chapter 21

38 4 5
                                    

Sudah berapa hari semenjak kepergian aku?lama ya?
Kamu apa kabar?
Gimana gimana?udah gak nangis lagi kan?
Hehehehe.
Gimana sekolah kamu?lancar kan?

Dunia mu gak akan kejam nisa,kamu harus liat kebelakang,betapa banyaknya orang yang sayang sama kamu.

Mungkin kamu kaget,kenapa tape recorder ini bisa ada di rafael.
Kamu jangan tau sekarang,biar semuanya mengalir,yang perlu kamu tau,ini bukan suara terakhir dari aku yang bakal kamu denger.

jangan jadikan kepergian ku sebagai luka yang mendalam
Jangan larut dalam kesedihan
Dan gapai cita cita yg kamu inginkan

Berakhirnya rekaman itu,nisa kembali menangis,tak tanggung tanggung,dia menangis di dalam dekapan rafael

Sejak sedari tadi,Nisa mendengarkan suara lemah itu sambil menangis,menelungkup kan kepalanya diantara dua tangan,dan tak lupa Rafael yang mengelus puncak kepala nisa

"Siapa lo sebenernya?kenapa kak rafa bisa ngasih ini ke lo?"nisa masih berada di dalam dekapannya

"gue kenal dia jauh sebelum lo kenal dia nis"

"plis jangan bikin teka teki raf,gue gak bisa"

"gak sekarang ya"kata rafael memeluknya lagi sesekali mengecup rambut gadis itu

Nisa tak terlalu memperdulikan darimanaa bisa rafael dan kak rafa bisa sedekat ini,karena dia pun sebelumnya punya feeling kalau mereka juga jauh sudah mengenal sebelum nisa ada

Contohnya rafael yang biasa saja mendengar rafa kecelakaan dan rafael yang tak menghadiri pemakaman rafa yang sebenarnya dia hadir,tapi tak dilihat oleh nisa yang membuat gadis itu semakin yakin kalau rafael dan rafa mempunyai hubungan khusus.

Disisi lain,tampak wanita yang sedang mengawasi mereka.
Rasti.

untungnya bukan alya,Rasti memang sedari tadi mengawasi gerak gerik sahabatnya ini,sejak sedari pagi nisa tak berhasrat untuk hidup.

Nyatanya saat rasti membuntuti nisa sampai ke atas gedung sekolah,dia banyak sekali mendapatkan informasi informasi tentang rafael,rafa dan melihat nisa yang menangis

Rasti masih bersyukur bukan alya yang ada di posisinya sekarang

"Gue bersyukur,yang ada disini sekarang bukan lo al,tapi gue.
Gue gak bisa ngebayangin gimana hati lo ngeliat mereka berdua"

Rasti kembali menuruni anak tangga untuk kembali ke kelas,setibanya di bawah,dia mendapati alya yang ingin naik juga ke gedung atas.

rasti panik,dia belum siap melihat kedua sahabatnya ini kembali dalam masalah,alya baru saja mendapatkan kebahagiaan bersama rafael walaupun rafael belum membalasnya seratus persen dan nisa baru saja sedih mendengarkan rekaman yang ada di tape itu

Oh God.
Jangan sekarang,Rasti memang benar benar belum siap

"Ehh allll,lo mau kemana?"kata rasti panik

"Keatas,kenapa?"kata alya judes

"jangan deh,5 menit lagi masuk,gausah naik keatas ya"kata rasti yang pucat berharap Alya tak naik keatas

"Lo gak baca grup ya?kita tu jamkos ras,ngapain juga gue di kelas"kata alya lalu pergi

Tapi tetap ditahan dengan Rasti
"Gue tau lo galau,tapi gak usah ke atas ya?kita ketaman aja yukk??ayuk cantikk????alya cantik banget deh kalo lagi sedih"kata rasti mencoba membujuk alya agar tak naik keatas

"Apaan banget sih lo,gak jelas tau gak" Nisa langsung pergi ke atas

Rasti panik langsung menelfon nisa berharap nisa mengangkat telfonnya

distance apartTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang