempol

Waktu Nisa berlalu cepat menuju parkiran,Nisa menemukan sepucuk bunga mawar merah dengan tulisan 'do you miss me?' (lagi?)

Tampak heran dan penasaran siapa yang memberinya sweater dan bunga ini,dengan kata kata yang sama dan tulisan yang sama

Di sisi lain ada seseorang dibalik pohon yang mengamati gerak gerik gadis itu

"Gimanapun,gue harus dapetin maaf dari lo,walaupun sedikit kemungkinan buat balik"
Kata laki laki bermonolog seraya tersenyum miris

Nisa tetap berdiri di samping mobilnya seraya memegangi bunga itu,tak ambil pusing Nisa langsung masuk membawa bunga dan kertas itu ke dalam mobilnya

"Gimana gue mau rindu,pengirimnya aja gak tau siapa"ucap nisa yang masih memegangi bunga itu di dalam mobil

"tapi kalau ini kamu bin,aku bener bener rindu..."kata Nisa menggantungkan perkataanya

"dan benci"lanjutnya

--------------------------

Sedangkan alya dan rasti menuju parkiran dan menemukan rafael yang mematung disana

"Heyy,kok bengong?"ucap alya menepuk pundak Rafael

"Eh engga"

"Ooh,btw kenalin ini temen gue"kata alya memperkenalkan Rasti

"Rasti"

distance apartTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang