Pemakaman yang dihadiri teman teman dan keluarga Rafael itu menghadirkan tangisan dan haru.
"Dia udah tenang disana al"kata rasti kepada alya yang tak henti hentinya menangis
"Gue gak pernah nyesel nis,ras, pernah suka sama dia"kata alya tersenyum sambil menangis
Nisa hanya tersenyum dan menitikkan air mata,tatapannya kembali menatap batu nisan yang bertuliskan nama laki laki penghiburnya ini
sampai bertemu,aku akan memulai hari baru tanpa kamuSedangkan disisi lain tampak laki laki berbaju hitam di dalam mobil
"belum waktu yg tepat buat kamu tau apa penyebab asli kematian rafa"Hari demi hari telah nisa lewati dengan berbagai macam kesibukan,perihal perasaan rafael kepadanya,tak ada lagi tanda tanda akan kembalinya hubungan mereka semenjak nisa hanya mengucapkan pertemanan kepada rafael.tapi berbanding terbalik dengan hubungannya dan alya,mereka terlihat semakin dekat
Andai lo tau siapa rafael sebenernya dihidup gue al."woi,bengong aja lo,kantin yuk?"kata rasti mengguncangkan tubuh nisa
"duluan deh,masih kenyang"
"gak asik lo,yuk al berdua aja"kata rasti lagi
"gue bareng rafael"kata alya malu malu
Mendadak nisa langsung mengarahkan tatapannya kepada alya,Rasti pun tau akan hal itu langsung meninggalkan mereka berdua,rasti pun pasti tau nisa akan melihat kebersamaan alya dan rafael sebentar lagi
Rasti pun berbisik kepada nisa tanpa di ketahui alya "everything gonna be fine"
nisa hanya tersenyum mendengar ucapan sahabatnya ini.
Ya,semuanya akan terlihat baik baik saja.
akan,dan seterusnya.Rafael hanya ingin melaksanakan apa yang nisa mau,hanya sebatas teman dan tak lebih.
rafael hanya ingin menghargai perasaan alya,hanya itu.
Entah akan indah kedepannya
atau malah malapetaka bagi dua gadis ini,kita lihat saja."kantin al?"kata rafael yang sudah berada di kelas alya dan mendapati tatapan yang sulit diartikan dari nisa
"yuk,bareng nisa juga ya?"kata alya.
Rafael mengangguk
"gue kan udah bilang tadi,kenyang"kata nisa ketus
Entah apa yg membuat hari nisa menjadi tidak baik sekarang,yang jelas sedari pagi hingga sekarang,ingin rasanya dia hanya sendiri tanpa diganggu siapapun.
"kenyang mah kenyang aja,ga usah nge gas"kata alya tak kalah ketus lalu menggandeng tangan rafael keluar kelas
Nisa yang melihat kepergian mereka mulai mengerti mengapa akhir akhir ini alya sering bolos les,hp nya tak mau di pegang dan sering senyum senyum sendiri.
Dia memutuskan untuk pergi ke gedung atas sekolah,tempat sepi yang biasanya dia kunjungi,dia duduk di atas kursi itu
nisa tak hanya memikirkan perihal rafael dan alya.melainkan dia juga harus memikirkan pertunjukan teater yang diundur kemarin akan segera dimulai besok hari.waktunya sudah terbuang untuk memikirkan hal hal yang tidak penting kemarin.sekarang waktunya dia fokus menyibukkan diri nya kembali
"gue boleh nyanyi gak di acara teater lo?"kata seseorang yang nisa hafal sekali suaranya
nisa menoleh ke samping yang ternyata laki laki itu tampak tersenyum ke arahnya.
yap,rafael.Nisa membuang muka dan menunduk "bareng alya?"
"bareng lo"kata dia cepat
"Wah,ngaco"
"gapapa dong,kan waktu itu lo bilang mau temenan,salah ya nyanyi bareng temen sendiri?"
"ya tapi alya gimana?"
"biarin semuanya ngalir,itu kan yang lo bilang?ada dua kemungkinan,kalau kedepannya kedekatan gue sama alya membuahkan hasil,gak menutup kemungkinan buat kita terus temenan,dan kalau kedepannya kedekatan gue sama alya ngebuat gue semakin yakin harus ninggalin dia dan memperjuangkan lo lagi...."kata rafael menggantung
"gue siap"sambungnya lagi
"Gue gak mau opsi kedua terjadi"kata nisa cepat
"gue justru memperjuangkan opsi kedua"kata rafael terkekeh
"gue gamau hubungan gue sama alya gak baik cuman gara gara Alya salah paham sama gue"
"alya belum tau semuanya?"kata rafael
"jangan dikasih tau,biar dia tau sendiri"kata Nisa menunduk
"Biar dia tau sendiri lambat laun ngeliat kebersamaan kita nantinya?"kata rafael tersenyum
"Kalo mau nyanyi,sendiri aja,gue gak bisa"kata nisa mengalihkan pembicaraan
"mau sampe kapan lo menghindar terus?lo bilang temen,tapi mana ada temen yang semakin hari semakin menjauh"
"Ckk,langsung to the point aja deh,lo mau apa kesini?"kata Nisa
"mau kasih ini"kata rafael memberikan tape recorder berwarna hitam ini
Saat Nisa ingin mengambil tape itu
"Tapi janji jangan nangis ya"
Nisa mengambilnya ragu dan mendengarkan apa yang ada di dalam tape recorder ini
"apapun yang lo dengar,apapun yang lo cerna dari suara yang ada di dalam tape itu,jangan sekali kali coba buat cari tau apa maksudnya"
"Gue gak ngerti maksud lo"kata nisa mengerutkan dahinya
"Cukup dengerkan,jangan diambil pusing"

KAMU SEDANG MEMBACA
distance apart
Teen Fiction"satu tahun bin?kamu kemana?" -nisa lintang azzahra "asal kamu tau aku pengen banget ngasih ini langsung ke kamu,ketemu sama kamu,untuk terakhir kalinya" -rafael bintang alvin apa jadinya jika orang yang kamu cinta pergi dan tiba tiba datang lagi di...